Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Regional

Sebab Refocusing, Masyarakat Pulau Sapudi Pupus Harapan Jalan PUD Mulus

Avatar of Okedaily
5
×

Sebab Refocusing, Masyarakat Pulau Sapudi Pupus Harapan Jalan PUD Mulus

Sebarkan artikel ini
Sebab Refocusing, Masyarakat Pulau Sapudi Pupus Harapan Jalan PUD Mulus
Jalan tersebut merupakan akses jalan utama warga Pancor untuk kelancaran perekonomian. ©H_Qq

Sumenep – Kondisi jalan PUD penghubung Desa Pancor dan Desa Prambanan Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep, Madura, dinilai sangat menghawatirkan pada saat menghadapi musim hujan.

Pasalnya, selain genangan air yang cukup banyak menyerupai kolam lele, kini juga kondisi jalan sangat licin dan membahayakan pengguna.

Kondisi jalan tersebut, kerap kali menjadi perbincangan masyarakat tiap melintas, bahkan tak banyak dari mereka menggerutu pada saat melewati jalan itu, karena dianggap jalan tersebut merupakan akses jalan utama warga Pancor untuk kelancaran perekonomian.

Seperti yang disampaikan oleh Faisol alias Guppong, warga Dusun Ro’korok Desa Pancor, saat dimintai argumennya oleh awak media okedaily.com, Senin (06/12).

Baca Juga :  Belanja Jasa Tenaga Kebersihan Pemkab Probolinggo TA 2021 Tidak Sesuai Ketentuan?

Faisol mengatakan, bahwa masyarakat setempat yang berlalu lalang di lokasi tersebut sudah cukup lama, hingga puluhan tahun menunggu perbaikan jalan yang dianggap sangat tragis itu.

Menurut dia, awal adanya pengukuran jalan yang dilakukan pada tahun 2018, hal itu menjadi sebuah kebanggaan, karena baginya pertanda jalan tersebut akan segera dimuluskan.

“Kami cukup bangga, jika ada pengukuran berarti tandanya sudah mau diperbaiki,” ujarnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Guppong itu mengaku, bahwa masyarakat setempat sudah lama menaruh harapan agar jalan tersebut segera direhab.

Karena menurut dia, selain kondisinya yang menghawatirkan, akses jalan tersebut merupakan jalan menuju destinasi wisata Taman Toggung (Kolam Sumber Batu Gong).

“Sangat tidak elok jika banyak pendatang berkunjung, sementara kondisi jalannya seperti medan pegunungan,” imbuhnya.

Nahasnya, masyarakat setempat pupus harapannya karena kerap kali dibuat menunggu terlalu lama untuk menikmati kemulusan jalan tersebut.

“Kemaren diisukan akan diperbaiki tahun 2020, sekarang sudah mendekati tahun terakir 2021, nyatanya tetap tidak ada, sepertinya kami diberi harapan palsu,” tandasnya.

Saat ini, musim penghujan membuat kondisi jalan tersebut semakin parah, ditambah lagi dengan adanya pekerjaan proyek drainase PU Bina Marga Sumenep, yang sedang dikerjakan, sehingga akses jalan semakin sempit dan mengakibatkan becek berlebihan.

Baca Juga :  MP3S Minta Hentikan Proyek RSUD Abuya, Lucu Kata KWK

Hingga berita ini ditayangkan, awak media kesulitan untuk menghubungi Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sumenep, Eri Susanto.

Pada saat dihubungi via telpon dirinya tidak merespon. Meskipun dihubungi melalui pesan WhatsAppnya, nampak hanya terlihat centang biru yang menandakan pesan konfirmasi awak media tersebut hanya dibaca.

Baca Juga :  Dua Hari Jabat Plt Ketum KNPI, Laode Umar Bonte Resmi Dipecat

Diketahui sebelumnya, jalan poros Desa Pancor- Prambanan itu, sempat diukur untuk diperbaiki. Informasinya, jalan tersebut termasuk rehabilitas jalan yang dianggarkan pada tahun 2019 dan 2020.

Namun, karena pandemi covid19 tidak kunjung usai, sehingga anggaran rehabilitas jalan di beberapa titik di Pulau Sapudi, direfocusing oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.