Travel Tujuan Pulau Sapudi Bakal Distop, Aktivis BARA JP Sumenep Mengadu?

- Editorial Team

Kamis, 21 April 2022 - 01:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana mudik warga pulau sapudi di pelabuhan ferry tarebung. ©al-Hak

Suasana mudik warga pulau sapudi di pelabuhan ferry tarebung. ©al-Hak

SUMENEP – Kebiasaan membeludaknya penumpang mudik tahunan di Kabupaten Sumenep, Madura, sudah pasti terjadi.

Sebab, banyaknya kaum urban yang memilih pulang untuk lebaran di kampung halamannya, sehingga mengakibatkan angkutan kapal laut penuh.

Kejadian tersebut, bahkan sampai ada yang rela mengantri dan tidur di pelabuhan demi mendapatkan tiket penyebrangan. Kasuistik seperti ini kerap terjadi pada saat mendekati momentum hari raya Idul Fitri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biasanya yang kerap terjadi adalah penumpang kapal tujuan Sumenep-Sapudi, Sumenep-Raas, Situbondo-Sapudi, dan Situbondo-Raas, ada juga beberapa tujuan pulau lain.

Belakangan ini, sudah beredar kabar bahwa penumpang yang mendaftar kendaraannya berupa mobil roda 4 tujuan Situbondo-Sapudi dikatakan sudah penuh dan distop untuk para sopir travel.

Kabar penyetopan Travel sudah tersiar melalui pesan WhatsApp, yang dikirim pada tanggal 18 April 2022 kemarin.

“Selamat malam dan diInformasikan kepada armada travel distop mulai hari Kamis 21 April 2022, sekian terimakasih,” tulis sebaran informasi yang dikirim oleh pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo melalui WhatsApp.

Sehubungan dengan menyebarnya ihwal tersebut banyak dikeluhkan oleh supir travel asal pulau sapudi, lantaran dianggap tak memberikan solusi yang jelas kepada para pejuang rupiah keluarga itu.

Baca Juga :  APMS 56.694.06 Sapeken Bermasalah, Camat Tak Berdaya?

Melalui sambungan telephonenya, salah satu sopir travel asal Kepulauan Sapudi, Eko menyampaikan dirinya mendapatkan informasi penyetopan trevel melalui koordinator DDU di Jangkar yang disebar melalui pesan WhatsApp.

“Gak ada selebaran surat resmi, itu hanya disampaikan melalui informasi WhatsApp,” ujarnya, Selasa (19/04/2022).

Meski begitu, Eko tidak mempermasalahkan persoalan tersebut, hanya saja dirinya menginginkan agar ada kebijakan dari pemerintah untuk mengadakan armada kapal baru.

“jika angkutan travel distop dengan alasan kendaraan yang mendaftar sudah full, bagaimana dengan logistik yang akan dikirim ke pulau sapudi?,” sergahnya.

Eko menilai hal ini merupakan kebutuhan masyarakat bahkan menjadi mata pencaharian para sopir trevel yang mengangkut tujuan ke pulau Jawa.

“Apalagi ini momentumnya mendekati lebaran, jadi kebutuhan logistik masyarakat pulau sapudi juga semakin banyak, makanya kami para sopir juga perlu difikirkan oleh pemerintah,” tandasnya.

Terkahir, dirinya berharap agar ada kemajuan di Kabupaten Sumenep, sebab menurutnya setiap tahun pasti selalu ramai dengan arus mudik yang mengakibatkan muatan penumpang membludak dan banyak penumpang yang tertinggal.

“Minimal ada solusi dari pemerintah jangan sampai sopir yang memuat logistik seperti ini juga distop,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Aktivis Sosial Kabupaten Sumenep, Agus Junaidi menyampaikan, bahwa terkait dengan membludaknya arus mudik kapal tujuan kepulauan, dirinya mengaku sudah menyampaikan pada Menteri Perhubungan Indonesia, pada saat mengikuti acara kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Sumenep, Rabu, 20 April 2022.

Baca Juga :  Kiai Jabidin Gelar Konsolidasi dan Silaturrahim Minta Arahan Para Kiai

Agus Junaidi mengaku, pada saat dirinya menyampaikan keluhan masyarakat terkait dengan angkutan laut menuju kepulauan, ia mendapatkan respon baik dari Menhub RI, Budi Karya Sumadi.

“Tadi keluhan secara umum terkait mudik lebaran yang selama ini sering antri dan terkadang melalui jalur belakang (Calo, red) agar mobilnya bisa naik sudah saya sampaikan,” ujar penggerak BARA JP Sumenep itu.

Bahkan Agus menyampaikan bahwa Menhub Indonesia, Budi Karya Sumardi mengatakan akan segera menindak lanjuti apa yang menjadi kendala dan keluhan masyarakat di ujung timur pulau Madura tersebut.

“Menhub berharap semuanya berjalan sesuai rencana, sehingga keperluannya terkait dengan mudik lebaran bisa terpenuhi kepada Masyarakat,” tukasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

Related News

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Jumat, 11 September 2026 - 17:53 WIB

Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?

Latest News

Festival Tani Ganding 2026 resmi digelar meriah. Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim apresiasi kreativitas petani Ganding. ®okedaily.com [Foto: Dok. Diskominfo Sumenep]

Nasional

Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam

Senin, 21 Sep 2026 - 19:07 WIB