TNI Sampang Ancam Blokir Kegiatan Masyarakat Tolak Vaksin

- Editorial Team

Rabu, 27 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar tangkapan layar: seorang TNI mengancam akan memblokir aktivitas warga yang tidak mau divaksin [okedaily.com/Iful]

Gambar tangkapan layar: seorang TNI mengancam akan memblokir aktivitas warga yang tidak mau divaksin [okedaily.com/Iful]

Okedaily.com, Sampang – Penyekatan dan pengalihan arus lalu lintas yang dilakukan oleh TNI dari arah Jalan Wahid Hasyim ke Jalan Wijaya Kusuma, dilaksanakan rutin setiap pagi hari mulai jam 08:00-10:30 WIB dan sore hari mulai 15:00-17:00 WIB.

Penyekatan bagi seluruh para pengendara yang melintas baik roda dua maupun roda empat dilakukan untuk pengecekan bagi pengendara yang belum divaksin, dan bagi pengendara yang belum pernah divaksin akan langsung diarahkan ke Pos Kesehatan (Poskes) FKTP I halaman asrama Kodim untuk divaksin.

Baca Juga : CEODE Tumbuh Bersama BUMDes Sumenep di Masa Pandemi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun hal tersebut menjadi problem bagi masyarakat khususnya pengendara, dimana tidak sedikit pengendara mengeluhkan penyekatan tersebut yang mengganggu dan harus memakan waktu lebih lama untuk sampai tujuan dan bahkan ulah aparat yang memaksa pengendara untuk divaksin.

Baca Juga :  Astaga, Sanak Saudara TKSK Sapeken Dominasi Agen e-Warung

Bukan hanya memaksa bahkan seorang TNI mengancam akan memblokir aktivitas warga yang tidak mau divaksin, dengan nada arogan prajurit TNI tersebut menuduh ke masyarakat yang menolak divaksin merupakan organisasi FPI dan merupakan warga yang tidak taat peraturan, kejadian tersebut diduga dialami salah satu warga Robatal dalam video viral di WAG beberapa hari lalu.

Baca Juga : Ketua DPRD Ragukan Data IPM Sampang Rendah se-Jatim

Diketahui lokasi pengancaman anggota TNI lepada warga yang tidak mau divaksin terjadi di halaman Asrama Kodim 0828 Sampang di Pos Faskes yang biasa menjadi tempat vaksin bagi pengendara yang belum divaksin.

“Wah mantap kamu ini, memang warga negara tidak jelas kamu ini, iya sampean tidak mengikuti aturan Pemerintah kamu ini, saya juga punya hak untuk memvaksin sampean, (meski memaksa) iya,”pungkasnya

Baca Juga :  Wujudkan Sikap Saling Menghargai, Keberagaman Menjadi Poin Hasil Konferensi Islam Asean 2022

Pengendara yang diduga berasal dari Robetal Kecamatan Robetal Kabupaten Sampang ini menolak untuk divaksin karena dirinya merasa masih dalam keadaan sehat.

Baca Juga : Ternyata Masa Pandemi Saat Yang Tepat Beli Rumah

“Ya gimana ya, karena tidak pengen saja pak, ya karena menurut saya, saya sudah sehat dan tidak mau divaksin,” singkat salah satu warga dalam video.

Bahkan ketika pengendara tersebut ingin melanjutkan perjalanan dan sudah berada di atas sepeda motornya, malah didatangi oleh seorang TNI yang meminta KTP sambil mengancam akan memblokir kegiatan pengendara tersebut sambil mendokumentasikan KTP pengendara.

“Mana KTP Sampean, mana KTP sampean, iya iya mana KTPnya, sampean kan gak mau divaksin to, saya lihat KTPnya dulu, tidak saya tahan, saya kembalikan, kamu videoin ya, ini orang mokong ini, saya kunci kegiatan sampean, sampean mau minta apa tidak bisa,” ancam oknum TNI.

Baca Juga :  Sapi Sonok Tak Masuk Kalender Wisata Sumenep, Disbudporapar Siap Akomodir Ini Syaratnya

Kemudian, okedaily.com berusaha menghubungi pihak TNI yang melakukan pengancaman kepada salah satu pengendara motor tersebut, namun kesulitan.

Baca Juga : Modal Suket, Lolos Jadi Cakades di Kabupaten Sumenep

Cukup disayangkan perlakuan seorang TNI Sampang, melakukan pengancaman mengunci kegiatan salah satu warga yang tidak mau divaksin, dan bahkan perlakuan tersebut mencoreng Instansi TNI dimana tugas pokok TNI salah satunya menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang memiliki slogan Bersama Rakyat TNI Kuat.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan
Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi
Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta
Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya
Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum
DPRD Denpasar Apresiasi Capaian Proyek Strategis PUPR 2025, Tommy: Pengawasan Tetap Jadi Prioritas
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali Resmi Dukung Don Muzakir Mengisi Jabatan Wakil Menteri Pertanian RI
Tommy Sumertha Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Optimistis Benahi Program Makan Bergizi Gratis

Related News

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:25 WIB

Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:53 WIB

Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum

Latest News