Diusulkan Jadi Cawapres, Gibran Dapat Gelorakan Generasi Muda Hadapi Stagnasi Demokrasi

- Redaksi

Selasa, 10 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spanduk dukungan warga NTT untuk Gibran. ©Property Media Indonesia

Spanduk dukungan warga NTT untuk Gibran. ©Property Media Indonesia

JAKARTA Menyeruaknya nama Gibran Rakabuming Raka yang diusulkan menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) Republik Indonesia periode 2024-2029 oleh sejumlah masyarakat, menjadi sebuah angin segar bagi iklim demokrasi di Indonesia. Hal ini, diyakini dapat membangkitkan antusias generasi muda untuk ikut berkontribusi pada kegiatan politik di Indonesia, ditengah tingginya indeks ketidakpedulian (apatis) generasi muda pada politik.

Subkhan Agung Sulistio, Sekretaris DPD Partai Gelora Indonesia Kota Tangerang Selatan, menyambut baik adanya usulan Gibran Rakabuming, sebagai Cawapres Prabowo Subianto pada perhelatan Pilpres 2024 mendatang.

Menurutnya, kehadiran Walikota Surakarta tersebut dapat dijadikan momentum untuk menggelorakan minat generasi muda pada dunia politik. Mengingat, tingginya kencenderungan apatis generasi muda pada politik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Bamus DPRD Sumenep Tetapkan Jadwal Pembahasan LKPJ Bupati 2024 dan Raperda

“Sejarah mencatat, generasi muda memiliki peran besar pada proses kemerdekaan Indonesia. Modal inilah yang seharusnya terus didengungkan. Sebab, hingga saat ini generasi muda masih memiliki semangat dan bekal yang cukup kuat untuk membawa Indonesia menjadi jauh lebih baik,” ujarnya.

Diusulkan Jadi Cawapres, Gibran Dapat Gelorakan Generasi Muda Hadapi Stagnasi Demokrasi
Subkhan Agung Sulistio, Sekretaris DPD Partai Gelora Kota Tangsel. ©Okedaily.com/Ist

Subkhan menilai, salah satu penyebab tingginya tingkat apatis generasi muda, disebabkan karena kurangnya ruang atau kesempatan yang diberikan kepada generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan politik guna mengekspresikan ide dan gagasan. Akibatnya, ruang-ruang diskusi kritis menjadi sepi peminat dan lambat laun menghilang.

“Semakin kesini, generasi muda hampir tidak pernah diberikan ruang yang cukup untuk menyampaikan dan mengaplikasikan ide serta gagasannya. Keberadaan generasi muda untuk terlibat dalam aktivitas politik cenderung dipandang sebelah mata. Inilah yang pada akhirnya membuat sebagian besar generasi muda apatis atau bahkan antipasti pada kegiatan politik,” cetusnya.

Baca Juga :  Celoteh Fahri Hamzah Siap Jadi Capres, Pengamat: Lebih Cocok Jadi Cawapres Puan, Rebut Suara Pemilih Rasional

Kalaupun diberi ruang, lanjut Subkhan, sejauh ini generasi muda hanya dilibatkan dalam gerakan festival politik yang bergerak pada tataran kemasan tapi tidak dilibatkan dalam konteks politik sesungguhnya. Generasi muda dijadikan sebuah gimmick politik untuk meraup suara pemilih muda yang signifikan.

Sebagaimana laporan yang dirilis Litbang Kompas Mei 2023, disebutkan bahwa warga yang berusia 40 tahun ke bawah memiliki persentase suara dominan pada Pemilu 2024. Mereka ini tergolong sebagai pemilih muda, berasal dari generasi Z dan generasi milenial, ada sebanyak 56 persen atau 115,6 juta orang dari total pemilih.

Sebab itu, Subkhan berharap, kehadiran Gibran yang diusulkan sebagai Cawapres dapat menjadi magnet bagi generasi muda untuk ikut terlibat pada kegiatan politik tidak lagi apatis atau antipati. Terlebih, Gibran memiliki track record yang mumpuni dalam memimpin Kota Surakarta, sehingga Gibran adalah tokoh muda yang tepat untuk kembali menggelorakan semangat generasi muda.

Baca Juga :  Menjelang Bebas, Anas Urbaningrum Tulis Surat Untuk Para Loyalis

“Saya menilai, Gibran adalah pilihan yang tepat untuk mewakili generasi muda. Kepiawaiannya memimpin Kota Surakarta dapat menjadi bekal untuk merangsek kedalam kegiatan kepemimpinan nasional. Sehingga tidak ada alasan untuk menolak kehadiran Gibran sebagai Cawapres pada perhelatan Pilpres 2024 mendatang,” ungkapnya.

Selain itu, Subkhan juga mendesak agar Mahkamah Konstitusi (MK) segera membuat keputusan yang tepat terkait dengan batasan usia Capres dan Cawapres Republik Indonesia, agar tidak terjadi stagnasi demokrasi. “Sebab generasi muda memiliki hak yang sama untuk menentukan nasib masa depan Bangsa dan Negara,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

De Gadjah: Kualitas Caleg Perempuan Lebih Penting dari Sekadar Kuota
Duet De Gadjah-AWK Disebut untuk Pilgub Bali 2030, Ini Tanggapannya
Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD
De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar
Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden
Dul Siam Minta Pemkab Tindaklanjuti Aspirasi dalam Musrenbang RKPD 2027
Simak Usulan Pokir DPRD Sumenep dalam Musrenbang RKPD 2027
Musrenbang RKPD 2027, Wabup Imam Pastikan Perhatikan Kepulauan

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:07 WIB

De Gadjah: Kualitas Caleg Perempuan Lebih Penting dari Sekadar Kuota

Senin, 4 Mei 2026 - 11:12 WIB

Duet De Gadjah-AWK Disebut untuk Pilgub Bali 2030, Ini Tanggapannya

Minggu, 26 April 2026 - 14:59 WIB

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 10:40 WIB

De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar

Selasa, 7 April 2026 - 17:25 WIB

Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:10 WIB