Badung, Okedaily.com – 126 Calon Santri Pondok Pesantren Salafiyah-Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo mengikuti kegiatan Fasabbih oleh Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah-Syafiiyah (IKSASS) Kab. Badung, 23 Juni 2025.
Fasabbih adalah kegiatan pembekalan atau persiapan terhadap calon-calon santri yang akan mondok di Pesantren Sukorejo.
Menurut Sekretaris Panitia Fasabbih, Miftah, kegiatan ini berlangsung 22-27 Juni 2025 yang bertempat di tiga lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pertama, Kantor IKSASS Badung di Tuban ; Kedua, Gedung Aula milik Bpk. Hairi di Kelan, Yayasan Baitul Amin di Nusa Dua,” jelasnya.
Adapun beberapa kegiatan yang diajarkan meliputi Pembinaan Al-Qur’an, Pembekalan Mental, Pengenalan Pondok, Pesantren Kilat 24 jam.
“Jadi ketika sampai pondok para calon santri tidak lagi kaget, karena mereka sudah kita kenalkan dan bekali disini (Bali),” tambahnya Miftah.
Selain itu, Ust. Rizki selaku pemateri saat acara pembukaan Fasabbih menambahkan, bahwa tujuan Fasabbih juga memberikan informasi kepada wali santri tentang Ponpes Sukorejo dan bagaimana seharusnya menjadi wali santri.
“Jadi bapak/ibu gak usah terlalu khawatir, percayakan anak-anak ibu kepada kami dan pesantren. Insya Allah pesantren akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak bapak/ibu menjadi anak yang sholeh dan sholeha,” katanya.
Ketua IKSASS Badung, Ipung menerangkan, bahwa IKSASS sebagai tangan panjang pesantren di masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memudahkan kepentingan-kepentingan pesantren dan masyarakat, khususnya dalam pengurusan Calon Santri Baru.
Hampir satu bulan penuh, 26 Juni – 25 Juli 2025 kami melayani para calon santri baru untuk mendaftar di Kantor IKSASS Badung.
“Mulai dari penerimaan pendaftaran atau input data, memberikan informasi terkait kebijakan dan persyaratan sebagai santri baru, mengadakan pembekalan (Fasabbih), dan pendampingan rombongan dari Bali menuju Pesantren Sukorejo,” terangnya.
Setelah sampai di pesantren, IKSASS Badung mendampingi para calon wali santri mendaftarkan anak-anaknya di pesantren.
“Pendampingan dari tes urine, validasi data, pembayaran, penetuan asrama, penyerahan Santri baru kepada Pengasuh dari Wali Santri, dan mengarahkan kepada Kepala Kamar/Asrama,” ungkapnya.
Jumlah calon santri baru di Badung mengalami peningkatan. Tahun 2024 berjumlah 92, saat ini 2025 berjumlah 126. Berarti mengalami peningkatan 34 anak.
“Hal ini menunjukkan, bahwa masyarakat semakin percaya terhadap kualitas Ponpes Sukorejo,” katanya.









