Kredit UMKM Seret, Prof AQ Dorong BI Perkuat Transmisi Kebijakan ke Tingkat Bawah

- Editorial Team

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Dr. Achsanul Qosasi, Guru Besar FEB Universitas Airlangga, menyampaikan pandangannya terkait tantangan transmisi kebijakan moneter Bank Indonesia di sektor riil. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Prof. Dr. Achsanul Qosasi, Guru Besar FEB Universitas Airlangga, menyampaikan pandangannya terkait tantangan transmisi kebijakan moneter Bank Indonesia di sektor riil. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Jakarta, OkeDaily – Pergantian nahkoda Bank Indonesia (BI) membawa dua sisi mata uang antara harapan dan PR besar. Destry Damayanti, calon Gubernur BI yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto, dituntut untuk memastikan kebijakan moneter tidak berhenti di pasar keuangan, tapi benar-benar mendarat di sektor riil dan dirasakan rakyat.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Prof. Dr. Achsanul Qosasi, menilai ada jurang besar antara efektivitas kebijakan stabilitas makro dengan penyaluran akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan mikro.

Baca Juga :  Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan pada Desember 2026

“Pertanyaan paling mendasar yang harus dijawab oleh pimpinan BI berikutnya adalah sampai di mana kebijakan moneter itu berhenti” ujar Prof. AQ, karib disapa, pada Kamis (13/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, transmisi kebijakan moneter punya dua sisi yakni, biaya dan akses. Dari sisi biaya, kenaikan BI-Rate 100 basis poin dari 4,75% ke 5,75% memang sukses menahan guncangan rupiah yang meredam volatilitas nilai tukar dan disambut positif oleh pasar finansial.

Baca Juga :  Keberadaan BUMDes di Sumenep, Semua Ditargetkan Terdaftar Tahun Depan

Tapi masalahnya, kata Prof. AQ, ketenangan di pasar modal itu tidak berbanding lurus dengan kondisi usaha kecil. Data menunjukkan penyaluran kredit modal kerja untuk UMKM justru mengalami perlambatan.

“Sinyal biaya bekerja dengan cepat di pasar keuangan. Namun, sinyal akses bagi sektor usaha bawah justru tersendat. Ketika indikator makro tampak membaik, penyaluran kredit modal kerja untuk usaha kecil malah mengalami perlambatan. Di sinilah letak kemacetan transmisi moneter kita,” jelasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Wandi Abdullah

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa
MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?
Medco Energi Siapkan Pengeboran di Blok Madura Offshore, Pulau Sapudi Bakal Dikeruk Lagi?
Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah
TIM Cara’de Latih Warga Desa Tinggimae Kelola Usaha Secara Profesional
Le Cataya Hadirkan “Padel Experience”, Destinasi Olahraga dan Wellness Modern di Denpasar Timur

Related News

Jumat, 11 September 2026 - 17:53 WIB

Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?

Selasa, 1 September 2026 - 11:20 WIB

OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:40 WIB

MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Medco Energi Siapkan Pengeboran di Blok Madura Offshore, Pulau Sapudi Bakal Dikeruk Lagi?

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB