Tren BUMDes di Kabupaten Sumenep Menjamur

- Editorial Team

Minggu, 27 Maret 2022 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha dan Kerjasama Desa, Dinas PMD Kabupaten Sumenep, Fadholi, S.T., M.T. ©Redaksi

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha dan Kerjasama Desa, Dinas PMD Kabupaten Sumenep, Fadholi, S.T., M.T. ©Redaksi

SUMENEP – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha dan Kerjasama Desa, Fadholi, S.T., M.T. mengatakan, kini keberadaan BUMDes telah diwajibkan berbadan hukum.

Pasca diundangkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker), BUMDes adalah badan hukum yang didirikan oleh Desa dan/atau bersama antar Desa. Maka dari itu, kata Fadholi, pihaknya akhir bulan ini akan melakukan sosialiasi tentang hal itu.

“Sosialisasi kita itu tentang BUMDes ini diwajibkan untuk berbadan hukum. Artinya sesuai dengan UU Cipta Kerja itu BUMDes disini kan sudah harus berbadan hukum,” ujar Fadholi, saat ditemui jurnalis trotoar, Kamis (10/3/2022), di Kantor PMD Kabupaten Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demi ketertiban administrasi di tatanan Pemerintahan Desa, tentu tidak sekedar sosialisasi saja. Pasca UU Cipta Kerja diundangkan, Fadholi mengeklaim, bahwa saat ini sudah banyak BUMDes dalam proses pendaftaran atau pengurusan legalitas.

“Nah ini kita sedang sama-sama mendaftarkan, kita sedang proses pendaftaran,” ucapnya.

Lebih lanjut Fadholi menyampaikan, bahwa sudah ada beberapa Desa yang sudah berbadan hukum. Diantarnya ialah Desa Campaka dan Desa Soddara yang terletak di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura.

“Ada Desa Campaka dan yang kedua Desa Soddara, jadi sudah bersama-sama berbadan hukum,” kata Fadholi, memberikan contoh lembaga yang sudah legal dari sekian ratus BUMDes se-Kabupaten Sumenep.

Kemudian selain tumbuh subur BUMDes di Bumi peradaban ini, Fadholi mengungkapkan, setidaknya sudah ada dua Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) yang terbentuk sebagai bukti keseriusan Pemerintah Desa dalam membangun ekonomi kerakyatan.

“Sudah ada dua BUMDesma yang juga sudah berbadan hukum, jadi artinya kita tetap berproses ya,” tukasnya.

Fadholi juga menegaskan, bahwa tahapan persiapan pembentukan BUMDesma juga mengedepankan pada pertimbangan kelembagaan berbasis partisipasi masyarakat desa yang difasilitasi melalui musyawarah desa atau rembuk antar desa.

“Jadi seperti biasa pembentukannya, ya tetap menggunakan musyawarah desa di musdeskan terlebih dahulu. Kemudian, terpilih pengurus-pengurusnya setelah itu baru dilembagakan. Setelah dilembagakan itu muncul untuk didaftarkan. Kalau sekarang kan harus didaftar berbadan hukum Kemenkumham,” jelasnya.

Pada prakteknya, Fadholi mengakui dalam proses kelengkapan legalitas Badan Hukum BUMDesma yang ia alami selama di jabatan baru ini, tidaklah mudah. Tetapi setidaknya, kata dia, pemerintah desa terutama soal BUMDes ini sudah berbondong-bondong menuju tertib administrasi.

“Memang (BUMDesma, red) ini prosesnya tidak mudah. Karena di daftarkan ke Kemenkumham, ini kan prosesnya dari Kementerian desa. Kementerian desa nanti linknya ke Menkumham. Tapi dari teman-teman di desa terutama BUMDes ini berproses semua,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, saat jurnalis trotoar memastikan jumlah BUMDesma se-Kabupaten Sumenep yang telah Berbadan Hukum? Pihaknya menjawab apa adanya terkait hal tersebut, ialah sebanyak 2 Desa saja.

“Sudah ada sekitar dua ratusanlah (BUMDes, red) yang sudah pendaftaran. Tapi yang sudah sukses (BUMDesma, red) ini dua, ini nanti akhir bulan ini rencananya kita akan lakukan sosialisasi,” tandasnya.

Menjadi penting untuk difahami, kerena BUMDes dan BUMDesma sebagai unit bisnis dilokal desa yang mana mengedepankan konsep sosial benefit, sebagai pembeda dari bentuk usaha lain. Maka pendirian badan usaha ini harus diawali dengan perencanaan dan juga persiapan yang matang.

Baca Juga :  Pengabdian Tanpa Batas Anggota Polres Sumenep

Adapun hal dimaksud itu agar BUMDes dan BUMDesma tidak sekedar mengikuti tren semata, alias hanya karena desa lain memiliki dan adanya amanat di dalam undang-undang. Sehingga di dalam pendirian jauh dari proses serius yang dijalankan dengan prinsip profesional.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung
Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda
Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara
Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya
Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar
5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Related News

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar

Latest News

Sejumlah nelayan Pulau Sapudi duduk bersama. Mereka tampak serius berdiskusi. Ekspresi wajah khawatir dan cemas terlihat. Suasana menggambarkan keresahan warga terkait proyek MS2-2 Medco Energi. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:40 WIB

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Kopini

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:30 WIB

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB