Aktivis PMII Demo Mapolres Sumenep, Imam Syafi’ie : Tebang Pilih Penegakan Hukum

- Editorial Team

Jumat, 27 Januari 2023 - 21:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Ratusan aktivis PMII Cabang Sumenep, gerudug mapolres Sumenep. ©Okedaily.com/Bongkar

Ratusan aktivis PMII Cabang Sumenep, gerudug mapolres Sumenep. ©Okedaily.com/Bongkar

OKEDAILY, MADURA – Ratusan aktivis, yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep, pada Jumat (27/01), menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Sumenep.

Para aktivis muda itu, menggelar aksi demo lantaran menilai kinerja kepolisian setempat lemah dalam menjalankan supremasi hukum. Dikatakan, indikasi tersebut dapat dilihat dari penangangan sejumlah kasus yang masih mandek.

Salah satunya, ialah terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi pembangunan gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, yang telah menggantung hak politik dari para tersangka selama bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Kapolda Jatim Pimpin Upacara Sertijab Pejabat Polda dan Kapolres Jajaran

Terpantau di lokasi yang sama, Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko mengungkapkan bahwa sejak dirinya memimpin Mapolres Sumenep, terdapat sejumlah kasus tindak pidana yang sudah berhasil ia tangani, seperti kasus pungli pasar Lenteng.

“Untuk gedung Dinkes (Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, red), kami terus menggali data agar secepatnya bisa diselesaikan,” ungkap Kapolres Edo.

Tebang Pilih Penegakan Hukum di Sumenep

Mantan Ketum PC PMII Sumenep, Imam Syafi’ie juga turut memberikan tanggapan terkait aksi demo tersebut. Menurutnya, aparat penegak hukum, baik Kejaksaan maupun Kepolisian sudah sepatutnya menegakkan supremasi hukum agar tidak melukai rasa keadilan publik.

Aktivis PMII Demo Mapolres Sumenep, Imam Syafi'ie : Tebang Pilih Penegakan Hukum
Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Madura, Imam Syafi’ie. ©Okedaily.com/ist

“Aparat penegak hukum (Kejaksaan Sumenep dan Polres Sumenep, red) agar tergugah niat hatinya untuk bersungguh-sungguh dan serius menangani kasus-kasus yang selama ini terkesan dibiarkan mangkrak dan telah melukai rasa keadilan publik,” ujarnya.

Baca Juga :  Menparekraf Sandiaga Uno Berkunjung ke Sumenep, Wisata Tambak Udang Tak Masuk Agenda

Ia menyebut, seperti halnya kasus dugaan tindak pidana korupsi gedung Dinkes Sumenep, yang sudah berjalan lebih dari setengah dekade. Tetapi faktanya, sambung dia, hingga detik ini belum ditindaklanjuti dengan serius meskipun sudah ada tersangkanya.

“Misal ada langkah – langkah penahanan terhadap yang bersangkutan (tersangka kasus tindak pidana korupsi gedung Dinkes Sumenep, red) sebagai bukti bahwa APH itu tidak main-main dengan rasa keadilan,” kata Imam.

Sebab ada banyak kasus lainnya, dimana tersangkanya langsung ditahan. Seperti yang baru-baru ini, langkah penahanan langsung dilakukan terhadap tersangka kasus pengadaan kapal di salah satu BUMD Sumenep.

Baca Juga :  Ketua KNPI Kecamatan Medan Selayang Ikuti Vaksinasi Covid19

“Jadi, saya kira itu nuansanya sangat kental sekali dengan adanya upaya tebang pilih dalam menangani suatu perkara, sebab kasus itu berjalan belum setahun, tetapi progresnya sangat cepat sekali penanganannya, mulai dari penetapan tersangka hingga penahanan, tetapi dalam kasus lain (gedung Dinkes Sumenep, red), kenapa justru melambat hingga berjalan 5 tahun lebih,” sergahnya.

Maka dari itu, terhadap penuntasan kasus dugaan tindak pidana gedung Dinkes Kabupaten Sumenep, Sekjen GNPK Madura ini juga menyoroti alasan APH yang terkesan saling lempar tanggung jawab, selalu berkutat pada dalih berkas perkara belum P21.

“Nah kalau begini terus, sampai kapan ujung kasus ini akan berkeselesaian?,” tukasnya.

Kendati demikian, ia juga khawatir semakin berlarut-larutnya penyelesaian kasus tersebut akan makin menguatkan dugaan publik Kota Keris bahwa kasus itu sengaja dipeti-eskan agar terus membeku.

Baca Juga :  Rapat Pleno Terbuka Pengundian Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep

“Lah… ini gimana, kok ada yang dibuat terang benderang, tetapi juga ada yang digelapkan? ini kan tidak bagus buat kedepannya, dan karena itulah ini makin menantang kami di GNPK untuk membuat pengaduan sekaligus melaporkannya ke pusat (Kajagung dan Kapolri, red) terhadap kinerja jajarannya yang ada di daerah,” pungkas Imam.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar
Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Latest News