OkeDaily – Wacana perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan terus menuai perdebatan. Di tengah gencarnya sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep, penolakan justru datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep.
Sikap tersebut menjadi salah satu kesimpulan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menakar Urgensi Perubahan Nama Kabupaten Sumenep: Kepentingan Masyarakat atau Kepentingan Elit Politik?” yang digelar DPC GMNI Sumenep di Ayoka Cafe Sumenep pada Senin, 21 September 2026 malam.
Ketua DPC GMNI Sumenep, Roni Ardiyanto, menilai wacana perubahan nomenklatur belum dapat disebut sebagai kebutuhan mendesak bagi masyarakat Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, alasan bahwa perubahan nama diperlukan untuk meningkatkan perhatian pemerintah pusat maupun memperoleh dukungan fiskal khusus bagi wilayah kepulauan perlu diuji secara lebih mendalam melalui kerangka regulasi, bukan sekadar asumsi politik.
“Jika kita membedah RUU Daerah Kepulauan yang saat ini telah masuk dalam Prolegnas, Kabupaten Sumenep secara geografis dan demografis sudah otomatis dikategorikan sebagai kabupaten/kota kepulauan,” kata Roni.
“Artinya, tanpa harus mengubah nama pun, Sumenep tetap akan mendapatkan porsi bantuan dana khusus kepulauan dari pemerintah pusat,” lanjutnya.
Namun, klaim mengenai konsekuensi fiskal tersebut masih merupakan bagian dari perdebatan. RUU Daerah Kepulauan memang telah masuk Prolegnas Prioritas 2026 dan pembahasannya mencakup antara lain formulasi Dana Khusus Kepulauan.
Akan tetapi, RUU tersebut masih berada dalam proses pembahasan dan harmonisasi, sehingga konsekuensi finalnya terhadap setiap daerah belum dapat dianggap sebagai ketentuan yang sudah berlaku. Pada titik inilah membutuhkan dorongan semua pihak.
Perubahan Nama Jangan Berhenti pada Simbol
DPC GMNI Sumenep juga mempertanyakan manfaat langsung perubahan nomenklatur apabila tidak disertai perubahan kebijakan pembangunan.
Menurut Roni, perubahan nama berpotensi membawa konsekuensi administratif yang luas, mulai dari identitas pemerintahan, dokumen hukum hingga dokumen kependudukan masyarakat.
Karena itu, GMNI Sumenep menilai pembahasan mengenai perubahan nomenklatur seharusnya ditempatkan dalam kerangka yang lebih besar, apa dampak konkretnya terhadap kehidupan masyarakat kepulauan.
“Masyarakat kepulauan saat ini butuh pemerataan infrastruktur, perbaikan layanan kesehatan, akses pendidikan, dan kepastian ekonomi, bukan sekadar perubahan nama kabupaten,” ujar Roni.
“Makanya, kami DPC GMNI Sumenep tetap konsisten dan tegas pada satu sikap menolak perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
Penulis : Mashudi Surahman
Editor : Wandi Abdullah
Sumber Berita: OkeDaily
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya




![Sesi photo bersama DPC GMNI Sumenep sesuai menggelar FGD membahas wacana perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan di Ayoka Cafe Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260925_192404.jpg?v=1790339159)

![GMNI Sumenep menggelar mimbar bebas di depan Kantor Pemkab Sumenep. Mereka mempertanyakan urgensi dan manfaat konkret wacana perubahan nomenklatur. ®okedaily.com [Foto: Ahmad Fauzan]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_173301-225x129.jpg?v=1791285201)
![GPS saat menyampaikan aspirasi terkait tata kelola pemerintahan Desa Saobi kepada DPMD Kabupaten Sumenep. Audiensi tersebut menjadi ruang penyampaian sejumlah pertanyaan publik mengenai pelayanan, transparansi anggaran, partisipasi BPD dan aparatur desa, serta keterbukaan informasi. ®okedaily.com [Foto: Ahmad Fauzan]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_171734-225x129.jpg?v=1791281902)
![Perkuat barisan, SMSI Sumenep menggelar konsolidasi untuk mendorong media lokal Sumenep agar mampu menembus pasar nasional. ®okedaily.com [Foto: Dok. SMSI Sumenep]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_125423-225x129.jpg?v=1791266735)
![Kepala Disperkimhub Sumenep (kanan) bersama Kepala Bapenda Sumenep (kiri) saat operasi gabungan di Batuan. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_033315-225x129.jpg?v=1791263194)
![Petugas gabungan dari UPT PPD Sumenep, Bapenda, Satlantas Polresta Sumenep dan Disperkimhub melakukan Operasi Gabungan di Jalan Raya Sumenep-Lenteng. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_033236-225x129.jpg?v=1791262717)



![Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi saat membuka Pelatihan Literasi Jurnalistik, tegaskan sekolah harus melek pers di era digital. ®okedaily.com [Foto: Dok. SMSI Sumenep]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_132734-360x200.jpg?v=1790404289)
![Ketua PW GP Ansor Bali menegaskan bahwa kaderisasi adalah nyawa organisasi dalam sebuah agenda kaderisasi di Bali. ®okedaily.com [Foto: Dok. GP Ansor Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260919_193843-360x200.jpg?v=1789821895)
![Simbol Kebanggaan, Rektor Prof. Nurhayati, menyerahkan bendera kepada Dekan FKM UINSU. Penyerahan ini menjadi simbol semangat dan komitmen fakultas. ®okedaily.com [Foto: Kael Harahap]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260907_194012-360x200.jpg?v=1788785678)
![Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman. ®okedaily.com [foto: smsi jatim]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_183054-360x200.jpg?v=1788611300)
![Tim visitator Unhas meninjau langsung pelaksanaan PPK Ormawa 2026 tim cara’de di Desa Tinggimae. ®okedaily.com [foto: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260826_183343-360x200.jpg?v=1787744048)
