DENPASAR, Okedaily.com – Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, menilai pendidikan seks (sex education) perlu diterapkan di tingkat SMP dan SMA di Kota Denpasar sebagai langkah preventif untuk menekan penyebaran HIV/AIDS, mengurangi angka pernikahan dini, serta mencegah terjadinya pelecehan seksual.
Pernyataan tersebut disampaikan Ida Bagus Yoga Adi Putra yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Denpasar dalam Rapat Kerja DPRD Kota Denpasar pada 30 Juli 2026.
Menurutnya, pendidikan seks yang diberikan secara komprehensif bukan bertujuan mengajarkan perilaku seksual, melainkan membekali generasi muda dengan pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksi, risiko penyakit menular seksual, serta pentingnya menjaga diri dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam pergaulan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelajaran Pendidikan Seks (Sex Education) perlu diajarkan di tingkat SMP dan SMA di Kota Denpasar sebagai upaya untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS, mengurangi angka pernikahan dini, dan pelecehan seksual,” ujar Gus Yoga.
Ia menjelaskan bahwa melalui pendidikan seks yang komprehensif, para siswa akan memperoleh pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual, serta pentingnya menghormati diri sendiri dan orang lain dalam kehidupan sosial.
Gus Yoga berharap wacana tersebut dapat menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, sekolah, tenaga pendidik, serta orang tua. Menurutnya, kolaborasi semua pihak diperlukan agar materi pendidikan seks dapat disampaikan secara tepat, sesuai usia peserta didik, serta tetap memperhatikan nilai-nilai moral, budaya, dan karakter bangsa.
Ia menegaskan bahwa edukasi sejak dini merupakan salah satu langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan mampu menghindari berbagai perilaku berisiko yang dapat berdampak pada masa depan mereka.
Penulis : Redaksi
Editor : Okedaily
















![Petugas Disdukcapil Kecamatan Gayam melakukan perekaman KTP-el di SMA Negeri 1 Gayam. Pelayanan jemput bola ini menyasar siswa yang sudah berusia 17 tahun, agar memiliki identitas kependudukan. ©okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260720_195326-360x200.jpg?v=1784552029)
