Bupati Wongsojudo Terbitkan SE Busana Santri pada HSN 2026

- Editorial Team

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Dalam rangka HSN 2026, Bupati Wongsojudo mewajibkan penggunaan busana muslim khas santri bagi seluruh ASN dan pegawai no-ASN di lingkungan Pemkab Sumenep melalui Surat Edaran resmi. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Dalam rangka HSN 2026, Bupati Wongsojudo mewajibkan penggunaan busana muslim khas santri bagi seluruh ASN dan pegawai no-ASN di lingkungan Pemkab Sumenep melalui Surat Edaran resmi. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

OkeDaily – Pemerintah Kabupaten Sumenep mewajibkan seluruh ASN dan pegawai non-ASN di lingkungan pemerintahan setempat mengenakan pakaian khas santri selama peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, mulai 19 hingga 22 Oktober 2026.

Kebijakan pemerintah daerah Sumenep tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 41 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Santri Nasional.

Penerapan aturan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap kontribusi santri dan ulama dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan ketentuan dalam surat edaran tersebut, pegawai laki-laki diwajibkan mengenakan sarung, baju muslim putih berlengan panjang, dan peci hitam.

Baca Juga :  Al-ansor Community Medan Gelar Berbagi Takjil dan Buka Bersama, Pererat Silaturahmi di Bulan Suci

Sementara bagi pegawai perempuan mengenakan sarong bine’, baju kurung polos berwarna putih, serta kerudung atau burgu’ berwarna putih.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar penyesuaian penampilan aparatur selama peringatan hari besar nasional.

Lebih dari itu, kata Bupati, penggunaan pakaian santri diharapkan menjadi pengingat atas perjuangan dan keteladanan para ulama serta santri dalam perjalanan sejarah bangsa.

Menurutnya, tradisi santri mengandung nilai-nilai penting yang relevan dengan pelaksanaan tugas pemerintahan, mulai dari kesederhanaan, keikhlasan, kedisiplinan, kejujuran, hingga semangat kebersamaan dalam melayani masyarakat.

Baca Juga :  Aksi Begal Merajalela, Emon Pertanyakan Keamanan Probolinggo

“Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk meneladani nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan yang diwariskan para santri dalam kehidupan sehari-hari,” kata Achmad Wongsojudo.

Meski demikian, Pemkab Sumenep memberikan pengecualian bagi pegawai yang menjalankan tugas dengan kebutuhan teknis dan operasional tertentu. Pengecualian tersebut dimaksudkan agar penerapan kebijakan tidak mengganggu kelancaran pelayanan publik.

Bagi Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, serta tenaga yang memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas tetap menggunakan pakaian dinas sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain menerapkan kebijakan berpakaian santri, Pemkab Sumenep juga menjadwalkan upacara bendera untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026 pada 22 Oktober 2026 di halaman Kantor Bupati Sumenep.

Baca Juga :  Sosok Dermawan Edi Kuswanto Jadi Harapan Baru Warga Lembung Timur di Pilkades 2029

Peringatan HSN 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, menegaskan pentingnya peran santri dalam memperkuat kehidupan berbangsa, menjaga nilai keagamaan, serta berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Bupati Wongsojudo berharap, semangat hari santri nasional 2026 tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun penggunaan pakaian khas santri.

Nilai-nilai perjuangan, kedisiplinan, dan pengabdian yang melekat dalam tradisi pesantren diharapkan dapat diterapkan oleh seluruh aparatur dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Hasan Al-Hakiki

Sumber Berita: OkeDaily

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026
Di Momen HSN 2026, Ketua DPRD Sumenep Pesan Santri Melek Teknologi dan Berakhlakul Karimah
Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Wabup Imam Tekankan Disiplin dan Integritas ASN
Jurnalis Sapudi Salurkan Ratusan Air Minum untuk Madrasah Diniyah
Kiai Yayan: Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Program tapi Teladan Rasulullah
Ratusan Jamaah Ikuti Pengajian Akbar FKS Nurul Jadid di Pulau Sapudi
Cetak Sejarah, Muktamar ke-35 Putuskan Ketua Umum PBNU Dipilih melalui AHWA
111 Calon Santri Dilepas ke Ponpes Sukorejo, IKSASS Badung Bekali Lewat Program FASSABIH

Related News

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Di Momen HSN 2026, Ketua DPRD Sumenep Pesan Santri Melek Teknologi dan Berakhlakul Karimah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Wabup Imam Tekankan Disiplin dan Integritas ASN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bupati Wongsojudo Terbitkan SE Busana Santri pada HSN 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Jurnalis Sapudi Salurkan Ratusan Air Minum untuk Madrasah Diniyah

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB

Dalam rangka HSN 2026, Bupati Wongsojudo mewajibkan penggunaan busana muslim khas santri bagi seluruh ASN dan pegawai no-ASN di lingkungan Pemkab Sumenep melalui Surat Edaran resmi. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Sosial Agama

Bupati Wongsojudo Terbitkan SE Busana Santri pada HSN 2026

Selasa, 20 Okt 2026 - 07:30 WIB