De Gadjah: Kualitas Caleg Perempuan Lebih Penting dari Sekadar Kuota

- Redaksi

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

De Gadjah bersama kader-kader perempuan Gerindra di Bali. Foto: Gerindra Bali

De Gadjah bersama kader-kader perempuan Gerindra di Bali. Foto: Gerindra Bali

DENPASAR, Okedaily.com – Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempertegas kewajiban partai politik memenuhi kuota minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon legislatif (caleg).

Menurut De Gadjah, putusan tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati seluruh partai politik. Ia menilai keterwakilan perempuan dalam politik perlu terus diperkuat agar proses pengambilan kebijakan semakin inklusif dan mampu mencerminkan kepentingan seluruh lapisan masyarakat.

Ia menilai putusan MK dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat representasi perempuan di parlemen, termasuk di Bali. Namun demikian, keterwakilan perempuan tidak cukup hanya diukur dari jumlah caleg yang didaftarkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun yang lebih penting bukan hanya jumlah perempuan yang masuk dalam daftar caleg, lanjutnya, melainkan bagaimana mereka diberikan ruang, kesempatan, dan dukungan untuk benar-benar berperan serta menjadi pemimpin yang mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Sumenep Sidak Pembangunan TPA Kecamatan Arjasa, Ini Hasilnya

De Gadjah menegaskan tantangan terbesar partai politik dalam memenuhi kuota perempuan bukan semata persoalan administrasi, melainkan bagaimana membangun kaderisasi yang berkelanjutan. Menurutnya, politik membutuhkan proses panjang, pengalaman, serta kesiapan yang matang. Karena itu, partai politik harus aktif mencari, membina, dan mendampingi kader perempuan sejak dini.

“Tantangan utamanya adalah kaderisasi jangka panjang. bukan hanya menjelang pemilu,” sebutnya saat diwawancarai, Jumat (29/05/2026).

Terkait anggapan bahwa kuota perempuan selama ini hanya menjadi syarat administratif, De Gadjah mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan seluruh partai politik.

“Saya tidak ingin menggeneralisasi semua partai. Tetapi yang harus dibangun adalah kesempatan yang setara dalam proses pengambilan keputusan, kepemimpinan partai, dan kontestasi politik,” ujarnya.

Baca Juga :  De Gadjah Dipercaya Pimpin Dewan Pembina PBFI Bali

Menurutnya, ancaman sanksi bagi partai yang tidak memenuhi kuota perempuan di daerah pemilihan tertentu akan mendorong partai politik lebih serius dalam menyiapkan kader perempuan. Namun, ia berharap fokusnya bukan semata-mata menghindari sanksi, melainkan benar-benar membangun kepemimpinan perempuan yang kuat dan berkelanjutan.

De Gadjah juga memberikan apresiasi terhadap kiprah perempuan yang saat ini duduk di lembaga legislatif. Ia menilai banyak legislator perempuan telah menunjukkan kapasitas, integritas, dan kontribusi yang signifikan dalam proses pengambilan kebijakan. Terkait kondisi di Bali, De Gadjah menilai peluang perempuan untuk masuk ke dunia politik semakin terbuka. Kendati demikian, kesempatan tersebut tetap perlu diperjuangkan melalui komitmen partai politik dalam membuka ruang yang lebih luas.

“Bali memiliki banyak perempuan hebat di berbagai bidang, baik pendidikan, usaha, sosial, maupun pemerintahan. Tugas partai politik adalah membuka ruang yang lebih luas agar potensi tersebut juga hadir dalam kepemimpinan politik dan kebijakan publik,” jelasnya.

Baca Juga :  Zulfikar Wijaya Nahkodai Tani Merdeka di Bali, Tekankan Kerja Nyata untuk Petani

Ia juga berharap apabila ketentuan tersebut nantinya dimasukkan dalam revisi Undang-Undang Pemilu, implementasinya tidak berhenti pada pemenuhan angka semata. Yang perlu diperhatikan, kata dia, adalah penguatan kaderisasi, pendidikan politik, dan mekanisme yang mendorong perempuan memiliki peluang nyata untuk terpilih. Tidak hanya fokus hanya pada angka 30 persen, tetapi harus memastikan hadirnya perempuan-perempuan yang kompeten, berintegritas, dan mampu memperjuangkan kepentingan rakyat.”

“Bagi kami di Gerindra Bali, perempuan bukan sekadar pelengkap kuota. Perempuan adalah bagian penting dari kepemimpinan, pembangunan, dan masa depan Bali. Karena itu, keterwakilan perempuan harus dibangun melalui kaderisasi yang baik, kesempatan yang setara, dan kualitas kepemimpinan yang kuat,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duet De Gadjah-AWK Disebut untuk Pilgub Bali 2030, Ini Tanggapannya
Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD
De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar
Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden
Dul Siam Minta Pemkab Tindaklanjuti Aspirasi dalam Musrenbang RKPD 2027
Simak Usulan Pokir DPRD Sumenep dalam Musrenbang RKPD 2027
Musrenbang RKPD 2027, Wabup Imam Pastikan Perhatikan Kepulauan
Ketua DPRD Sumenep Soroti Program MBG, Siap Sidak Dapur SPPG

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:07 WIB

De Gadjah: Kualitas Caleg Perempuan Lebih Penting dari Sekadar Kuota

Senin, 4 Mei 2026 - 11:12 WIB

Duet De Gadjah-AWK Disebut untuk Pilgub Bali 2030, Ini Tanggapannya

Minggu, 26 April 2026 - 14:59 WIB

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 10:40 WIB

De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar

Selasa, 7 April 2026 - 17:25 WIB

Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden

Berita Terbaru

Uncategorized

Casino non AAMS: guida completa alla registrazione, bonus e sicurezza

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:57 WIB

Uncategorized

Casino non AAMS sicuri: passi e metodi per scegliere il sito giusto

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:56 WIB