Ulil Abshar : R20 Adalah Sebuah Revolusi

- Editorial Team

Kamis, 3 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Lakpesdam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Ulil Abshar Abdallah. ©Okedaily.com [LTN PBNU/Suwitno]

Ketua Lakpesdam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Ulil Abshar Abdallah. ©Okedaily.com [LTN PBNU/Suwitno]

OKEDAILY, BALI Pada hari kedua dialog Forum Religion Twenty (R20) menghadirkan sejumlah pembicara tokoh internasional. Salah satunya adalah tokoh Muslim Indonesia yang juga Ketua Lakpesdam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Ulil Abshar Abdallah.

Mengawali materinya, Ulil Abshar menceritakan tentang gagasan dialog lintas agama yang telah diwacanakan oleh Presiden Indonesia ke-4 yang juga mantan Ketua Umum PBNU, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sejak tahun 1970-an. Di tahun itu, Gus Dur pernah diundang memberikan kuliah di sebuah Seminari di Malang, Jawa Timur.

Gus Dur waktu itu masih muda dan beliau menerima undangan tersebut, jadi beliau mengunjungi seminari Kristen disitu dan memberikan kuliah soal Islam,” kata Ulil Abshar, di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung, Kamis (3/11).

Baca Juga : Kyai Afif : NU Bertanggung Jawab Mengawal Perdamaian Dunia

Kunjungan Gus Dur tersebut menimbulkan kontroversi. Ulama-ulama tradisional sangat keberatan dengan kedatangannya mengisi kuliah di Seminari Kristen. Sebab memang ketika itu belum dikenal dialog antar agama.

Namun Gus Dur terus menyuarakan dialog antar agama sehingga dia kemudian disebut sebagai salah satu ikon dan simbol interfaith. Setelah terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dan kemudian Presiden Indonesia, Gus Dur lalu menginisiasi dengan berbagai dialog lintas agama.

“Gus Dur salah satu pemikir intelektual dan ulama bertanggung jawab untuk menggandakan serangkaian dialog lintas agama,” papar Ulil Abshar.

Baca Juga : Catatan Jurnalis Trotoar, SK Bupati Sumenep Tentang DPKS Tak Ubahnya Bungkus Kacang

Maka, lanjut Ulil, Forum Religion Twenty (R20) yang diinisiasi oleh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, saat ini adalah sebuah revolusi yang terjadi sejak 1970-an sampai 2022 hari ini.

Baca Juga :  Kemenkumham Bali Deportasi Lima WNA, Wayan Koster : Hormati Budaya Bali dan Hukum yang Berlaku di Indonesia

Hari ini, sambung Ulil, NU menginisiasi forum yang sangat ambisius ini untuk menyatukan semua pemuka agama dari tradisi agama yang berbeda untuk sama-sama duduk di tanah dewata ini.

Bisa Anda bayangkan perjalanan dari tahun 70-an hingga 2022. Perjalanan dari Gus Dur karena dulu ia dikritik karena seminari, sampai hari ini, organsiasi dan ulama yang sama, dan hari ini kita bisa saksikan forum ini (R20). Saya ingin katakan ini adalah sebuah revolusi yang terjadi sejak 70an sampai 2022,” terang Ulil.

Baca Juga : Belanja Jasa Tenaga Kebersihan Pemkab Probolinggo TA 2021 Tidak Sesuai Ketentuan?

Forum Agama G20 atau R20 digelar PBNU bersama Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) di Nusa Dua, Badung, Bali, pada 2-3 November 2022.

Baca Juga :  Ramadhan On The Road, Gemasaba Bali Berulah

Ada 338 partisipan yang terkonfirmasi hadir pada perhelatan R20, yang berasal dari 32 negara. Sebanyak 124 berasal dari luar negeri. Forum tersebut menghadirkan 45 pembicara dari lima benua. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan
Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi
Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta
Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya
Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum
DPRD Denpasar Apresiasi Capaian Proyek Strategis PUPR 2025, Tommy: Pengawasan Tetap Jadi Prioritas
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali Resmi Dukung Don Muzakir Mengisi Jabatan Wakil Menteri Pertanian RI
Tommy Sumertha Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Optimistis Benahi Program Makan Bergizi Gratis

Related News

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:25 WIB

Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:53 WIB

Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum

Latest News