Metamorfosa Facebook Menjadi Meta

- Redaksi

Jumat, 5 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okedaily.com – Mark Zuckerberg sebagai pencetus sekaligus pemilik media sosial terbesar di dunia memberikan kabar yang mengejutkan tentang keputusannya merubah Facebook menjadi Meta. Kamis (04/11).

Metaverse merupakan lingkungan online, selain dunia fisik yang menjadi tempat nyata lain bagi penggunanya dalam melakukan berbagai aktivitas.

Konsep metaverse sendiri, diperkenalkan pertama kali oleh Neal Stephenson pada tahun 1992 melalui novelnya yang berjudul Snow Crash.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inspirasi metaverse ciptaan Stephenson, berdasarkan teknologi hasil kreasi John Walker dan Jaron Lanier dari Autodesk yang menciptakan teknologi bernama virtual reality (VR).

Selama hampir 30 tahun pasca Stephenson memperkenalkan konsep metaverse, adalah Roblox ciptaan Erik Cassel dan David Baszucki, yang berhasil menghidupkan konsep kehidupan virtual menjadi nyata.

Baca Juga :  Perusahaan Upah Murah Petugas Parkir, Disnaker Sumenep Abai

Roblox sebagai perwujudan video gim era baru dengan mempersatukan kaidah-kaidah aplikasi komputer dan smartphone.

Selain tempat bermain gim, Roblox juga tempat berinteraksi sosial, melakukan jual beli dan pelbagai kegiatan lainnya, setelah sebelumnya berubah bentuk dari tubuh fisik menjadi avatar.

Dipengaruhi kesuksesan Roblox mewujudkan metaverse, Mark Zuckerberg mengubah Facebook menjadi “Meta” dalam arti metaverse.

Metaverse merupakan evolusi berikutnya dari jaringan sosial. Tempat di mana orang-orang dari seluruh dunia berkumpul untuk bersosialiasi, belajar, berkolaborasi, bermain dengan cara yang melampaui apa yang mungkin dapat dilakukan saat ini,” ujar Zuckerberg.

Keputusan Zuckerberg mengubah Facebook menjadi Meta, menurut Steven Levy dalam Facebook: The Inside Story (2020), merupakan upaya media sosial ini untuk bertahan hidup, agar tak mengalami nasib serupa Friendster ataupun MySpace.

Baca Juga :  Tingkat Kepercayaan Publik Pada Polisi Turun, Viral Hastag #PercumaLaporPolisi

Terlebih pada 2012, dengan uang senilai $2 miliar serta bonus $700 juta untuk pendirinya, Zuckerberg berhasil membeli Oculus, sebuah perangkat gim virtual reality bikinan Palmer Luckey dan John Carmack.

Oculus kata Zuckerberg, “mengguncang otakku”, saat dia mencobanya untuk pertama kali. Dia percaya bahwa Oculus dapat dimanfaatkan selain untuk bermain gim, misalnya menyimpan ingatan manusia dalam bentuk digital usai memanfaatkannya untuk merekam tindak-tanduk Max, putri Zuckerberg. “Ini benar-benar keren!” tegas Zuckerberg melihat potensi Oculus, yang dipercayanya dapat mengubah Facebook menjadi metaverse sesungguhnya.

Dengan mengubah nama Facebook menjadi Meta, Zuckerberg mengalihkan fokus perusahaan. Menurutnya, seperti dipaparkan Megan Graham untuk The Wall Street Journal, “Facebook hari ini (Meta) berbeda dengan Facebook dahulu.”

Baca Juga :  Polsek Medan Baru Swab Antigen Terhadap Karyawan dan Pengunjung Cafe di Kelurahan Babura

Ia bukan sebagai media sosial semata, tetapi bertransformasi menjadi platform digital (yang diberdayakan dengan Oculus) sebagai tempat bagi siapa pun di seluruh dunia melakukan kegiatan apa pun.

Sebuah strategi bisnis yang meniru langkah Google tatkala perusahaan yang didirikan Larry Page dan Sergey Brin itu merestrukturisasi perusahaan dengan membentuk Alphabet pada 2015 untuk membedakan divisi yang mengerjakan Search (sebagai inti usaha Google) dengan divisi lain alias Other Bets.

Kala Facebook berubah menjadi Meta, Zuckerberg mengemas aplikasi Facebook, Instagram, Messenger, dan WhatsApp menjadi satu kesatuan dalam naungan Family of Apps. Di sisi lain, dia meluncurkan Facebook Reality Labs guna mencoba peruntungan membangun metaverse. Inilah mimpi basah Zuckerberg untuk menguasa dunia.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah
Gathering HIPMI Bali Angkatan 2025 Perkuat Jejaring Pengusaha Muda
HIPMI Bali Gelar SYNC25 Gathering Angkatan 2025 untuk Perkuat Jejaring Pengusaha Muda
Masyarakat Sumenep Antusias Belanja di Pasar Murah Ramadhan 2026
TPID Sumenep Gelar Pasar Murah EPIK Mobile
Owner PR Cahaya Pro: Tidak Ada Pengusaha yang Mau Melawan Negara
Zulfikar Wijaya DPRD Bali Terima Aspirasi UMKM Warung Madura
Dirut Bungkam, Dugaan Kredit Tanpa Agunan di BPRS Bhakti Sumekar Kian Menguat

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 19:22 WIB

Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:21 WIB

Gathering HIPMI Bali Angkatan 2025 Perkuat Jejaring Pengusaha Muda

Senin, 9 Maret 2026 - 00:17 WIB

HIPMI Bali Gelar SYNC25 Gathering Angkatan 2025 untuk Perkuat Jejaring Pengusaha Muda

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:31 WIB

Masyarakat Sumenep Antusias Belanja di Pasar Murah Ramadhan 2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:45 WIB

TPID Sumenep Gelar Pasar Murah EPIK Mobile

Berita Terbaru

Ketum Hima Persis DKI Jakarta, Ihsan. ©okedaily.com/ist

Ekonomi Bisnis

Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah

Rabu, 8 Apr 2026 - 19:22 WIB

Verified by MonsterInsights