De Gadjah Motivasi Napi Lapas Kerobokan: Jangan Jadi Alumni yang Rajin Reuni

- Editorial Team

Senin, 11 Mei 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

De Gadjah memberikan motivasi kepada para napi di Lapas Kerobokan,

De Gadjah memberikan motivasi kepada para napi di Lapas Kerobokan,

DENPASAR, OkeDaily.com – Pernah menjalani kehidupan di balik jeruji besi menjadi titik balik bagi Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, untuk mengubah hidupnya.

Dari masa lalu yang kelam, pria kelahiran Denpasar, 12 Mei 1981 tersebut kini dikenal sebagai sosok inspiratif yang aktif memberikan motivasi kepada masyarakat, termasuk warga binaan di Lapas Kerobokan.

Untuk kesekian kalinya, De Gadjah hadir di Lapas Kerobokan guna berbagi pengalaman hidup dan membangkitkan semangat para narapidana agar tidak kembali terjerumus ke dunia kriminalitas.

Seperti yang dilakukannya pada Sabtu (9/5/2026). Di hadapan warga binaan, De Gadjah mengaku tidak pernah melupakan masa lalunya. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai “alumni” Lapas Kerobokan.

“Pertama-tama saya mau bilang. Saya kesini bukan untuk ceramah sok suci ya. Karena saya juga Alumni sini. Jadi kalau ada yang Bilang saya tidak mengerti kehidupan Lapas. Wah salah orang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Inisial B Investasi Miliaran Rupiah pada PR Mulya Indah Milik Hayat

Dengan gaya santai diselingi humor, De Gadjah mencoba membangun kedekatan dengan para warga binaan. Namun di balik candaannya itu, tersimpan pesan mendalam tentang kehidupan dan perubahan diri.

“Tapi Jujur tempat ini mengajarkan saya banyak hal. Tentang hidup. Tentang teman. Tentang siapa yang benar-benar peduli. Saya tahu rasanya bangun pagi bukan karena alarm, tapi karena pintu dibuka. Saya tahu rasanya makan apa aja tetap dibilang enak. Karena pilihannya memang itu,” kenangnya.

Dalam kesempatan itu, De Gadjah juga mengingatkan warga binaan agar tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama setelah bebas nanti.

“Yang penting nanti keluar dari sini jangan jadi alumni yang rajin reuni. Sekali jadi alumni cukup. Jangan ambil S2 disini,” ingatnya.

Ia mengaku pernah merasa hidupnya telah berakhir ketika mendekam di penjara. Namun pengalaman itu justru menjadi awal perubahan besar dalam hidupnya.

Baca Juga :  Zulfikar Wijaya Ajak Pemuda Perkuat Ibadah dan Tebar Islam Damai di Media Sosial

“Dulu saya juga pernah berpikir hidup saya selesai. Tapi ternyata Tuhan belum selesai dengan hidup saya. Nanti kalau keluar hati-hati pilih teman. Karena kadang yang bikin kita masuk bukan kurang pintar, tapi terlalu percaya sama orang,” ujarnya.

De Gadjah juga menekankan bahwa setiap orang masih memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. “Baterai HP aja Bisa di-charge ulang, masa hidup kita tidak bisa,” ajaknya.

Menurutnya, dukungan keluarga menjadi salah satu alasan penting untuk bangkit dari keterpurukan. “Percaya atau tidak di luar sana masih ada orang yang berharap kalian berubah, mungkin orang tua, mungkin anak mungkin keluarga. Jangan buat mereka menunggu perubahan yang tidak pernah datang,” tandasnya.

De Gadjah mengajak warga binaan untuk tidak menyerah terhadap keadaan dan terus memperbaiki diri demi masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Aktivis HMI Soroti Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Langkat

“Tempat ini bisa mengurung badan, tapi jangan sampai mengurung mimpi dan harapan. Orang hebat bukan orang yang tidak pernah jatuh, tapi orang yang bisa bangkit tanpa menyalahkan dunia,” sebutnya.

“Saya berdiri di sini bukan karena hidup saya sempurna, tapi karena saya memilih untuk tidak menyerah. Kalau saya bisa bangkit, kalian juga bisa,” imbuhnya.

Menurutnya, masa depan tidak ditentukan masa lalu, tetapi keputusan kita saat ini untuk melakukan yang terbaik dengan niat yang baik.

“Dan dengan tekad untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin saya percaya, di balik setiap orang di sini, ada potensi besar yang belum sepenuhnya terlihat,” tukasnya.

“Nanti keluar dari sini, jangan hanya berubah penampilan, tapi berubah cara berpikir. Jadilah pribadi yang lebih kuat, lebih bijak, dan lebih bertanggung jawab. Bangkit, perbaiki diri, lebih hebat,” harapnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Alfin Syaifullah

Editor : Andrean Masrofie

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar
Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas
GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan
Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan
Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!
Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam
Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal
Dorong Pemerataan Kompetensi, SMSI Sumenep Minta SKK Migas Jabanusa Gelar UKW di Madura

Related News

Senin, 28 September 2026 - 20:49 WIB

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 13:53 WIB

Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!

Senin, 21 September 2026 - 19:07 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam

Latest News

Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Politik

Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:49 WIB