Antara BPJS Kesehatan dan Umum, RSU Sumekar Merespon

- Editorial Team

Sabtu, 12 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Novel, Ketua Yayasan RSU Sumekar, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Foto/Redaksi

Ahmad Novel, Ketua Yayasan RSU Sumekar, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Foto/Redaksi

SUMENEP – Ketua Yayasan Asri Husada yang membawahi atau menaungi Rumah Sakit Umum (RSU) Sumekar, Ahmad Novel, menanggapi terkait pemberitaan media ini terbitan, Senin, 28 Februari lalu, yang bertajuk “Dunia Kesehatan Sumenep Coreng JKN”.

Sehari setelah terbitnya pemberitaan tersebut, awak media mendapat telepon dari seseorang mengatasnamakan media online madurapost untuk wawancara terkait upaya pelaporan oleh pihak RSU Sumekar ke Polres Sumenep.

Sebenarnya, kata Ahmad Novel, pihaknya tidak ada keinginan untuk melakukan hal (Pelaporan, red) itu. Tapi RSU Sumekar juga harus menyikapi itu karena keterkaitan dengan Dinas Kesehatan Sumenep dan BPJS kesehatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Artinya kami hanya ingin membuktikan hal perbuatan seperti apa yang disampaikan oleh narasumber, dari itulah perlu kami lakukan langkah-langkah tersebut,” ujar Ahmad Novel, Kamis (3/3) pekan lalu, di Pendopo pribadinya. 

Selaku Ketua Yayasan, Ahmad Novel, sudah merasa bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan RSU Sumekar sesuai dengan SOP, atas dasar bukti adanya surat pernyataan dari pihak keluarga yang ditandatangani oleh Alga (Suami pasien, red).

“Kita kan negara hukum, kalau sudah ada surat pernyataan ya sudah lah kita menggunakan hukum bukan katanya-katanya. Lah ini repot kalau berdasarkan demikian. Yang penting SOP sudah kami penuhi,” ucap Novel. 

Dengan tegas Novel mengatakan, pihak RSU Sumekar dalam pelayanannya waktu itu sesuai SOP yang ada. Sehingga dirinya sangat menyayangkan dengan adanya kata “dipengaruhi secara halus” terhadap keluarga pasien yang memutuskan tidak menggunakan pembiayaan BPJS Kesehatan.

Baca Juga :  PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting

Dari itulah Novel membantah, ketika pelayanan RSU Sumekar diberitakan tidak sesuai SOP Rumah Sakit. “Karena sudah puluhan ribu pasien yang berobat kesini menggunakan BPJS Kesehatan, bukan baru satu kali ini saja mas,” tukasnya.

“Kalau kita mau lihat dari sejarah, Sumenep ini adalah salah satu pemerintah daerah yang paling luas wilayah dan paling padat penduduknya. Tapi keberadaan rumah sakit swasta sampai saat ini, baru satu-satunya disini (RSU Sumekar, red),” tambah Novel. 

Adapun terkait alat ventilator untuk bayi, Novel membenarkan, bahwa RSU Sumekar belum memiliknya. “Ada salah satu alat yang belum kita miliki, tapi insyaallah dalam waktu dekat akan memiliki juga. Hanya untuk dewasa ada, untuk anak-anak masih belum,” kata Novel. 

Penyampaian tersebut memantik awak media okedaily.com bertanya, disaat si bayi (almarhumah putri Alga, red) membutuhkan ventilator sehingga diputuskan rujuk ke Pamekasan, apakah terlebih dahulu komunikasi dengan pihak rumah sakit rujukan yang ada di Sumenep?

Baca Juga :  Wakil Bupati Sumenep Kunjungi RSUD Moh Anwar, ini Kata Direktur Erliyati

Novel menjawab, “Gak, jadi kita tinggal menanyakan rumah sakit mana yang punya ventilator. Seumpama rumah sakit A, jadi ya kita rujuk ke rumah sakit yang punya alat itu. Dan waktu di IGD, sebelum dilakukan tindakan operasi sudah dijelaskan bahwa kondisi si bayi tidak aman,” tutur Novel. 

Di sisi lain, sesuai dengan informasi yang diterima Redaksi okedaily.com sebelumnya, pihak RSU Sumekar menyampaikan bahwa alat ventilator di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep telah digunakan semua waktu itu. Sehingga si bayi harus dirujuk ke Pamekasan.

“Ya pasti, karena itu memang SOP nya. Dan tidak mungkin dirujuk ke Pamekasan kalau disini masih memungkinkan ngapain jauh-jauh,” kilah Novel. 

Kendati demikian, sesuatu yang membuat Novel sedikit bingung ialah terkait rekom rencana pembiayaan pasien yang dari IGD. Menurutnya, karena yang pasti petugas loket pendaftaran (Front Office, red) akan mengacu terhadap hal tersebut.

Baca Juga :  Kompetensi SDM Tenaga Pendidik Program Prioritas Bupati Wongsojudo

Bahkan pada biasanya, imbuh Novel, anatar petugas kesehatan yang dari pulau dan pihak RSU Sumekar saling kordinasi, termasuk dalam hal pembiayaan. Maka atas kejadian inilah, yang membuatnya khawatir sehingga semua pihak bersangkutan dikumpulkan untuk diminta keterangan.

“Karena rekomnya untuk masuk pendaftaran pasti pakai rekom yang dari IGD. Nah yang menjadi persolan ke saya, rekomnya kok umum itu loh mas,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

RSUD Moh Anwar Sumenep Naik Kelas Jadi Rujukan Utama
PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting
RSUD Moh Anwar Sumenep Siap Jadi Pusat Layanan Medis Modern
Ada Gangguan Bicara? RSUD Moh Anwar Hadirkan Layanan Terapi Wicara
Warga Sumenep Bisa Berobat Gratis di RSUD Moh Anwar, Ini Syaratnya
RSUD Moh Anwar Siapkan Kompensasi Jika Pelayanan Kesehatan Tak Sesuai SOP
Direktur RSUD Moh Anwar Pastikan Tidak Ada Perbedaan Layanan Kesehatan
Direktur RSUD Moh Anwar Monitoring Pelayanan Poli Terpadu, Pastikan Tetap Optimal

Related News

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:42 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Naik Kelas Jadi Rujukan Utama

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:37 WIB

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:17 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Siap Jadi Pusat Layanan Medis Modern

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:48 WIB

Ada Gangguan Bicara? RSUD Moh Anwar Hadirkan Layanan Terapi Wicara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:20 WIB

Warga Sumenep Bisa Berobat Gratis di RSUD Moh Anwar, Ini Syaratnya

Latest News