Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?

- Editorial Team

Rabu, 8 April 2026 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Pemuda Kepulauan Ra'as Sumenep, Nurifan Hairi. ©okedaily.com

Tokoh Pemuda Kepulauan Ra'as Sumenep, Nurifan Hairi. ©okedaily.com

OkeDaily.com Kepulauan Ra’as bukan sekadar titik koordinat di peta Kabupaten Sumenep, pulau ini adalah tanah dengan potensi ekonomi luar biasa yang dihuni oleh sumberdaya manusia tangguh. Namun, fakta di lapangan berbicara lain.

Hingga saat ini, Ra’as masih terjebak dalam romantisme kemiskinan dan keterbelakangan infrastruktur. Listrik yang sering padam, dan akses jalan yang rusak selama bertahun-tahun adalah potret buram yang seharusnya bisa diintervensi, jika ada sinergi antara pemerintah dan sektor swasta asal daerah.

Ada sedikit kontras yang menyakitkan, ketika kita menoleh ke Pulau Sapudi. Di sana, para pengusaha sukses, mulai aktif pulang kampung melalui kontribusi nyata bagi pembangunan. Mungkin karena mereka dirangkul, didengar, dan dilibatkan. Sebaliknya, di Kecamatan Ra’as, kita melihat adanya stagnansi komunikasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai putra daerah, saya melihat pemerintah kecamatan seakan kehilangan gairah untuk mengoordinasi para pengusaha sukses asal Ra’as yang tersebar di berbagai daerah, khususnya mereka yang memegang kendali bisnis di Bali. Pertanyaannya sederhana; Kenapa momentum mudik lebaran berlalu begitu saja tanpa satu pun forum dialog ekonomi?.

Baca Juga :  Cocoklogi Penjelasan Pimpinan Cabang BRI Sumenep

Para pengusaha sukses asal Ra’as memiliki tiga hal yang tidak dimiliki pemerintah seperti jaringan, modal, dan kelincahan. Jika pemerintah kecamatan mampu bertindak sebagai mediator yang progresif, para pengusaha ini bisa menjadi motor penggerak khususnya untuk hilirisasi produk lokal, membawa produk laut dan pertanian Ra’as langsung ke pasar nasional tanpa melalui tengkulak yang mencekik.

Penyediaan lapangan kerja, membangun unit usaha di tanah kelahiran agar pemuda Ra’as tidak lagi dipaksa keadaan untuk merantau ke Bali atau kota besar lainnya, hanya demi sesuap nasi. Akselerasi infrastruktur, melalui skema yang terarah untuk membantu masalah krusial seperti energi dan perbaikan infrastruktur.

Ada beberapa solusi taktis untuk pemerintah kecamatan Ra’as:
1. Pembentukan database diaspora Ra’as, Pemerintah harus segera melakukan pendataan valid terhadap pengusaha asal Ra’as di seluruh Nusantara. Tanpa data, koordinasi hanyalah omong kosong.
2. Digitalisasi forum komunikasi (Ra’as Economic Group) jangan menunggu pertemuan fisik setahun sekali. Bentuk wadah komunikasi digital seperti grup WhatsApp atau telegram yang berisi otoritas kecamatan, tokoh masyarakat, dan para pengusaha. Forum ini digunakan untuk melaporkan masalah pulau secara real time dan mendiskusikan peluang investasi.
3. Agenda tahunan Ra’as Business Forum” Manfaatkan bulan Ramadhan atau libur Idul Fitri bukan hanya untuk seremonial, tetapi sebagai forum investasi daerah. Pemerintah memaparkan potensi pulau, dan pengusaha memberikan masukan serta komitmen kontribusi.
4. Insentif dan Kemudahan Izin.Pemerintah kecamatan harus menjamin bahwa putra daerah yang ingin berinvestasi di tanah kelahiran diberikan karpet merah, bukan justru dipersulit dengan birokrasi yang berbelit.

Baca Juga :  Ribut-ribut di Tetangga Sebelah, Kebocoran APBD?

Kemajuan kepulauan Ra’as tidak bisa hanya digantungkan pada pundak kepala daerah atau anggaran negara yang terbatas. Ia butuh gotong royong modern. Jika pemerintah kecamatan masih “setengah hati” dan kurang semangat dalam merangkul para pengusaha kita sendiri, maka jangan salahkan jika Ra’as tetap akan menjadi penonton di tengah kemajuan pulau-pulau tetangga.

Baca Juga :  Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Sudah saatnya pemerintah kecamatan Ra’ad berhenti menjadi “penjaga kantor” dan mulai menjadi “penjemput bola” demi kesejahteraan rakyat Ra’as.

Oleh: Nurifan Hairi, Tokoh Pemuda Raas

Tulisan opini ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi media siber okedaily.com.

Kanal opini (kopini) media siber okedaily.com terbuka untuk umum. Maksimal panjang naskah 4.000 karakter, atau sekitar 600 kata.

Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri anda dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kirim ke alamat e-mail: opini@okedaily.com.

Facebook Comments Box

Sumber Berita: okedaily.com

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer
Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo
Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

Related News

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:54 WIB

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:13 WIB

Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Latest News

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB

Bendera Merah Putih berkibar sebagai simbol kemerdekaan Indonesia. Namun, kemerdekaan juga perlu diukur dari sejauh mana rakyat menikmati keadilan, kesejahteraan, pekerjaan layak, pendidikan, dan akses terhadap sumber daya ekonomi. ®okedaily.com [Foto: Mashudi Surahman]

Editorial

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:38 WIB