Ditengah Ketidaksiapan Menjelang Penutupan TPA Suwung Masih Menggunakan Sistem Open Dumping

Avatar of Okedaily

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri I Gede Tommy Sumertha Anggota DPRD Kota Denpasar. Sebelah kanan TPA Suwung (Sumber dari wacanabali.com). ©Okedaily.com

Dari kiri I Gede Tommy Sumertha Anggota DPRD Kota Denpasar. Sebelah kanan TPA Suwung (Sumber dari wacanabali.com). ©Okedaily.com

DENPASAR, Okedaily.com – Anggota DPRD Kota Denpasar, I Gede Tommy Sumertha, menilai Pemerintah Kota Denpasar belum sepenuhnya siap menghadapi rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung jika benar ditutup pada tgl 23 desember 2025 yang selama ini masih menggunakan sistem open dumping. Ia menegaskan, kalaupun penutupan TPA diperpanjang tanpa kesiapan infrastruktur dan perubahan pola pengelolaan sampah justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Tommy menekankan, pemerintah kota semestinya memprioritaskan penyediaan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis sumber, berupa tebe vertikal atau tabung komposter untuk seluruh rumah tangga di Denpasar yang jumlahnya mencapai 345.833 unit. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak boleh lagi bertumpu pada TPA semata, tetapi harus dimulai sejak dari rumah tangga.

“Mindset lama harus diubah. Sampah bukan untuk dibuang secepatnya dari depan rumah ke TPA, tetapi harus dikelola dan diolah sejak di sumber, saat pengangkutan, di TPS3R, TPST, hingga di tempat pengolahan akhir,” tegasnya, Senin (22/12).

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Pemkot Denpasar baru membangun 5.717 tebe vertikal dan 12.699 tabung komposter yang ditempatkan di fasilitas umum, sekolah dan gedung pemerintah. Jumlah tersebut baru mencakup sekitar 5,32 persen dari total kebutuhan ideal sebanyak 345.833 unit, sehingga dinilai belum mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah pasca-penutupan TPA Suwung.

Anggaran percepatan pembuatan tebe vertikal dan tabung komposter dapat bersumber dari APBD Kota Denpasar, APBDes, Dana BTT, penyisihan dana hibah, serta program CSR, sehingga penyediaan infrastruktur di tingkat rumah tangga dapat dipercepat secara terukur dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Selain itu, Denpasar saat ini memiliki 24 TPS3R, 1 TPS3R baru di Sesetan dan 3 TPST yang perlu segera dilengkapi dengan mesin pengolahan seperti gibrik maupun incinerator. Namun, Tommy menilai optimalisasi fasilitas tersebut tetap harus dibarengi dengan disiplin pemilahan sampah dari sumber.

Ia juga menegaskan peran swakelola sampah harus diperkuat, dengan ketentuan bahwa pengangkutan hanya dilakukan terhadap sampah yang telah dipilah. “Kalau sampah masih tercampur, jangan diangkut. Ini penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat,” ujarnya.

Terkait pengolahan akhir, Tommy menyebutkan bahwa pemerintah pusat melalui Danantara tengah memproses pembangunan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada lahan seluas 4 Ha yang telah disiapkan oleh Pemkot di kawasan TPA Suwung yang ditargetkan rampung pada 2028. Namun, ia mengingatkan agar PSEL tidak dijadikan satu-satunya solusi.

Baca Juga :  Satukan Persepsi, Pemprov Akan Gelar Rakor dengan Seluruh Bupati dan Walikota se-Bali

“PSEL itu solusi jangka menengah-panjang. Yang mendesak sekarang adalah kesiapan di hulu. Tanpa pengelolaan dari sumber, beban akan tetap menumpuk di hilir,” kata politisi tersebut.

Ia pun mendorong Pemkot Denpasar untuk lebih serius menyusun peta jalan pengelolaan sampah yang terintegrasi, realistis, dan berpihak pada perubahan perilaku masyarakat, agar penutupan TPA Suwung tidak berujung pada krisis sampah baru di Kota Denpasar.

Pelibatan desa/Kelurahan dan Desa Adat dalam pengolahan dan pemilahan sampah berbasis sumber mesti diikuti penyiapan prasarana infrastruktur tebe vertikal/tabung komposter yg menjadi tanggung jawab pemerintah kota.

“Sehingga arah penanganan semakin jelas; pemerintah menyiapkan infrastruktur nya, desa/kelurahan, Desa Adat menggerakan masyarakat untuk memilah sampah di sumber,” terangnya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Administrasi, UIN Madura Jadi Pionir Digital Governance
Profil Imran Harahap: Suara Muda, Arah Baru
Oknum Brimob Aniaya Bocah hingga Tewas, Ini Sikap Sakinah
Rayakan Anniversary KanalNews, Ribuan Warga Padati Somber Rajeh
Malam Resepsi HPN 2026, SMSI Sumenep Hadirkan Kominfo Jawa Timur
Dewan Redaksi Okedailycom Ucapkan HPN 2026, Tekankan Pers Berintegritas
IWO Sumenep Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung pada Moment HPN 2026
Pesan Sekjen APSI di HPN: Pers Harus Menjadi Penjaga Akal Sehat Publik

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:54 WIB

Bukan Sekadar Administrasi, UIN Madura Jadi Pionir Digital Governance

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:32 WIB

Profil Imran Harahap: Suara Muda, Arah Baru

Senin, 23 Februari 2026 - 18:31 WIB

Oknum Brimob Aniaya Bocah hingga Tewas, Ini Sikap Sakinah

Senin, 16 Februari 2026 - 13:04 WIB

Rayakan Anniversary KanalNews, Ribuan Warga Padati Somber Rajeh

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:25 WIB

Malam Resepsi HPN 2026, SMSI Sumenep Hadirkan Kominfo Jawa Timur

Berita Terbaru

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, nampak sibuk dan bersemangat mengawasi pagelaran pasar murah Ramadhan 2026 di Kota Sumenep. ©okedaily.com/istimewa

Ekonomi Bisnis

Masyarakat Sumenep Antusias Belanja di Pasar Murah Ramadhan 2026

Kamis, 26 Feb 2026 - 20:31 WIB