“Kami berharap seluruh wali santri dapat menyerahkan sepenuhnya putra-putrinya kepada pengasuh dan pengurus pesantren untuk dibina. Kepada para santri, patuhi seluruh aturan dan arahan pesantren agar proses penyerahan berjalan lancar, tertib, dan aman,” katanya.
Sementara itu, Ketua IKSASS Badung, Moh. Ipung, berharap seluruh calon santri mampu memanfaatkan kesempatan belajar di pesantren dengan sebaik-baiknya sehingga menjadi generasi yang berilmu dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Harapan kami, adik-adik santri benar-benar menimba ilmu dengan tekun sehingga memperoleh ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Ipung menjelaskan FASSABIH menjadi bagian penting dalam proses pembinaan awal karena memberikan pengenalan menyeluruh mengenai lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo beserta seluruh aktivitas yang akan dijalani santri baru.
Ia juga menegaskan bahwa IKSASS Badung terus membangun hubungan harmonis dengan santri, wali santri, alumni, dan masyarakat Bali melalui silaturahmi serta komunikasi yang baik sehingga keberadaan organisasi dapat diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Ipung, keunggulan Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo tidak hanya terletak pada pendidikan keagamaan, tetapi juga pendidikan formal yang telah berkembang sejak dekade 1980-an.
Selain mencetak lulusan Ma’had Aly yang diakui secara nasional, para santri juga mampu meraih berbagai prestasi akademik maupun nonakademik di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Penulis : Alfin
Editor : Firman Rusyadi
Sumber Berita: Okedailycom
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















