Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?

- Editorial Team

Jumat, 11 September 2026 - 17:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Pengambilan BBM jenis Pertalite menggunakan jeriken menjadi sorotan Sulaisi Abdurrazaq, karena menyangkut tata kelola distribusi, keselamatan, dan ketepatan sasaran BBM bersubsidi. ®okedaily.com

Pengambilan BBM jenis Pertalite menggunakan jeriken menjadi sorotan Sulaisi Abdurrazaq, karena menyangkut tata kelola distribusi, keselamatan, dan ketepatan sasaran BBM bersubsidi. ®okedaily.com

OkeDaily – Polemik pengambilan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite menggunakan jeriken di SPBU 54.694.01 Desa Kolor, Kabupaten Sumenep, mendapat sorotan dari Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI), Dr. Sulaisi Abdurrazaq, M.H.

Sulaisi, sapaan karib Sekjen APSI ini menilai persoalan sulitnya masyarakat memperoleh BBM jenis Pertalite tidak semestinya hanya diarahkan kepada pemerintah semata.

Menurutnya, tata kelola dan pengawasan di tingkat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga perlu menjadi perhatian, ketika BBM bersubsidi diduga diambil menggunakan jeriken dan kendaraan pribadi.

“Peristiwa yang seperti itu yang membuat kita susah. Seolah-olah masalahnya ada pada pemerintah. Padahal sesungguhnya masalahnya ada pada manajemen SPBU,” kata Sulaisi, Kamis (10/9/2026).

Bukan Sekadar Soal Kelangkaan Pertalite

Menurut Sulaisi, pasokan Pertalite ke wilayah Madura pada dasarnya tetap dikirim sebagaimana biasanya. Karena itu, ia mempertanyakan apabila kondisi yang terjadi di lapangan langsung dikategorikan sebagai panic buying.

Baca Juga :  Tak Henti Berinovasi, RSUD Moh Anwar Sumenep Buka Depo Farmasi Rawat Jalan 2

“Di Madura ini sebenarnya tidak ada panic buying. Yang ada itu, begitu Pertalite sampai, sudah ada yang jemput. Misalnya jam 12 malam, seperti itu, menggunakan jeriken,” ujarnya.

Kondisi tersebut bagi Sulaisi, perlu dilihat dari sisi tata kelola distribusi. BBM bersubsidi merupakan komoditas yang memiliki dimensi ekonomi sekaligus kepentingan publik karena harganya mendapat dukungan subsidi pemerintah.

Baca Juga :  Keberadaan BUMDes di Sumenep, Semua Ditargetkan Terdaftar Tahun Depan

Namun, apabila distribusinya tidak berjalan secara tertib dan tepat sasaran, masyarakat yang seharusnya mendapatkan akses BBM berpotensi mengalami kesulitan.

Pengambilan dengan Jeriken Disorot dari Aspek Keselamatan

Sulaisi juga menyoroti penggunaan jeriken untuk mengangkut BBM. Menurut dia, praktik tersebut bukan hanya menyangkut persoalan distribusi, tetapi juga memiliki aspek keselamatan yang perlu diperhatikan.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Wandi Abdullah

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa
MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Related News

Senin, 21 September 2026 - 14:29 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Latest News