OkeDailycom – Para pengusaha industri pers yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep, menggelar rapat kerja akhir tahun di Villa Agrokusuma, Kota Wisata Batu, Jawa Timur.
Rapat kerja kali ini diselenggarakan pada Minggu 14 hingga Selasa 16 Desember 2025, dengan mengusung tema “Strategi Penguatan Media Siber di Era Disrupsi Teknologi”.
Dalam sambutan Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menyampaikan rapat kerja menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk merespon tantangan industri media digital yang makin kompleks.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai organisasi media, SMSI Kabupaten Sumenep dituntut adaptif terhadap perubahan teknologi,” kata Wahyu, kerap disapa.
Melalui raker ini, sambungnya, SMSI Kabupaten Sumenep ingin memperkuat kualitas media, dan sumber daya manusia agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih.
Menurutnya, upaya itu dilakukan dengan merancang program dan kegiatan yang sejalan dengan kebutuhan serta arah perkembangan digital di masa depan.
“Penguatan kualitas menjadi keharusan, baik dari sisi konten, manajemen media, maupun kompetensi wartawan. Oleh karena itu, SMSI perlu menghadirkan kegiatan yang relevan dengan ekosistem digital ke depan,” katanya.
Lebih jauh, ia juga berpesan agar seluruh anggota tetap menjunjung tinggi prinsip persaudaraan dalam membangun organisasi dan menciptakan ekosistem media yang sehat.
“Soliditas internal dan integritas menjadi kunci agar media siber tetap relevan, dan dapat dipercaya publik,” tandas Wahyu.
Diketahui, rapat kerja SMSI Kabupaten Sumenep ini diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota, merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi organisasi ke depan.
Adapun yang tercetus pada rapat kerja tersebut memuat sejumlah rancangan program strategis, salah satunya ialah Uji Kompetensi Wartawan dan Techno Fest, serta SMSI Expo 2026.
Selain itu, rapat kerja ini juga menjadi ajang evaluasi kinerja pengurus dan keorganisasian SMSI Kabupaten Sumenep. Hal itu dilakukan guna memperkuat profesionalisme dan peran media siber di daerah.









