“6 hari Vs 990 hari, Adalah dua cara negara bekerja, bergerak cepat ketika mau, dan berjalan lambat ketika ragu atau ketika ada sesuatu yang lebih besar sedang ditutup.”
OkeDaily.com – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, menunjukkan wajah negara yang pertama. Peristiwa terjadi pada, 12 Maret 2026. Enam hari kemudian pada, 18 Maret 2026, Puspom TNI sudah berdiri di depan publik, menyebut empat prajurit sebagai terduga pelaku, menahan mereka, dan memulai proses hukum secara terbuka.
Cepat, tegas, tanpa berputar-putar. Publik tidak diminta menunggu berbulan-bulan. Tidak ada drama “kami masih mendalami” tanpa arah. Tidak ada kesan tarik-ulur. Bahkan yang lebih penting, institusi tidak ragu menyebut bahwa pelaku berasal dari internalnya sendiri.
Tentu itu bukan sekadar penegakan hukum. Itu adalah pesan, bahwa hukum tidak boleh kalah oleh rasa sungkan terhadap seragam.
Namun, wajah negara yang lain terlihat jelas dalam kasus Novel Baswedan. Serangan terjadi pada, 11 April 2017 silam. Kemudian pelaku baru diumumkan pada, Desember 2019. Hampir tiga tahun waktu berjalan, tepatnya sekitar 2 tahun 8 bulan, untuk sampai pada satu titik yang seharusnya bisa dicapai jauh lebih cepat.
Dan ketika titik itu akhirnya dicapai, publik tidak menemukan jawaban, melainkan hanya potongan kecil dari sebuah cerita yang terasa belum lengkap.
Yang muncul adalah pelaku lapangan. Yang hilang adalah cerita di belakangnya. Padahal, serangan terhadap Novel bukan peristiwa acak, apa lagi ecek. Dia merupakan penyidik KPK yang menangani perkara besar, kala itu.
Novel diserang di ruang publik, dengan pola yang terencana, pada waktu yang sudah dipelajari. Logika sederhana pun mengatakan “ini bukan kerja satu atau dua orang tanpa arah”. Namun, arah itu tidak pernah benar-benar dibuka.
Pertanyaan yang paling mendasar justru dibiarkan menggantung, siapa yang menyuruh?, siapa yang merancang?, dan mengapa?.
Di tengah itu semua, muncul pula bayang-bayang yang lebih gelap “dugaan penghilangan barang bukti” tersangka yang sempat muncul lalu hilang, hingga proses yang terasa bergerak hanya setelah tekanan publik dan politik menguat.
Jika kasus Andrie menunjukkan keberanian membuka, maka kasus Novel justru menunjukkan kehati-hatian yang berlebihan, atau mungkin sesuatu yang lain.
Perbandingan ini bukan untuk menempatkan satu institusi lebih tinggi dari yang lain. Ini tentang standar. Tentang bagaimana seharusnya negara bekerja ketika berhadapan dengan kejahatan serius.
TNI, setidaknya dalam kasus ini, menunjukkan bahwa waktu tidak perlu panjang untuk menemukan pelaku. Cukup dengan keterbukaan, tidak harus ditunda. Dan institusi tidak akan runtuh hanya karena mengakui kesalahan anggotanya.
Sebaliknya, kasus Novel menjadi cermin bahwa lambatnya penanganan bukan sekadar soal teknis, tetapi bisa menjadi masalah kepercayaan. Karena dalam hukum, waktu bukan hanya angka. Waktu adalah kepercayaan yang terus tergerus.
Dan di antara 3 tahun dan 6 hari, kita belajar, kecepatan adalah awal dari kepercayaan, tetapi keberanian mengungkap sampai ke akar merupakan penentu keadilan yang sesungguhnya.
Namun seperti biasa, pasti ada Buzzer yang bertanya-tanya, kok bisa 6 hari terungkap jangan-jangan ini ngarang? sebab publik terbiasa menyimak institusi yang bertele-tele.
Penulis: Fauzi AS, Pemerhati Kebijakan Publik.
Tulisan opini ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi media online okedaily.com.
Kanal opini (kopini) media online okedaily.com terbuka untuk umum. Maksimal panjang naskah 4.000 karakter, atau sekitar 600 kata.
Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri anda dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kirim ke alamat e-mail: opini@okedaily.com.
Penulis : Fauzi AS
Editor : Mashudi S
Sumber Berita: okedaily.com





![Anggota DPRD Kota Denpasar, Gus Yoga minta Pemkot Denpasar tambah lifeguard dan sarana keselamatan di pantai Sanur dan sekitarnya. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260928_203534-225x129.jpg?v=1790603062)
![Wacana penerapan e-voting dalam Pilkades 2027 mendapat perhatian AWDI Sumenep yang meminta Pemkab Sumenep memastikan urgensi, kesiapan, keamanan dan transparansi sistem. ®okedaily.com [Foto: Mashudi Surahman]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260928_195301-225x129.jpg?v=1790600023)
![Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi saat membuka Pelatihan Literasi Jurnalistik, tegaskan sekolah harus melek pers di era digital. ®okedaily.com [Foto: Dok. SMSI Sumenep]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_132734-225x129.jpg?v=1790404289)
![Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_124404-225x129.jpg?v=1790401514)
![Bersatu Selamatkan Pulau. Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi bersatu soroti ancaman tambang migas di Pulau Sapudi, Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Mas'udi]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_115135-225x129.jpg?v=1790398456)
![Sesi photo bersama DPC GMNI Sumenep sesuai menggelar FGD membahas wacana perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan di Ayoka Cafe Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260925_192404-225x129.jpg?v=1790339159)


![Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi saat membuka Pelatihan Literasi Jurnalistik, tegaskan sekolah harus melek pers di era digital. ®okedaily.com [Foto: Dok. SMSI Sumenep]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_132734-360x200.jpg?v=1790404289)
![Ketua PW GP Ansor Bali menegaskan bahwa kaderisasi adalah nyawa organisasi dalam sebuah agenda kaderisasi di Bali. ®okedaily.com [Foto: Dok. GP Ansor Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260919_193843-360x200.jpg?v=1789821895)
![Simbol Kebanggaan, Rektor Prof. Nurhayati, menyerahkan bendera kepada Dekan FKM UINSU. Penyerahan ini menjadi simbol semangat dan komitmen fakultas. ®okedaily.com [Foto: Kael Harahap]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260907_194012-360x200.jpg?v=1788785678)
![Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman. ®okedaily.com [foto: smsi jatim]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_183054-360x200.jpg?v=1788611300)
![Tim visitator Unhas meninjau langsung pelaksanaan PPK Ormawa 2026 tim cara’de di Desa Tinggimae. ®okedaily.com [foto: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260826_183343-360x200.jpg?v=1787744048)
