BADUNG, Okedaily.com – Liburan tahunan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, dimanfaatkan sebagai momentum silaturahmi dan penguatan akhlak. Hal tersebut disampikan oleh Ketua IKSASS Badung, Moh. Ipung menirukan pesan dari KHR. Ahmad Azaim, Pengasuh PonPes Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.
Sebanyak 715 santri putra dan putri tiba di Bali pada tanggal 8 dan 9 Feb 2026 di Central Parkir Kuta, Kab. Badung sebagai bagian dari agenda liburan tahunan pesantren. Rombongan santri diberangkatkan menggunakan 11 unit bus, dengan kapasitas sekitar 65 santri per bus, dan didampingi oleh 11 pengurus IKSASS Badung, masing-masing satu pendamping alumni di setiap bus.
Ketua IKSASS Badung, Moh. Ipung, mengatakan rombongan santri berangkat dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, pada sekitar pukul 07.00 WIB dan tiba di Central Parkir Kuta, Badung, sekitar pukul 17.00 WITA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Liburan tahunan ini adalah agenda resmi pesantren. Setiap bus didampingi satu pengurus IKSASS Badung untuk memastikan santri tetap terarah dan tertib selama perjalanan,” ujar Moh. Ipung.
Ia menambahkan, sebelum keberangkatan, KHR. Ahmad Azaim memberikan pesan tegas agar liburan tidak dimaknai sekadar waktu beristirahat, melainkan tetap bernilai ibadah dan pengabdian.
“Kiai Azaim berpesan agar niat liburan diniatkan sebagai silaturahmi kepada keluarga dan kerabat, serta membantu keluarga maupun masyarakat sekitar, khususnya dengan ilmu yang telah diperoleh selama di pesantren,” ungkapnya.
Selain itu, Kiai Azaim juga menekankan pentingnya menjaga tradisi pesantren meski berada di luar lingkungan pondok.
“Amaliyah yang biasa dilakukan di pondok harus tetap dilaksanakan selama liburan, terutama menjaga adab dan akhlaqul karimah. Santri diminta menunjukkan karakter santri yang sesungguhnya di mana pun berada,” jelas Moh. Ipung mengutip pesan Kiai Azaim.
Setibanya di Bali, para santri disambut oleh Panitia PUJA IKSASS Badung bersama wali santri yang telah menunggu untuk menjemput putra-putri mereka. Proses kedatangan berlangsung tertib dan penuh kehangatan, dengan bantuan pengamanan Banser saat kedatangan agar kegiatan berjalan lancar.
Moh. Ipung menegaskan, pesan Kiai Azaim menjadi pedoman utama bagi santri selama menjalani liburan tahunan, khususnya bagi santri asal Bali.
“Liburan ini diharapkan melahirkan santri yang tetap berakhlak, bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat, serta mampu menjaga nama baik pesantren di mana pun berada,” pungkasnya.









