Seminar Nasional : Benarkah Pendidikan Indonesia Lahirkan Manusia Merdeka?

- Editorial Team

Senin, 12 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua narasumber seminar nasional pendidikan didampingi moderator (kiri). ©Okedaily.com

Dua narasumber seminar nasional pendidikan didampingi moderator (kiri). ©Okedaily.com

OKEDAILY, JATIM Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Adminitrasi (FIA) Universitas Islam Malang, menggelar kegiatan seminar nasional pendidikan, di gedung Abdurrahman Wahid Lt 7 Unisma, Senin (12/12/2022).

Kegiatan seminar nasional pendidikan tersebut bertajuk “Sudahkah Sistem Pendidikan Indonesia Melahirkan Manusia yang Merdeka”.

Ketua pelaksana seminar nasional pendidikan, Faisol menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan terselenggaranya kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Para sponsor, media partner, tamu undangan terkhusus Akademika Unisma dan panitia seminar yang telah bersusah payah dari awal sampai terselenggarakan kegiatan ini dengan sukses,” ucapnya.

Faisol juga memaparkan perihal judul yang di angkatnya dalam seminar nasional pendidikan, tidak terlepas dari problematika pendidikan itu sendiri.

Baca Juga :  Ketua GMKI Cabang Toba Soroti Konflik Tanah Adat

“Pasalnya, setiap perubahan mentri pendidikan sistem pendidikan pun di Indonesia ikut berubah,” katanya.

Menurut Faisol, sistem yang di-relevansi-kan dengan berkembangnya teknologi ini jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan menyebabkan melemahnya konstruksi sistem yang dibangun atas upaya terciptanya minat belajar yang responsif.

Benarkah Pendidikan Indonesia Lahirkan Manusia Merdeka?

Sementara Ketua BEM FIA, Farhan dalam sambutannya mengemukakan perspektif tokoh pendidikan asal Brazil yang dianggapnya sebagai patron paradigma pendidikan yang membebaskan dan memerdekakan.

“Menggunakan perspektif Paulo Frere (Tokoh pendidikan, Brazil) atas konsepsi pendidikan yang membebaskan, mari kita buka cakrawala pendidikan yang transformatif untuk menunjang pendidikan yang merdeka,” tukasnya.

Baca Juga :  Wakasek Kesiswaan SMA Negeri 1 Sumenep Pungut SPP?

Selain itu DPM FIA, Jakfar ikut menambahkan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi seluruh ummat muslim atau bahkan agama lain, mengajarkan bagaimana peran pendidikan sangat penting untuk menentukan kehidupan masa depan.

“Korupsi dimana-mana, kemiskinan merajalela dan masih banyak pelanggaran HAM, hal itu bukti pendidikan kita masih belum representatif merdeka,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, turut memberikan sambutan Dekan Fakultas FIA, Dr. Rini Rahayu Kurniati, M.Si. “Berbicara mengenai Era digital ini harus kita manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mendekatkan kita terhadap belajar bukan mendekatkan untuk hanya bermain game,” sarannya.

Ia juga memberikan perspektif dalam memahami kemerdekaan belajar, khususnya mahasiswa FIA merdeka belajar itu secara esensi ada dalam diri sendiri. Sebab memahami merdeka belajar itu, kata dia, banyak perspektif yang juga sumbernya berbeda-beda sehingga pemahamannya pun ikut berbeda.

Baca Juga :  Polemik Pemotongan Honor Pantarlih Memanas, PPS Desa Sukajeruk Akan Lapor Polisi?

“Responsif, tanggung jawab belajar itu kunci terciptanya pendidikan merdeka,” tandasnya.

Kegiatan ini dimeriahkan oleh seluruh mahasiswa Unisma yang antusias mengikuti seminar nasional tentang pendidikan tersebut menandakan mahasiswa sebagai penggiat pendidikan merespon persoalan-persoalan yang melemahkan sistem pendidikan di Indonesia.

Kegiatan ini juga menghadirkan langsung dua narasumber yakni, Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri, M.Si. dan Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd. selaku Anggota DPRD Jatim (Ketua Komisi Bidang Kesejahteraan Masyarakat).

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Pajaran
Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Bangun Insinerator, Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Pajaran
Pelayanan Prima Dukcapil Gayam Sasar Siswa SMA Layak KTP
Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51
Dorong Pramuka Cetak Generasi Berintegritas dan Berjiwa Pengabdi, Ini Kata Bupati Sumenep
Dorong Pemerataan Pendidikan, DPRD Denpasar Usulkan Pembangunan SMP Baru di Sanur dan Pemogan
FKM UIN Sumut Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mitigasi Risiko
SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Kelayakan Gaji

Related News

Senin, 27 Juli 2026 - 18:56 WIB

Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Pajaran

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pelayanan Prima Dukcapil Gayam Sasar Siswa SMA Layak KTP

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:59 WIB

Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51

Senin, 22 Juni 2026 - 12:51 WIB

Dorong Pramuka Cetak Generasi Berintegritas dan Berjiwa Pengabdi, Ini Kata Bupati Sumenep

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:32 WIB

Dorong Pemerataan Pendidikan, DPRD Denpasar Usulkan Pembangunan SMP Baru di Sanur dan Pemogan

Latest News