Jakarta Selatan, Okedaily.com – Ribuan petani, nelayan, dan buruh yang tergabung dalam Tani Merdeka Indonesia (TMI) menggelar aksi damai di Patung Kuda, Jakarta Selatan, pada 29 Agustus 2025. Aksi ini bertujuan menyampaikan aspirasi dan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Zulfikar Wijaya, Ketua Tani Indonesia Merdeka Prov. Bali, hadir bersama jajaran pengurus inti TMI Provinsi Bali. Ia menyatakan bahwa aksi ini merupakan wujud kecintaan dan dukungan kepada Prabowo Subianto. “Prabowo memiliki keseriusan mensejahterakan petani, dan para petani khususnya Bali sangat besar berharap atas kebijakan-kebijakan Prabowo yang berdampak positif bagi petani,” ujarnya.
Aksi ini diikuti sekitar 3.000 peserta dari 30 provinsi dan lebih dari 500 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Massa memberikan dukungan penuh untuk program swasembada pangan, food estate, pupuk bersubsidi, dan pembangunan lumbung pangan di setiap kabupaten.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan bahwa organisasinya menganut Prabowoisme. “Kami Tani Merdeka Indonesia menyatakan dengan tegas bahwa organisasi yang menganut, menyebarluaskan, dan mengajarkan ide dan gagasan Presiden Prabowo Subianto, kepada seluruh petani dan rakyat. Ajaran tersebut kami sebut dengan nama Prabowoisme,” katanya.

Setelah menyampaikan aspirasi di Patung Kuda, massa Tani Merdeka Indonesia bergerak menuju Kementerian Pertanian untuk mengikuti pengukuhan. Don Muzakir menambahkan, “Kita ingin pastikan sektor pertanian dapat terus tumbuh dengan berbagai kebijakan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kami Tani Merdeka Indonesia akan terus menjadi garda terdepan untuk mengawal program pemerintah.”
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengapresiasi soliditas jaringan Tani Merdeka. Ia berharap organisasi ini tidak hanya fokus pada advokasi, tetapi juga mengedukasi petani terkait kebijakan pemerintah. “Fokusnya dua. Pertama, mengadvokasi kepentingan petani apa pun keluh kesah petani. Kedua adalah fungsi top-down, menjadi organisasi petani yang mengedukasi petani terkait kebijakan pemerintah pusat,” pungkasnya.









