Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Viral

Terkait ‘Wayang’ Ustadz Khalid Basalamah, Pakar Hukum : Tidak Memenuhi Unsur

Avatar of Okedaily
×

Terkait ‘Wayang’ Ustadz Khalid Basalamah, Pakar Hukum : Tidak Memenuhi Unsur

Sebarkan artikel ini
Terkait 'Wayang' Ustadz Khalid Basalamah, Pakar Hukum : Tidak Memenuhi Unsur
Ustadz Khalid Basalamah saat memberikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui akun YouTube Khalid Basalamah, miliknya ©Redaksi

JAKARTA – Atas pelaporan ormas Setya Kita Pancasila ke Bareskrim Polri terkait video ceramah soal wayang, Selasa (15/2). Pakar Hukum Prof. Dr Suteki menegaskan bahwa Ustadz Khalid Basalamah harus mendapatkan pembelaan hukum.

Ditayangkan melalui akun Youtube Prof Suteki memberikan pembelaan terhadap Ustadz Khalid Basalamah. “Atas kasus ini kita harus melakukan pembelaan hukum terhadap Ustadz Khalid Basalamah,” jelas Prof. Suteki, Kamis (17/2).

Adapun yang menjadi dasar pembelaan kenapa dakwah atau ceramah Ustadz Khalid Basalamah, tidak perlu dipersoalkan secara hukum, kata Prof. Suteki.

“Pertama dari sisi lokus, beliau (Ustadz Khalid Basalamah, red) menyampaikan ceramah di masjid, pesertanya muslim semua dan agendanya dakwah. Jadi dalam hal ini tidak terkait dengan persoalan suku, agama atau kebudayaan,” jelasnya.

Dasar pembelaan kedua terhadap Ustadz Khalid Basalamah, lanjut Prof. Suteki yaitu dari sisi materi. “Pendapat beliau berdasarkan dalil agama baik dari Qur’an maupun Hadis, jadi kalau ada yang berbeda pendapat ya tentu hanya saat itu, diklarifikasi atau adu argumentasi di situ,” tuturnya.

Ceramah Ustadz Khalid Basalamah, menurut Prof. Suteki, tidak memenuhi unsur-unsur ujaran kebencian yang terindikasi SARA ataupun mungkin penistaan terhadap suatu kelompok sebagaimana diatur dalam pasal 156 KUHP.

Ustadz Khalid Basalamah sendiri sudah melakukan klarifikasi dan permohonan maaf dalam video klarifikasinya. Ia mengatakan, ceramah tentang wayang tersebut disampaikan pada tahun lalu di salah satu Masjid di Jakarta Selatan, dan video itu menampilkan potongan momen saat dia menjawab pertanyaan jamaah.

“Video ini kami buat untuk klarifikasi sekaligus permohonan maaf tentunya atas potongan pertanyaan yang diajukan oleh salah satu jamaah beberapa tahun lalu di Masjid Blok M di Jakarta, dan sekaligus jawaban kami tentang masalah wayang,” kata Ustadz Khalid Basalamah melalui akun YouTube Khalid Basalamah Official, Selasa (15/2).

Pada video klarifikasi dan permintaan maaf berdurasi 4 menit dan 39 detik tersebut, Ustadz Khalid Basalamah memberi penjelasan dalam tiga bagian.

“Pertama adalah, lingkupnya adalah pengajian kami dan jawaban seorang dai muslim kepada penanya muslim. Itu dulu batasannya,” sebutnya.

Ustadz Khalid Basalamah menerangkan, ada seorang jamaah yang bertanya soal wayang kepadanya. Menjawab pertanyaan jemaah itu, dia menyarankan untuk menjadikan Islam sebagai tradisi “Jangan menjadikan tradisi sebagai Islam, dan tidak ada kata-kata saya di situ mengharamkan,” ujarnya.

“Makna kata-kata ini juga kalau ada tradisi yang sejalan dengan Islam tiada masalah, dan kalau bentrok sama Islam ada baiknya ditinggalkan. Ini sebuah saran,” paparnya.

Potongan yang kedua, jelas Ustadz Khalid Basalamah, yakni saat penanya menanyakan bagaimana taubatnya dalang. Menurutnya pertanyaan ini mirip lingkupnya dengan jika ada pertanyaan bagaimana taubatnya seorang pedagang atau seorang guru.

“Disebutkan profesinya. Maka saya sebagai seorang dai muslim menjawab, ‘umumnya kaum muslimin kalau bertobat dan setiap muslim akan merasa bahagia, senang kalau diajak bertaubat, dan memang jawabannya tobat nasuhah, kembali kepada Allah dengan taubat yang benar,” paparnya.

Potongan video ketiga, lanjut Ustadz Khalid Basalamah, disebutnya sangat berkaitan dengan bagian potongan kedua yakni soal memusnahkan.

“Jadi, kalau ada orang yang memang tobat, misalnya di sini dia seorang dalang, kalau dia sudah tobat dan tidak mau lagi melakukan itu, maka mau diapakan wayang-wayang ini? Untuk dia secara individu dimusnahkan, sebatas itu,” terangnya.

Kemudian, Ustadz Khalid Basalamah menegaskan, tidak berniat menghapus wayang dari sejarah Indonesia. Dia juga menyatakan tak pernah berpikir untuk menyuruh seluruh para dalang bertobat atau memusnahkan seluruh wayang.

“Saya sama sekali tidak berpikir atau punya niat menghapuskan ini dari sejarah nenek moyang Indonesia atau misalnya menyuruh seluruh dalang, ‘dalang bertaubatlah kepada Allah’, atau misalnya ‘semua wayang harus dimusnahkan’. Anda mau melakukannya, itu hak Anda. Kami sedang ditanya lingkup di taklim kami,” tutur Ustadz Khalid Basalamah.

Lebih lanjut, Ustadz Khalid Basalamah menyatakan klarifikasi ini bukan untuk mencari pembenaran melainkan untuk menjelaskan. Dirinya tetap meminta maaf kepada seluruh pihak yang tersinggung dengan jawabannya kepada jamaah tersebut.

“Namun teman-teman sekalian, klarifikasi ini bukan membenarkan sikap. Tapi hanya untuk menjelaskan saja. Dan sebagai seorang muslim yang baik, dan saya berharap saya salah satu dari muslim itu, kalau ada sesuatu yang kita lakukan ternyata menyinggung orang lain, maka ada baiknya kita meminta maaf,” ucap Ustadz Khalid Basalamah.

“Dan saya pada kesempatan ini, saya Khalid Basalamah mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya dari hati nurani kami kepada seluruh pihak yang tidak terkecuali, yang merasa terganggu atau tersinggung, dengan jawaban kami tersebut,” tutup Ustadz Khalid Basalamah dalam video klarifikasinya.