GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan

- Editorial Team

Jumat, 25 September 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sesi photo bersama DPC GMNI Sumenep sesuai menggelar FGD membahas wacana perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan di Ayoka Cafe Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Sesi photo bersama DPC GMNI Sumenep sesuai menggelar FGD membahas wacana perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan di Ayoka Cafe Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

OkeDaily – Wacana perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan terus menuai perdebatan. Di tengah gencarnya sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep, penolakan justru datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep.

Sikap tersebut menjadi salah satu kesimpulan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menakar Urgensi Perubahan Nama Kabupaten Sumenep: Kepentingan Masyarakat atau Kepentingan Elit Politik?” yang digelar DPC GMNI Sumenep di Ayoka Cafe Sumenep pada Senin, 21 September 2026 malam.

Ketua DPC GMNI Sumenep, Roni Ardiyanto, menilai wacana perubahan nomenklatur belum dapat disebut sebagai kebutuhan mendesak bagi masyarakat Sumenep.

Baca Juga :  Kasus Pencabulan Anak SD oleh Kepsek di Jembrana Berujung Pemecatan

Menurutnya, alasan bahwa perubahan nama diperlukan untuk meningkatkan perhatian pemerintah pusat maupun memperoleh dukungan fiskal khusus bagi wilayah kepulauan perlu diuji secara lebih mendalam melalui kerangka regulasi, bukan sekadar asumsi politik.

“Jika kita membedah RUU Daerah Kepulauan yang saat ini telah masuk dalam Prolegnas, Kabupaten Sumenep secara geografis dan demografis sudah otomatis dikategorikan sebagai kabupaten/kota kepulauan,” kata Roni.

“Artinya, tanpa harus mengubah nama pun, Sumenep tetap akan mendapatkan porsi bantuan dana khusus kepulauan dari pemerintah pusat,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?

Namun, klaim mengenai konsekuensi fiskal tersebut masih merupakan bagian dari perdebatan. RUU Daerah Kepulauan memang telah masuk Prolegnas Prioritas 2026 dan pembahasannya mencakup antara lain formulasi Dana Khusus Kepulauan.

Akan tetapi, RUU tersebut masih berada dalam proses pembahasan dan harmonisasi, sehingga konsekuensi finalnya terhadap setiap daerah belum dapat dianggap sebagai ketentuan yang sudah berlaku. Pada titik inilah membutuhkan dorongan semua pihak.

Perubahan Nama Jangan Berhenti pada Simbol

DPC GMNI Sumenep juga mempertanyakan manfaat langsung perubahan nomenklatur apabila tidak disertai perubahan kebijakan pembangunan.

Menurut Roni, perubahan nama berpotensi membawa konsekuensi administratif yang luas, mulai dari identitas pemerintahan, dokumen hukum hingga dokumen kependudukan masyarakat.

Baca Juga :  Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan

Karena itu, GMNI Sumenep menilai pembahasan mengenai perubahan nomenklatur seharusnya ditempatkan dalam kerangka yang lebih besar, apa dampak konkretnya terhadap kehidupan masyarakat kepulauan.

“Masyarakat kepulauan saat ini butuh pemerataan infrastruktur, perbaikan layanan kesehatan, akses pendidikan, dan kepastian ekonomi, bukan sekadar perubahan nama kabupaten,” ujar Roni.

“Makanya, kami DPC GMNI Sumenep tetap konsisten dan tegas pada satu sikap menolak perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Wandi Abdullah

Sumber Berita: OkeDaily

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar
Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas
Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan
Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!
Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam
Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal
Dorong Pemerataan Kompetensi, SMSI Sumenep Minta SKK Migas Jabanusa Gelar UKW di Madura
Kompeten! Prengki Wirananda Dinobatkan Terbaik UKW 2026 Tingkat Utama

Related News

Senin, 28 September 2026 - 20:49 WIB

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 13:53 WIB

Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!

Senin, 21 September 2026 - 19:07 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam

Latest News

Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Politik

Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:49 WIB