Zulfikar Wijaya Ajak Masyarakat Jadikan Ramadhan Momentum Melahirkan Mujahid Peradaban

- Editorial Team

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENPASAR, Okedaily.com – Anggota Komisi I, Zulfikar Wijaya menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan harus dimaknai lebih dari sekadar ritual ibadah tahunan, tetapi sebagai momentum strategis untuk melahirkan mujahid peradaban yang berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Zulfikar Wijaya kepada media setelah kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Departemen Dakwah dan SBO Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Bali di , Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga :  PAKASA Bali Gelar Diskusi Budaya dan Ekonomi, Zulfikar Wijaya: Bali Rumah Bersama yang Harus Dijaga

Menurut Zulfikar, Ramadhan memiliki dimensi strategis dalam membentuk karakter umat Islam yang berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial. “Spirit Ramadhan harus melahirkan pribadi-pribadi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan sosial, kebangsaan, dan peradaban,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai Ramadhan seperti kejujuran, pengendalian diri, serta kepedulian sosial sangat relevan dalam membangun tatanan masyarakat yang adil dan beradab. “Jika spirit Ramadhan ini dihidupkan secara konsisten, maka umat Islam akan tampil sebagai pelopor perubahan yang menyejukkan dan solutif,” kata Zulfikar.

Zulfikar juga mengajak generasi muda untuk menjadikan Ramadhan sebagai ruang pembinaan diri dan peningkatan kapasitas intelektual serta moral. Menurutnya, mujahid peradaban adalah mereka yang mampu menghadirkan nilai Islam dalam kerja nyata, baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun politik.

Baca Juga :  Zulfikar Wijaya Dorong Optimalisasi Peran Olahraga Masyarakat untuk Perkuat Solidaritas Sosial Warga Desa

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini menjadi bagian dari ikhtiar dakwah untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan penguatan pemahaman dan kesiapan spiritual umat Islam di Bali.

Facebook Comments Box

Penulis : Redaksi

Editor : Editor

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

111 Calon Santri Dilepas ke Ponpes Sukorejo, IKSASS Badung Bekali Lewat Program FASSABIH
Zulfikar Wijaya Ajak Pemuda Perkuat Ibadah dan Tebar Islam Damai di Media Sosial
Tommy Sumertha DPRD Denpasar Rayakan Idul Adha Bersama Mushalla Nur Baety
Anggota DPRD Bali Dorong Pelayanan Maksimal Bagi Jemaah Haji
IPTU Iskandar Santuni Anak Yatim, Wujud Kepedulian Polri
Kanwil ImiPas Sumut Gandeng HBB Medan Bagikan Ribuan Paket Sembako
Di Bulan Suci RSUD Moh Anwar Sumenep Layani dengan Hati
Aziz Shabibi Berbagi Berkah, Bukber dan Santunan Anak Yatim di Myze Hotel

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:53 WIB

111 Calon Santri Dilepas ke Ponpes Sukorejo, IKSASS Badung Bekali Lewat Program FASSABIH

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:58 WIB

Zulfikar Wijaya Ajak Pemuda Perkuat Ibadah dan Tebar Islam Damai di Media Sosial

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:16 WIB

Tommy Sumertha DPRD Denpasar Rayakan Idul Adha Bersama Mushalla Nur Baety

Minggu, 26 April 2026 - 21:12 WIB

Anggota DPRD Bali Dorong Pelayanan Maksimal Bagi Jemaah Haji

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:26 WIB

IPTU Iskandar Santuni Anak Yatim, Wujud Kepedulian Polri

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB