BADUNG, Okedaily.com – Divisi Pemberdayaan Perempuan dan Anak Rayon Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah-Syafiiyah (IKSASS) Badung bekerja sama dengan Lanud I Gusti Ngurah Rai menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Hidayatullah, Komplek Lanud I Gusti Ngurah Rai, Minggu (21/9/2025). Acara ini juga sekaligus memperingati 1 Dekade Harlah Hadrana IKSASS Badung.

Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Faldo L.H. Marpaung, M.P.M.D.S., dalam sambutannya menekankan pentingnya peringatan Maulid Nabi sebagai ajang mempererat silaturahim dan menumbuhkan semangat kebersamaan serta kedamaian untuk Bali dan Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mengapresiasi prakarsa kegiatan yang mulia ini. Jadikan peringatan Maulid sebagai momentum untuk meningkatkan iman, amal saleh, dan kesatuan bangsa. Maulid Nabi bukanlah sekadar rutinitas seremonial, tetapi momentum penting untuk meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad yang penuh kasih sayang, jujur, dan rahmat bagi seluruh alam,” ujarnya.

Ketua IKSASS Badung, Moh. Ipung, menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Lanud TNI, khususnya kepada Kolonel Pnb Faldo L.H. Marpaung, M.P.M.D.S. Ia berharap kerjasama ini dapat membawa manfaat dan menebar nilai-nilai keindahan Islam serta memberikan rahmat bagi seluruh alam.

Ust. Afif Sabil dalam tausiyahnya menyoroti pentingnya menanamkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW pada anak-anak sejak usia dini. “Mungkin saat ini mereka belum sepenuhnya memahami arti dan tujuan hadir ke acara peringatan Maulid ini, tetapi suatu saat mereka akan paham bahwa sejak dini mereka telah diajari oleh orang tuanya untuk mencintai Rasulullah,” katanya.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh Islam di Kabupaten Badung, termasuk jajaran PCNU Badung, MWC NU Badung, dan Majelis-Majelis Taklim di Kuta, Badung.
IKSASS sendiri merupakan organisasi perkumpulan alumni Pondok Pesantren Salafiyah-Syafiiyah Sukorejo. Salah satu pendirinya, KHR. As’ad Syamsul Arifin, telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia sejak era Presiden Joko Widodo. Saat ini, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh KHR. Ahmad Azaim selaku pengasuh ke-4.









