Gelombang Isu Korupsi Negeri

- Editorial Team

Minggu, 9 Maret 2025 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mely Rizkiana, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Malang. ©Okedaily.com/Istimewa

Mely Rizkiana, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Malang. ©Okedaily.com/Istimewa

OkeDaily.com – Beberapa pekan terakhir, tersebarnya berbagai macam kasus korupsi baik di tingkat daerah maupun pemerintah pusat, dari nominal kerugian berkisar miliaran sampai menembus angka triliunan yang tentunya sangat merugikan rakyat dan Negara.

Semua kasus terungkap dengan fakta dan data yang signifikan, terseretnya beberapa nama Kepala Daerah dan Kepala Pemerintah Pusat menjadi deretan pajangan kasus korupsi di Indonesia. Beberapa aset negara disita dari tangan-tangan yang tak bertanggung jawab.

Baca Juga :  Didukung Hantu, Pemilihan Kacong Cebbing Sumenep Hadirkan Aroma Mistis?

Kasus-kasus korupsi yang terungkap dibarengi dengan beberapa kebijakan pemerintah yang masih terbilang kontroversial. Per Oktober 2024, sejak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran dilantik, beberapa kebijakan pemerintah mulai dari arah kebijakan BPP tahun anggaran 2026 tentang prioritas pemerintahan prabowo-gibran.

Yang mana pendidikan dan kesehatan hanya menjadi prioritas pendukung dalam pemerintahan mereka hingga efisiensi sampai pemangkasan anggaran pendidikan menjadi deretan panjang kebijakan-kebijakan yang harus dikawal oleh warga masyarakat Indonesia.

Terkesan pengambilan kebijakan tidak berpihak pada masyarakat menengah kebawah dan hanya melindungi para investor yang akan menitipkan aset dan sahamnya kepada Indonesia

Baca Juga :  Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Lebih dari 13 kasus korupsi kelas kakap terungkap hingga maret 2025, pada kabinet merah putih ini. Tentu saja kasus-kasus tersebut bukan hanya terjadi di 1-2 tahun belakangan, tapi lebih dari 7-10 tahun kasus tersebut ada akhirnya di bongkar baru-baru ini.

Mulai dari kasus dana hibah NPCI, PT Antam Tbk, PT Timah, Import Gula, Tol Padang-Pekanbaru, LLC Lombok, Dana Desa, dan Pertamina Indonesia. Beberapa rentetan bersih-bersih untuk dokumentasi, akarnya bebas mungkin itu pemikiran atau opini yang timbul di masyarakat akhir-akhir ini.

Data-data yang terungkap tentunya sudah di kaji sedemikian rupa dengan proses yang panjang tidak mungkin di kaji selesai dalam 1 semester pendek kiranya. Tidak lain bahwa semua kasus tersebut terungkap bertepatan dengan peraturan-peraturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah, tidak melibatkan masyarakat, disahkan dalam kurun waktu yang sangat singkat.

Baca Juga :  Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Contoh kecil saja seperti BPI Danantara (Daya Anagata Nusantara) dimana sebuah proyek ini jadi, serta disahkan untuk mengelola aset negara yang digadang-gadang menjadi tempat pengelolaan uang negara bukan untuk belanja negara melainkan untuk investasi negara.

Ada dua kemungkinan yang akan terjadi ekonomi di Indonesia akan semakin maju atau malah sebaliknya, dengan gelontoran dana Rp14 ribu triliun untuk kekuatan, dan masa depan Indonesia cetus Presiden RI ke-8.

Mari sebagai masyarakat yang bijak kita mampu untuk mengkaji, mengkawal serta mengkritisi kinerja kerja pemerintah bukan untuk mengkritik saja tapi juga memberikan satu pengawasan dan pengawalan berbasis data dan fakta lapangan.

Baca Juga :  Bumdesma LKD Sumenep Siap Dukung Program MBG untuk Anak Sekolah

Bagaimanapun kinerja kerja yang sudah dilaksanakan masih banyaknya kejanggalan yang mengakibatkan masyarakat masih belum 100% percaya pada kinerja kerja pemerintah.

****

*) Oleh : Mely Rizkiana, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Malang.

*) Tulisan opini ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi media online okedaily.com.

*) Kanal opini (kopini) media online okedaily.com terbuka untuk umum. Maksimal panjang naskah 4.000 karakter, atau sekitar 600 kata.

*) Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri anda dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kirim ke alamat e-mail: opini@okedaily.com.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi
Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa
Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik
Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Related News

Minggu, 6 September 2026 - 15:37 WIB

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi

Jumat, 4 September 2026 - 10:27 WIB

Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Latest News

Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Politik

Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:49 WIB