Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

- Editorial Team

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Bersatu Selamatkan Pulau. Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi bersatu soroti ancaman tambang migas di Pulau Sapudi, Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Mas'udi]

Bersatu Selamatkan Pulau. Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi bersatu soroti ancaman tambang migas di Pulau Sapudi, Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Mas'udi]

OkeDaily – Di salah satu pulau kecil yang luasnya hanya sekitar 167,38 kilometer persegi, Pulau Sapudi, sebuah suara mulai mengeras.

Bukan suara dari jalanan. Bukan pula teriakan massa. Melainkan suara para mantan aktivis mahasiswa yang kini kembali ke kampung halaman.

Alumni aktivis organisasi mahasiswa ekstra kampus (OMEK) yang tergabung dalam Cipayung Plus Pulau Sapudi menyatakan sikap menolak aktivitas pertambangan, khususnya kegiatan pengeboran minyak dan gas bumi (migas), di wilayah Pulau Sapudi.

Pertemuan itu mempertemukan sejumlah organisasi alumni aktivis, di antaranya KAHMI Sapudi, IKA PMII Sapudi, PA GMNI Sapudi, dan FOKAL IMM Sapudi.

Diskusi yang berlangsung panjang tersebut tidak berhenti pada persoalan ada, atau tidaknya migas di bawah laut Sapudi. Ragam pertanyaan yang mereka lempar jauh lebih mendasar.

Jika keuntungan ekonomi dijadikan alasan utama, siapa yang akan menanggung risiko ekologis ketika pulau kecil ini harus menerima dampaknya?.

Baca Juga :  KPRI RSUD Moh Anwar Sumenep Raih Penghargaan Koperasi Sehat

Para alumni aktivis menyatakan pandangan mereka dibangun melalui diskusi, kajian geologis serta focus group discussion (FGD) mengenai aktivitas pertambangan.

Kesimpulan yang mereka sampaikan tegas. risiko dan mudharat yang mereka khawatirkan dinilai lebih besar dibanding manfaat yang dijanjikan.

Ketika AMDAL Menjadi Pertanyaan Besar

Salah satu persoalan yang paling disorot adalah keterbukaan dokumen dan informasi mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Para alumni mempertanyakan sejauh mana masyarakat Pulau Sapudi mendapatkan akses terhadap dokumen lingkungan, kajian risiko, serta rencana mitigasi dampak aktivitas migas.

Baca Juga :  Rapimnas Tani Merdeka Indonesia, Zulfikar: Satukan Tekad Perjuangkan Kesejahteraan Petani

Menurut mereka, keterbukaan informasi lingkungan bukan sekadar formalitas administratif. Sebab masyarakatlah yang tinggal paling dekat dengan ruang ekologis yang berpotensi terdampak.

Ketertutupan informasi, jika benar terjadi, justru dapat memperbesar kecurigaan publik. Apa sebenarnya yang ada dalam dokumen AMDAL, dan seberapa besar wilayah yang berpotensi terdampak?.

Facebook Comments Box

Penulis : Mas'udi

Editor : Mashudi Surahman

Sumber Berita: OkeDaily

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar
Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Latest News