UMKM Binaan Perusahaan Migas HCML Baru Mampu Membuat Sambal?

- Editorial Team

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sambal Dapoer Haidar Produksi UMKM Binaan HCML. ©Okedaily.com/Ist

Sambal Dapoer Haidar Produksi UMKM Binaan HCML. ©Okedaily.com/Ist

OKEDAILY, MADURA Husky CNOOC Madura Limited yang lebih dikenal HCML sebagai salah satu perusahaan migas yang ikut bermain di wilayah administratif kabupaten di Pulau Madura. Keberadaannya dinilai belum mampu berikan feedback positif ke masyarakat.

HCML merupakan salah satu perusahaan migas yang termasuk dalam Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Di Kabupaten Sampang maupun Sumenep, HCML memulai kegiatan eksplorasi sejak tahun 2017 silam. Namun hingga kini kerap menuai penolakan dari masyarakat sekitar di daerah yang menjadi lokasi kegiatan operasionalnya berlangsung, terutama di Kota Keris.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tercatat bukan hanya satu kali berbagai unsur masyarakat Bumi Arya Wiraraja melakukan aksi demonstrasi. Terakhir kali terjadi beberapa bulan lalu tepatnya pada Februari 2022 mahasiswa Pulau Raas yang tergabung dalam KMPR (Komite Mahasiswa Peduli Raas) menolak keberadaan Husky CNOOC Madura Limited.

Baca Juga :  Menelusuri Investasi dan Usaha PT WUS, Bagian 1 : SPBU Batang-Batang

Menyikapi berbagai macam penolakan tersebut, HCML diketahui juga melakukan sosialisasi serta jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) yaitu di Pulau Gili Genting dan Pulau Gili Raja, Kabupaten Sumenep, pada 16 Juni 2022 dan di Balai Desa Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, pada 14 September 2022.

Sebagai perusahaan Migas tentunya HCML diwajibkan untuk dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung terkena imbas kegiatan eksplorasinya, istilahnya harus memberikan Corporate Social Responsibility (CSR).

Baru-baru ini dalam Jatim Fair 2022 di Grand City Jalan Walikota Mustajab 1, Surabaya. Dapoer Haidar, salah satu UMKM di Pulau Mandangin yang merupakan binaan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) HCML memamerkan sambal racikannya.

Baca Juga :  Ketua AWDI Sumenep Apresiasi Atas Penahanan Para Penganiaya Dua Wartawan di Kota Keris

Hal tersebut kemudian mendapat tanggapan Faldy Aditya dari Aliansi Progresif Sumenep, yang belakangan kerap mensuarakan bermacam persoalan yang berkaitan dengan kebijakan dan pelayanan publik yang ada di Kota Keris.

“Tanpa maksud mengecilkan apa yang sudah dilakukan dan dicapai Dapoer Haidar sebagai UMKM binaan HCML di Sampang. Tapi kok lucu saja perusahaan Migas sebesar HCML baru mampu mengembangkan sambal,” ujar Faldy, Jum’at (14/10).

Apalagi, sambung Direktur Utama Rumah Karya Mediatama yang membawahi media Okedaily.com dan SuaraMadura.id tersebut, sampai sekarang Husky CNOOC Madura Limited atau HCML belum memberikan feedback positif ke masyarakat Kepulauan Sumenep.

“Di tengah disparitas Kepulauan Sumenep, kekayaan alam melimpah termasuk Migas yang dimiliki masih belum mampu memberi angin segar. Tidak terlihat manfaat kehadiran perusahaan Migas yang ada baik HCML ataupun KEI (Kangean Energy Indonesia),” tukasnya.

Baca Juga :  Perusahaan Upah Murah Petugas Parkir, Disnaker Sumenep Abai

Kemudian Faldy membeberkan, HCML pernah beralibi pada saat audiensi dengan warga Pulau Sapudi bahwa perusahaan tersebut belum wajib memberikan CSR karena kegiatannya baru bersifat eksplorasi bukan eksploitasi.

Padahal, lanjut Faldy, ketika perusahaan sudah melakukan intervensi terhadap masyarakat lokal, sudah menjadi keharusan untuk memberikan kontribusi dikarenakan keberadaannya telah memberikan dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif.

“Tetapi kita tetap harus berpikir positif jika nantinya HCML akan memberikan feedback yang signifikan dan maksimal,” tukas Faldy.

“Nantinya ya. Ya sekarang baru dimulai dengan sambal hasil produksi UMKM binaan HCML,” sindirnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Medco Energi Siapkan Pengeboran di Blok Madura Offshore, Pulau Sapudi Bakal Dikeruk Lagi?
Kredit UMKM Seret, Prof AQ Dorong BI Perkuat Transmisi Kebijakan ke Tingkat Bawah
Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah
TIM Cara’de Latih Warga Desa Tinggimae Kelola Usaha Secara Profesional
Le Cataya Hadirkan “Padel Experience”, Destinasi Olahraga dan Wellness Modern di Denpasar Timur
Perkuat Ekonomi Rakyat, Bupati Sumenep Dorong Koperasi Tumbuh Sehat dan Berdaya Saing
Mahasiswa KKN 02 Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Inovasi Olahan Jagung, Berikut Pelatihannya
Le Cataya Hadirkan Reformer Pilates di The Cakra Hotel Bali, Terbuka untuk Umum

Related News

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Medco Energi Siapkan Pengeboran di Blok Madura Offshore, Pulau Sapudi Bakal Dikeruk Lagi?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Kredit UMKM Seret, Prof AQ Dorong BI Perkuat Transmisi Kebijakan ke Tingkat Bawah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:34 WIB

TIM Cara’de Latih Warga Desa Tinggimae Kelola Usaha Secara Profesional

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:12 WIB

Le Cataya Hadirkan “Padel Experience”, Destinasi Olahraga dan Wellness Modern di Denpasar Timur

Latest News

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB

Bendera Merah Putih berkibar sebagai simbol kemerdekaan Indonesia. Namun, kemerdekaan juga perlu diukur dari sejauh mana rakyat menikmati keadilan, kesejahteraan, pekerjaan layak, pendidikan, dan akses terhadap sumber daya ekonomi. ®okedaily.com [Foto: Mashudi Surahman]

Editorial

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:38 WIB