Denpasar Diterjang Banjir, Gede Tommy DPRD Denpasar Soroti Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan

- Editorial Team

Selasa, 30 September 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alur sungai yang berada di wilayah Denpasar menyempit akibat sedimentasi, sampah.

Alur sungai yang berada di wilayah Denpasar menyempit akibat sedimentasi, sampah.

Denpasar, Okedaily.com – Banjir yang melanda Kota Denpasar pada 10 September 2025 lalu menjadi sorotan serius DPRD Kota Denpasar. I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Gerindra dari Komisi III, menyampaikan keprihatinannya saat Kunjungan Kerja Komisi II dan Komisi III DPRD Kota Denpasar ke Pasar Badung dan Kumbasari, Senin (29/9/2025).

Gede Tommy Sumertha Anggota DPRD Kota Denpasar Komisi III dari kiri no 6 memakai baju biru dan celana putih saat Kunjungan Kerja Komisi II dan Komisi III DPRD Kota Denpasar ke Pasar Badung dan Kumbasari, Senin 29 September 2025.

Tommy menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang mencapai 318 mm/hari, berdasarkan catatan BMKG. Kondisi ini diperparah oleh alih fungsi lahan yang masif menjadi pemukiman di kawasan hulu seperti Sading, Darmasaba, Peguyangan, Ubung, Binoh, yang merupakan catchment area Tukad Badung, Tukad Mati, dan kawasan kintamani, payangan, ubud, bongkasa, Sibang, Peguyangan Kangin, Oongan, Kesiman yang merupakan catchmen area Tukad Ayung.

Baca Juga :  Pengambilalihan PD IPA Kota Medan, Hafizul Choiri Saragih : Ada Yang Janggal
Menurut Tommy, Perlu dipasang alat deteksi dini banjir yang terkoneksi pada semua bangunan air, bendung yang ada di Sungai Tukad Badung, Tukad Mati dan Tukad Ayung.

“Alih fungsi lahan menyebabkan penurunan koefisien infiltrasi dan peningkatan run off, sehingga air hujan langsung melimpas ke sungai,” ujarnya. Selain itu, pendangkalan, sedimentasi, bangunan yang melanggar sempadan sungai, serta sampah juga memperparah kondisi Tukad Badung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alur sungai yang menyempit akibat sedimentasi, sampah.

Menanggapi hal ini, Tommy mendesak agar segera dilakukan kajian teknis terhadap perubahan tata ruang dan alih fungsi lahan untuk mitigasi bencana ke depan. Ia menekankan pentingnya perbaikan, normalisasi, serta perawatan rutin dan kontinu alur sungai dan drainase di Kota Denpasar. Langkah-langkah ini perlu mempertimbangkan besarnya limpasan air dan berkurangnya penyerapan air ke dalam tanah.

Baca Juga :  Pulau Biak Terdampak Banjir : Papera Bali Salurkan Bantuan
I Gede Tommy Sumertha saat mengunjungi warga terdampak banjir 10 September 2025.

Tommy berharap Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas PUPR, PUPR Provinsi Bali, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida dapat segera melaksanakan program normalisasi sungai, perkuatan tebing sungai, pengerukan sedimen, penegakan aturan sempadan sungai dan saluran, pemasangan alat deteksi dini banjir (flood early warning system), serta program merawat sungai dan saluran.

Baca Juga :  Zulfikar Wijaya DPRD Bali Tinjau Lokasi Banjir di Pulau Biak, Warga Keluhkan Tumpukan Sampah

Dalam penanganan pasca banjir, Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh OPD, DPRD, TNI Polri, Kecamatan, desa/kelurahan, Kaling/Kadus, organisasi kemasyarakatan, DPD Bali dan DPC Denpasar Partai Gerindra, dan masyarakat saling bahu membahu melakukan penyelamatan, pembersihan, dan penyaluran bantuan. Pendataan korban banjir juga telah dilakukan melalui Tim Verifikasi Pendataan Kerusakan Dampak Bencana yang dibentuk oleh Wali Kota Denpasar.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi
Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan
Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi
Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta
Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya
Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum
Tag :

Related News

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:10 WIB

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:40 WIB

AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi

Latest News

Penyerahan bantuan dari PPM HCML 2026 kepada 5 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Desa Kalowang. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan setempat. ®okedaily com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:10 WIB

Proses pembuatan pupuk organik

Nasional

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:54 WIB