Anggota DPRD Denpasar Dorong Konsistensi Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Gede Tommy Sumerta Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Gerindra.

I Gede Tommy Sumerta Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Gerindra.

DENPASAR, Okedaily.com — Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Gerindra, I Gede Tommy Sumertha, menegaskan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah, desa/kelurahan, dan masyarakat dalam melaksanakan pengolahan sampah berbasis sumber.

Hal tersebut disampaikan menyusul rencana penutupan sistem pembuangan sampah terbuka (open dumping) di TPA Suwung yang dijadwalkan efektif per 1 Agustus 2026.

Menurut Tommy, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) telah menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung. Di antaranya pembangunan tiga unit Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta 23 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dari total 42 desa/kelurahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, mesin pengolah sampah di TPST Tahura 1 dan 2 ditargetkan mampu mengolah hingga 300 ton sampah per hari menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Sementara itu, TPST Kertalangu saat ini baru mampu mengolah sekitar 30 ton per hari dan diharapkan dapat ditingkatkan hingga 200 ton.

Baca Juga :  Polemik Privatisasi Pesisir di Sumenep, Antara Legalitas dan Kepentingan Publik

“Pengolahan di TPS3R juga harus diintensifkan dengan pengadaan mesin yang sesuai dengan tonase sampah yang masuk. Semua proses harus terus dievaluasi,” ujar Tommy.

Di sisi hulu, ia menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber oleh masyarakat, khususnya pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga. Program ini dilakukan melalui penggunaan teba modern, tong komposter, dan bag komposter yang didistribusikan secara bertahap.

Baca Juga :  Ketidakjelasan Program Sinau Bareng, ABS Audiensi Bersama Dispendik Kota Surabaya
Ilustrasi sampah diolah dari rumah tangga. Foto: AI.

Tommy menilai pola tersebut sedang berjalan dan perlu penguatan secara berkelanjutan agar mampu mengubah kebiasaan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya ekonomi sirkular.

Ia juga menyoroti peran swakelola sampah yang selama ini membantu proses pengangkutan. Menurutnya, pihak swakelola seharusnya turut berkomitmen dalam pengolahan sampah hingga pembuangan residu ke TPS3R.

Lebih lanjut, Tommy menyayangkan adanya aksi demonstrasi dari Forum Swakelola Sampah Bali yang meminta dibukanya kembali pembuangan sampah ke TPA Suwung dengan sistem open dumping, meskipun bersifat sementara.

“Hal itu bertentangan dengan komitmen pemerintah kota, kabupaten, provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengatasi persoalan sampah,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebijakan yang tidak konsisten berpotensi membingungkan masyarakat yang telah disiplin melakukan pemilahan sampah dari sumber.

Baca Juga :  Apa Masalahnya WFH? Solusi Hemat Energi di Tengah Geopolitik Memanas

Menurut Tommy, konsistensi kebijakan menjadi kunci, terlebih ke depan akan dioperasikan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang membutuhkan pasokan sampah kering terpilah sebagai bahan bakar.

“Jika tidak dibiasakan dari sekarang, maka persoalan sampah di Denpasar akan sulit diselesaikan,” ujarnya.

Tommy pun mendorong pemerintah agar tetap tegas dan konsisten dalam menegakkan aturan pengelolaan sampah sesuai regulasi yang berlaku, baik undang-undang, peraturan presiden, hingga peraturan daerah.

“Dengan komitmen bersama, saya yakin persoalan sampah bisa diatasi dan bahkan menjadi peluang ekonomi,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Alfin

Editor : Editor

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Denpasar Dorong Peningkatan Anggaran KONI demi Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken
Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep
Bali Teken MoU PSEL, DPRD Denpasar: Langkah Nyata Menuju Solusi Sampah
Zulfikar Wijaya Nahkodai Tani Merdeka di Bali, Tekankan Kerja Nyata untuk Petani
Pelantikan Tani Merdeka Indonesia Se-Bali, Pengurus Diminta Jadi Penggerak dan Pengawal Program Petani
Aspirasi Warga Sesetan Menguat, PemKot Berjanji Melakukan Penggantian Mesin dan Evaluasi Pengelolaan TPS3R Sesetan
TPS3R Sesetan Terima Sampah Luar Wilayah, DPRD Denpasar Soroti Dampak dan Kapasitas

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 11:10 WIB

DPRD Denpasar Dorong Peningkatan Anggaran KONI demi Pembinaan Atlet Berkelanjutan

Kamis, 23 April 2026 - 18:48 WIB

Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep

Rabu, 22 April 2026 - 08:10 WIB

Bali Teken MoU PSEL, DPRD Denpasar: Langkah Nyata Menuju Solusi Sampah

Selasa, 21 April 2026 - 10:45 WIB

Anggota DPRD Denpasar Dorong Konsistensi Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Selasa, 21 April 2026 - 10:32 WIB

Zulfikar Wijaya Nahkodai Tani Merdeka di Bali, Tekankan Kerja Nyata untuk Petani

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

Verified by MonsterInsights