Koordinator Pendamping Desa se-Kecamatan Akan Panggil Pengurus PNPM-MPD UPK Sapeken

- Editorial Team

Selasa, 15 Februari 2022 - 01:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Andi Fairuz, Koordinator Pendamping Desa se-Kecamatan Sapeken, minggu depan akan panggil Pengurus PNPM-MPD UPK Sapeken, Madura, Jawa Timur © Redaksi

Andi Fairuz, Koordinator Pendamping Desa se-Kecamatan Sapeken, minggu depan akan panggil Pengurus PNPM-MPD UPK Sapeken, Madura, Jawa Timur © Redaksi

SUMENEP – Dugaan raibnya Dana Bergulir Masyarakat (DBM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPD) Unit Pengelola Kegiatan (UPK ) Kecamatan Sapeken, Madura, Jawa Timur. Sepertinya akan segera menemui titik terang.

Hal tersebut terungkap berdasarkan keterangan Koordinator Pendamping Desa se-Kecamatan Sapeken Andi Fairuz, merespon pemberitaan Okedaily.com yang berjudul ‘Mantan Tim Verifikasi Bongkar Permainan DBM Eks PNPM-MPD UPK Sapeken’ pada, Sabtu (12/2) kemarin.

Sebelumnya, Andi Fairuz telah melakukan segenap upaya guna mendapatkan kejelasan tentang DBM PNPM-MPD UPK Sapeken yang menguap entah kemana. Dirinya menegaskan tetap seperti itu hingga semuanya terang benderang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya dengan pihak camat tetap mentok dan kehabisan cara. Karena memanggil satu persatu pengurus (PNPM-MPD UPK Sapeken, red) tetap belum bisa dapat info tegas dan tertulis,” terangnya via WhatsApp, Sabtu (12/2) malam.

Persoalan DBM PNPM-MPD UPK Sapeken, kata Andi Fairuz, membuat sejumlah tugasnya mandek. Termasuk fasilitasi kecamatan untuk gelar musyawarah pengalihan aset sesuai amanah regulasi Permendes PDTT Nomor 15 Tahun 2021, yang mengatur tentang peralihan pengelolaan aset DBM eks PNPM-MPD.

Baca Juga :  TKSK Bantah Pemutakhiran DTKS Sesuka Hati, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sumenep : Potret Tak Tahu Diri

Apalagi, Andi Fairuz menerangkan, telah ada surat edaran terbaru dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia perihal Pelaksanaan Pasal 73 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.

“Tertuang dalam surat tersebut, tahapan yang harus dilakukan hingga pelaksanaan peralihan aset eks PNPM Mandiri Pedesaan menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa, red), dan harus saya jalankan sebagai Koordinator Pendamping Desa se-Kecamatan Sapeken,” tegasnya.

Kemudian Andi Fairuz menjelaskan, sejak heboh sampai sekarang, Abdu Rachman mantan Ketua PNPM-MPD UPK Sapeken sama sekali tiada kabar. “Rachman yang awalnya sudah ada kesanggupan akan bertanggungjawab, sekarang malah semacam menghindar kepada saya,” kesalnya.

“Saya sudah koordinasi dengan camat, target minggu depan kami akan kembali panggil pengurus (PNPM-MPD UPK Sapeken, red), karena kebetulan saya sudah di Sapeken,” ungkap Andi Fairuz.

Diketahui, hilangnya anggaran yang biasa dipakai simpan pinjam kelompok itu, disinyalir terjadi akibat penarikan sepihak yang dilakukan oleh ketuanya. Karena sepengetahuan pengurus lainnya (sekretaris dan bendahara), setelah dinon-aktifkan sisa saldo pada rekening PNPM-MPD UPK Sapeken, masih tersisa sekitar 80 jutaan.

Baca Juga :  Kekosongan Dua JPT di Pemkab Sumenep Masih Belum Pasti, Tunggu Putusan MK

Buraidah Bendahara PNPM-MPD UPK Sapeken, yang dihubungi awak media, Rabu (8/12/21) silam, menerangkan ihwal menghilangnya DBM tersebut setelah dia mengecek ke bank. “Saya cek di BPRS Sapeken ternyata sisa saldo tinggal 7.500 rupiah,” terangnya.

Terkejut melihat angka di buku rekening simpanan DBM PNPM-MPD UPK Sapeken, Buraidah lantas meminta print out kepada pihak Bank BPRS, nampaklah sejumlah tanggal beserta nominal pada transaksi debit. Dimana dirinya selaku bendahara tidak pernah merasa menandatangani slip penarikan seperti yang tertera.

Baca Juga :  Kunjungan Komisi I DPRD Bali dan Pansus Tata Ruang, Perizinan, dan Aset Daerah Bersama Bupati Badung

Saat dihubungi Okedaily.com, Buraidah menyampaikan hasil komunikasinya dengan penjaga rumah Abdu Rachman, bahwa eks Ketua PNPM-MPD UPK Sapeken yang saat ini lebih sering berada di Sumenep akan datang di akhir Februari.

“Kata yang jaga rumahnya mau datang akhir Februari ini. Sejak koran (Pemberitaan, red) Rachman keluar saya hanya komunikasi dengan yang jaga rumahnya,” bebernya melalui pesan WhatsApp pada, Minggu (13/2).

Berani berbuat tentunya harus berani bertanggung-jawab, tampaknya tepat jika dialamatkan kepada Abdu Rachman mantan Ketua PNPM-MPD UPK Sapeken, yang telah berani menggunakan anggaran negara sekehendak hatinya. Penyelesaian raibnya dana bergulir tersebut, diperkirakan akan segera memasuki babak akhir.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar
Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Latest News