Satu Nama Kandidat pada Dua Gambar, Sejarah Kelam Konferensi PWI Sumenep 2025

- Editorial Team

Sabtu, 25 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi berlangsungnya konferensi PWI Sumenep XVI Tahun 2025 di Aula Bappeda Kabupaten Sumenep. ©Okedaily.com/Istimewa

Situasi berlangsungnya konferensi PWI Sumenep XVI Tahun 2025 di Aula Bappeda Kabupaten Sumenep. ©Okedaily.com/Istimewa

OkeDaily.com Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep XVI Tahun 2025, pada Sabtu (25/10), menuai kontroversi tajam setelah muncul dugaan manipulasi dalam proses pemilihan Ketua.

Dugaan ini mencuat lantaran surat suara yang dibagikan oleh panitia pelaksana kepada peserta konferensi PWI Sumenep 2025 hanya memuat satu nama kandidat pada dua gambar yang berbeda.

Untuk diketahui, konferensi PWI Sumenep 2025 terdapat dua calon ketua, masing-masing diantaranya, M. Syamsul Arifin dari wartawan Harian Birawa (petahana), dan Faisal Warid dari LPP RRI Sumenep (penantang).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends

Peristiwa ini disebut-sebut sebagai babak kelam dalam sejarah pelaksanaan konferensi PWI di tingkat daerah. Sejumlah anggota dan peserta yang hadir pun menilai, panitia telah mengabaikan prinsip demokrasi dan transparansi yang seharusnya menjadi dasar organisasi profesi wartawan.

“Kami kaget, saat menerima surat suara ternyata hanya tertulis satu nama calon di dua foto yang berbeda. Ini jelas mencederai semangat demokrasi dan kebebasan memilih,” ungkap sumber terpercaya okedaily.com.

Menurutnya, kondisi ini menimbulkan kecurigaan adanya rekayasa politik internal demi melanggengkan kepemimpinan tertentu. Hal ini akan menciptakan preseden buruk dalam sejarah berdirinya organisasi kewartawanan tertua tersebut.

Baca Juga :  Gunakan Fasilitas PTS, RSUD Moh Anwar Sumenep Percepat Layanan Kesehatan

Alih-alih menerima masukan peserta, justru panitia pelaksana malah enggan merespon dengan melanjutkan forum ini hingga pemilik nama asli (penantang) yang tercantum pada dua gambar surat suara terpilih secara aklamasi.

“Situasi sempat memanas ketika sejumlah peserta mencoba memprotes jalannya konferensi. Namun, forum tetap dilanjutkan hingga akhirnya salah satu calon yakni, Faisal Warid, dinyatakan terpilih secara aklamasi” ujarnya.

Akibat praktek kotor ini, sejumlah pihak dari kalangan jurnalis lokal turut menyayangkan kejadian tersebut, dan menyerukan agar tidak menjadi suatu contoh buruk bagi kalangan organisasi kewartawanan lainnya di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus SMSI se-Madura Raya 2025 di Keraton Sumenep

Ia juga menilai, setingkat PWI sistem demokrasinya masih seperti itu, sangat tidak elok. Kejadian ini, sambung dia, mencoreng marwah organisasi dan dapat menggerus kepercayaan publik terhadap integritas wartawan di daerah.

“PWI seharusnya menjadi contoh praktik demokrasi yang sehat, bukan justru mempertontonkan manipulasi seperti ini,” kata salah satu jurnalis senior di Sumenep, Sutrisno.

Para insan pers di Kota Keris pun mulai berasumsi “jangan-jangan kena serangan remang-remang”. Namun hingga berita ini diterbitkan, panitia pelaksana konferensi PWI Sumenep 2025 belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan manipulasi surat suara tersebut.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting
KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat
Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian
Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut
Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan
Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51
Hima Persis Jakarta Dorong Polda Metro Jaya Tegakkan Hukum Terhadap Koruptor
RSUD Moh Anwar Siapkan Kompensasi Jika Pelayanan Kesehatan Tak Sesuai SOP

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:37 WIB

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:32 WIB

KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:59 WIB

Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:14 WIB

Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:01 WIB

Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB