Dinas Pendidikan Sumenep Berikan Gaji Buta Kepada ASN SMPN 2 Ra’as?

- Editorial Team

Sabtu, 4 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ASN Penjaga Sekolah [gambar/jalurinfo]

Ilustrasi ASN Penjaga Sekolah [gambar/jalurinfo]

Okedaily.com, Sumenep – Seorang Penjaga di SMPN 2 (Sekolah Menengah Pertama Negeri) Ra’as, yang berlokasi di Desa Jungkat Kecamatan Ra’as, Kabupaten Sumenep, Madura, disinyalir mangkir dari tugasnya sebagai ASN di sekolah tersebut, selama berbulan-bulan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okedaily.com, Muhammad penjaga SMPN 2 Ra’as, yang berstatus sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) sering tidak masuk kerja dikarenakan lebih sering berada di Bali, tempat keluarga kecilnya bermukim.

“Muhammad sebagai penjaga sekolah sering bolos atau tidak masuk saat jam kerja, melihat kinerja penjaga sekolah tersebut, saya rasa sudah keterlaluan, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar salah satu warga Desa Jungkat, yang meminta agar dirahasiakan identitasnya, Sabtu (28/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, selama Muhammad meninggalkan tugasnya di SMPN 2 Ra’as, sudah ada kerabatnya yang menggantikan sebagai penjaga sekolah tersebut.

“Saat Muhammad balik ke Bali, ya ada yang ganti tugasnya, anak istrinya kan di Bali dek, terkadang berbulan-bulan disana baru ke Ra’as lagi,” ungkapnya.

Informasi yang disampaikan oleh salah satu warga Desa Jungkat tersebut, terkait penjaga sekolah sering bolos ini, dibenarkan oleh Kasek (Kepala Sekolah), RB. Roeska Pandji Adinda. Namun dirinya membantah jika Muhammad, sampai berbulan-bulan ketika meninggalkan tugasnya.

“Iya memang anak dan istrinya semua di Bali, anaknya semua sekolah Bali, sebelum saya tugas ke Ra’as memang sudah di Bali,” kata Kasek SMPN 2 Ra’as, Minggu (29/8) saat ditemui Okedaily.com dikediamannya.

“Tapi sejak saya bertugas disana (SMPN 2 Ra’as, red) sebelum covid, dia paling tidak setiap bulan datang selama setengah bulan, semua ada dokumentasi photonya, dan penjaga sekolah hanya satu, kurang TU (Tenaga Usaha),” tukas Roeska.

Terpisah, Saidi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, saat ditemui Okedaily.com dikantornya, Jum’at (3/9) menanggapi dengan akan segera menindaklanjuti hal tersebut, dan berterimakasih kepada awak media karena sudah memberikan informasi. Sebab dirinya mengaku belum adanya laporan  selama ini.

“Sebenarnya, mestinya itu kan ada laporan dari kepala sekolah, terus kalau kami tidak menerima laporan dari kepala sekolah kan tidak tahu, karena sudah ada informasi maka saya akan mencoba memanggil, ini tidak boleh dibiarkan harus ditindaklanjuti dan tidak boleh disembunyikan kasus-kasus seperti ini, akan kami buat BAP secara prosedural,” janji Saidi.

Sesuai Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008, setiap sekolah diwajibkan mempunyai penjaga sekolah. Penjaga sekolah bertugas menjaga keamanan sekolah dan lingkungan agar tercipta suasana aman, tertib, nyaman, dan berwibawa.

Baca Juga :  Restrukturisasi dan Penguatan, BEM Nusantara Daerah Jatim Gelar Rakerda di UIN SATU

Adanya penjaga sekolah yang memenuhi standar kompetensi sesuai dengan Permendiknas (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional), diyakini keamanan di sekolah akan berjalan dengan baik.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Tiga Pelajar Pulau Sapudi Wakili Sumenep di Jambore Nasional XII 2026
Pendidikan Seks Perlu Diajarkan di SMP dan SMA, Gus Yoga: Langkah Preventif Cegah HIV/AIDS dan Pernikahan Dini
Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Pajaran
Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Bangun Insinerator, Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Pajaran
Pelayanan Prima Dukcapil Gayam Sasar Siswa SMA Layak KTP
Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51
Dorong Pramuka Cetak Generasi Berintegritas dan Berjiwa Pengabdi, Ini Kata Bupati Sumenep
Dorong Pemerataan Pendidikan, DPRD Denpasar Usulkan Pembangunan SMP Baru di Sanur dan Pemogan

Related News

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Tiga Pelajar Pulau Sapudi Wakili Sumenep di Jambore Nasional XII 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Pendidikan Seks Perlu Diajarkan di SMP dan SMA, Gus Yoga: Langkah Preventif Cegah HIV/AIDS dan Pernikahan Dini

Senin, 27 Juli 2026 - 18:56 WIB

Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Pajaran

Senin, 27 Juli 2026 - 18:35 WIB

Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Bangun Insinerator, Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Pajaran

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pelayanan Prima Dukcapil Gayam Sasar Siswa SMA Layak KTP

Latest News