KHR Ahmad Azaim Ibrahimy Beri Pulau Sapudi Peringatan

- Editorial Team

Kamis, 3 Februari 2022 - 11:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Foto : KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, saat 'Ngaji dan Do'a' di Pulau Sapudi Sumenep Madura Jawa Timur (c) Redaksi

Foto : KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, saat 'Ngaji dan Do'a' di Pulau Sapudi Sumenep Madura Jawa Timur (c) Redaksi

SUMENEP – Kepada masyarakat Sapudi Madura Jawa Timur, KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy berikan peringatan bahayanya penyakit hati pada setiap insan yang berakal, sebab tak lazim hanya sejumlah manusia saja yang mengalaminya.

Sebagaimana dikutip dari ceramah KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy pada acara ceramah akbar di Pulau Sapudi, beliau mengatakan bahwa dirinya selalu mewanti-wanti kepada seluruh jamaahnya agar tetap menjaga hatinya dengan bersih.

Menurut KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy, Kyai besar asal Kabupaten Situbondo itu, penyakit hati merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan berefek besar terhadap aspek kehidupan umat manusia.

KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy menjelaskan, penyakit hati kerap terjadi lantaran ketidak puasan manusia terhadap dirinya sendiri, hal itu karena didasari dengan mereka yang tidak mensyukuri terhadap apa yang Allah SWT berikan.

“Penyakit kedurhakaan pertama yang terjadi dalam sejarah alam semesta adalah ungkapan Ana Khairu Minhu,” ungkap KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy, pada saat acara ceramah di Pulau Sapudi, Senin (31/01) malam.

Ungkapan itu, dalam penjelasan KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy, merupakan respon Iblis yang diabadikan Al-Qur`an ketika Allah SWT menanyakan alasan mengapa ia tidak mau melaksanakan perintah, sujud hormat pada Nabi Adam AS.

Baca Juga :  Alternatif Pemuda Daulat Probolinggo Menolak UU TNI, Tak Ingin Orde Baru Terulang

Tokoh Ulama Jawa Timur yang memiliki puluhan ribuan santri tersebut mengatakan, bahwa barang siapa yang merasa dirinya lebih baik dari pada orang lain, maka ia termasuk dalam ciri-ciri orang yang mengidap penyakit hati.

“Senga’ tengate ja’ sampe’ akarettek e ate andhi’ pangrasa engko’ lebbi bagus dhari oreng laen (Bahasa Madura_awas hati-hati jangan sampai hati bergumam bahwa saya lebih baik dari orang lain),” pesan KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy.

Hal demikian, kata KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, jangan sampai menjadi kebiasaan. Sebab beliau mengkhawatirkan hal itu menjadi pertanda kita sedang terjebak dalam mengidap penyakit hati.

Baca Juga :  Cari Solusi Kesehatan Paru? Kunjungi Dokter Spesialis di RSUD Moh Anwar Sumenep

Pesan penuh makna KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy itu disampaikan pada saat mengisi safari ceramah di Kepulauan Sapudi, yang digelar oleh Ikatan Santri Alumni Syalafiyah Syafi’iyah atau IKSASS Rayon Sapudi, bertempat di Lapangan SMPN 1 Gayam.

Acara yang dikemas dengan “Ngaji dan Doa” itu diisi langsung oleh KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy dan dihadiri belasan ribu jemaah dari berbagai daerah di Pulau Sapudi. Seluruh jemaah antusias mengikuti seluruh kegiatan keagaman yang berlangsung degan tetap menerapkan Prokes.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar
Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Latest News