Ni Luh Djelantik Kritik MBG, De Gadjah Sepakat Audit dan Evaluasi, Tolak Program Dihentikan

- Editorial Team

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Made Muliawan Arya alias De Gadjah di Dapur MBG.

Made Muliawan Arya alias De Gadjah di Dapur MBG.

DENPASAR, Okedaily.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik setelah muncul sejumlah masukan terkait pelaksanaannya di lapangan.

Sejumlah tokoh di Bali sepakat bahwa program strategis pemerintah tersebut perlu terus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya anak-anak, petani, dan pelaku usaha lokal.

Sorotan terhadap program unggulan Presiden RI itu datang dari Anggota DPD RI dapil Bali, Ni Luh Djelantik, yang mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan yang baik, namun implementasinya perlu mendapat perhatian serius agar sesuai dengan cita-cita awal yang diharapkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari awal tyang sudah sampaikan sangat mengapresiasi program Presiden RI, namun dalam penerapannya sangat menyimpang dari apa yang beliau cita-citakan,” ujarnya, Jumat (05/06/2026).

Luh Djelantik menilai audit menyeluruh menjadi langkah penting untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran program. Selain itu, ia mengusulkan agar pelaksanaan MBG lebih banyak melibatkan masyarakat di tingkat akar rumput.

“Tyang minta audit menyeluruh dan memberikan kewenangan pada orang tua (prioritas keluarga tidak mampu), kantin sekolah dan juga desa untuk melaksanakan program tersebut. Ekonomi desa pasti berputar,” tegasnya.

Baca Juga :  Dikenal Dekat Kekuasaan, Kepala Sekolah di Kangean Main Proyek

Menurutnya, pelibatan desa, keluarga penerima manfaat, serta kantin sekolah dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas sekaligus memperkuat pengawasan terhadap program.

Di sisi lain, Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau De Gadjah, menegaskan bahwa berbagai kritik dan masukan yang muncul harus dijadikan bahan evaluasi untuk penyempurnaan program, bukan alasan untuk menghentikannya.

“Jangan hanya bicara setop, tapi kerja nyata mencari solusi bersama dan membenahi untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Yang dibutuhkan bukan menghentikan perjuangan,” ujar De Gadjah.

Menurut De Gadjah, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun yang lebih penting adalah memastikan program tetap berjalan sambil terus diperbaiki agar manfaatnya semakin maksimal.

“Perbedaan pendapat adalah hal biasa dalam demokrasi. Yang terpenting bukan sekadar menghentikan program, tetapi bagaimana memastikan rakyat mendapatkan manfaat yang nyata,” katanya.

Baca Juga :  Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang dapat dihasilkan dari program MBG, mulai dari peningkatan gizi anak hingga terbukanya pasar bagi hasil pertanian dan produk UMKM lokal.

“Selama ada anak yang bisa makan lebih baik, petani yang bisa menjual hasil panennya, dan masyarakat yang merasakan manfaatnya, maka yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kekurangan, bukan menghentikan perjuangan,” ujarnya.

Dalam pandangannya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari efek berganda yang ditimbulkan terhadap pergerakan ekonomi masyarakat desa.

De Gadjah menghormati setiap masukan, kritik, maupun usulan perbaikan yang disampaikan berbagai pihak. Menurutnya, kritik yang konstruktif sangat diperlukan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin tepat sasaran, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Justru kritik yang konstruktif sangat diperlukan agar Program Makan Bergizi Gratis semakin tepat sasaran, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ditemukan di lapangan. Jika terdapat hal-hal yang belum tepat dalam pelaksanaannya, menurut dia, hal tersebut perlu dibenahi tanpa menghilangkan semangat membantu anak-anak Indonesia memperoleh gizi yang lebih baik hanya karena persoalan teknis yang masih dapat diselesaikan.

Baca Juga :  Kader PMII Bangkalan Boikot Kantor PB PMII, Lecehkan PMII Jatim?

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan program MBG sebenarnya cukup sederhana, yakni ketika anak-anak mendapatkan asupan makanan yang lebih baik, petani dan pelaku UMKM lokal merasakan manfaat ekonomi, perputaran ekonomi desa meningkat, serta anggaran negara benar-benar kembali untuk kepentingan rakyat. Karena itu, yang dibutuhkan adalah pengawasan yang kuat, evaluasi yang jujur, dan semangat gotong royong untuk memperbaiki program, bukan saling menyalahkan.

Menurutnya, audit dan evaluasi terhadap program sangat diperlukan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan. Namun, ia mengingatkan agar upaya meningkatkan gizi anak-anak Indonesia tidak terhenti hanya karena adanya berbagai kekurangan yang masih bisa diperbaiki.

“Audit boleh, evaluasi wajib, perbaikan harus dilakukan. Tapi jangan sampai perjuangan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia justru terhenti,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Alfin

Editor : Firman Rusyadi

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Prengki Wirananda Lulus UKW Utama, SMSI Sumenep Apresiasi Capaian Pengurusnya
Kabar Gembira! Pemkab Sumenep Ringankan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen
Agar Akses Lancar, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda
DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan
Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan
Rancang Masa Depan Gunggung: Musdes Matangkan Program 2027 di 4 Sektor
Stand Bappeda Sumenep Juara MCF 2026, Arif: Ini Buah Kekompakan dan Semangat Pengabdian
Rakor DPW AWDI Jakarta, Matangkan Persiapan Pelantikan pada Oktober 2026

Related News

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Prengki Wirananda Lulus UKW Utama, SMSI Sumenep Apresiasi Capaian Pengurusnya

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

Kabar Gembira! Pemkab Sumenep Ringankan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen

Senin, 7 September 2026 - 19:38 WIB

Agar Akses Lancar, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda

Minggu, 6 September 2026 - 09:34 WIB

DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan

Minggu, 6 September 2026 - 06:47 WIB

Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB