Plt Kacabdin Pendidikan Sumenep Disinyalir Lindungi Oknum Guru yang Lecehkan Wartawan

- Editorial Team

Sabtu, 25 Februari 2023 - 14:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Penampakan kantor cabang dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep. ©Okedaily.com

Penampakan kantor cabang dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep. ©Okedaily.com

OKEDAILY, MADURA – Plt Kacabdin Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Sumenep, Ali Afandi disinyalir melindungi anak buahnya, salah seorang Guru Kesenian SMA Negeri 1 Arjasa, Kabupaten Sumenep, yang telah melecehkan dan mengancam pewarta.

Dugaan tersebut timbul setelah Kacabdin Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Sumenep, yang saat ini dijabat Pelaksana Tugas atau Plt, acuhkan permohonan audiensi insan Jurnalis mengenai Guru SMA Negeri 1 Arjasa yang lecehkan serta ancam wartawan.

Padahal, surat permohonan untuk beraudiensi di hari Jumat, 24 Februari 2023, diketahui telah diserahkan ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Sumenep, hari Selasa, 21 Februari 2023 yang diterima oleh salah satu staf.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Dana Ratusan Juta Rupiah Raib, Pagar Pasar Batuan Sumenep di Lahan Sengketa

Tercantum dalam surat permohonan tersebut, apabila nantinya ada perubahan baik mengenai hari, tanggal, jam maupun tempat audiensi, dimohon agar dapat menginformasikannya.

Tetapi, setelah salah satu perwakilan wartawan yang tiba lebih awal di lokasi audiensi menyampaikan, bahwa Plt Kacabdin Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Sumenep tidak ada di kantornya.

Sementara Pemimpin Redaksi SuaraMadura.id, Faldy Aditya mengecam keras apa yang dilakukan Plt Kacabdin Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Sumenep, Ali Afandi dengan tidak mengindahkan permohonan audiensi dari lintas elemen masyarakat tersebut.

Baca Juga :  Mudik Gratis Santri 2025: Pemkab Sumenep Hadirkan Fasilitas untuk Pulang Kampung

“Semestinya Pak Ali Afandi dapat memberitahukan jika memang ada perubahan jadwal audiensi yang dimohonkan, bukan lalu seenak udelnya saja. Jadi tidak keliru jika kami, para kuli tinta menilai ada upaya melindungi pelaku,” ujarnya geram, Jumat (23/2).

Sebelumnya diketahui, Guru SMA Negeri 1 Arjasa berinisial JF dianggap telah melakukan pelecehan dalam bentuk penghinaan kepada wartawan media BagiBerita.id melalui percakapan WhatsApp pada Senin, 20 Februari 2023 kemarin.

“Wartawan apa? Wartawan abal-abal yg kerjaannya hanya jual abab? Apa tidak ada pekerjaan yang lebih bermanfaat dan bermakna?” isi pesan JF yang berstatus pegawai negeri sipil tersebut dengan kurang ajarnya.

Baca Juga :  SMSI Sumenep Gelar Pelatihan Literasi Jurnalistik, Wahyudi: Sekolah Harus Melek Pers

Bahkan kemudian, JF berani mengancam RD (inisial) wartawan media BagiBerita.id tersebut. “Segera hapus berita itu kalau hidup anda mau tenang.dan mau asyik memburu berita,” ancam Guru SMA Negeri 1 Arjasa itu.

Ketika tak merespon konfirmasi terkait ulahnya melalui panggilan telepon. JF pun membalas pesan WhatsApp yang dikirimkan dengan ketus. “Maaf, saya tidak kenal dan tidak tau anda,” ketiknya kepada perwakilan wartawan.

Sementara dari pengakuan sejumlah orang yang kenal dengan JF, baik itu temannya semasa sekolah hingga tetangga dekatnya mengatakan, bahwa Guru Kesenian SMA Negeri 1 Arjasa itu memanglah arogan.

Baca Juga :  BEM Nusantara DIY Kawal Pemilu 2024 Dengan Prinsip Kebangsaan

“Ini ngomongnya lepas-lepas memang karena ini memiliki dua versi agak w***a itu mas,” ungkap tetangganya yang dirahasiakan identitasnya. Selasa (21/02/23).

Selain sombong, oleh mereka yang mengenal JF juga menggambarkan dirinya sebagai sosok yang gemulai seperti seorang perempuan.

“Lakar pacacana saromben he b****ng mon tak sesuai ben alurra abekna (Memang bicaranya sembarangan kalau tidak sesuai dengan alur keinginannya, red),” beber temannya yang juga Alumni SMA Negeri 1 Arjasa Tahun 1996.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa Perduli Wampu Apresiasi Prestasi Kapolres Langkat

Sedangkan Ali Afandi, tidak menjawab panggilan WhatsApp yang dilakukan guna konfirmasi atas permohonan audiensi yang tidak dihiraukannya, hanya berkirim pesan singkat. “Maaf mas, barusan saya ditelpon pak Rusliy juga, bersamaan dengan sampeyan yang telpon,” tukasnya kepada perwakilan wartawan.

Terlepas dari pribadi JF yang tuai kontroversi, Plt Kacabdin Pendidikan Sumenep tidak seharusnya menganggap enteng apa yang dilakukan Guru SMA Negeri 1 Arjasa yang telah lecehkan dan ancam pewarta. Sanksi tegas tentunya diperlukan. (*)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Gelar Pelatihan Literasi Jurnalistik, Wahyudi: Sekolah Harus Melek Pers
Ketua GP Ansor Bali Sebut Kaderisasi adalah Nyawa Organisasi
Simbol Semangat dan Kebanggaan, Prof Nurhayati Serahkan Bendera ke Dekan FKM UINSU
Mendikdasmen Mu’ti Ingatkan Sekolah Tak Manipulasi Data Demi Anggaran Revitalisasi
Visitasi Internal Unhas Tinjau Pelaksanaan PPK Ormawa 2026 Tim Cara’de di Desa Tinggimae
Bulan Kemerdekaan, Tank Oreng Center Berbagi Ribuan Buku Tulis untuk Pelajar Sapudi
Tim Cara’de Unhas Berdayakan Pembudidaya, Ajarkan Buat Pakan Ikan Mandiri
Pemkab Sumenep Siapkan Lahan Sekolah Rakyat di Dekat Jalan Raya

Related News

Sabtu, 26 September 2026 - 13:38 WIB

SMSI Sumenep Gelar Pelatihan Literasi Jurnalistik, Wahyudi: Sekolah Harus Melek Pers

Sabtu, 19 September 2026 - 19:50 WIB

Ketua GP Ansor Bali Sebut Kaderisasi adalah Nyawa Organisasi

Senin, 7 September 2026 - 19:57 WIB

Simbol Semangat dan Kebanggaan, Prof Nurhayati Serahkan Bendera ke Dekan FKM UINSU

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WIB

Mendikdasmen Mu’ti Ingatkan Sekolah Tak Manipulasi Data Demi Anggaran Revitalisasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Visitasi Internal Unhas Tinjau Pelaksanaan PPK Ormawa 2026 Tim Cara’de di Desa Tinggimae

Latest News