Angka Anak Putus Sekolah di Sumut Meningkat, Berikut Kata KPAI Pusat

- Editorial Team

Jumat, 7 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar diambil sesuai acara sosialisasi pengawasan anak putus sekolah di Sumatera Utara. ©Okedaily.com/Malik

Gambar diambil sesuai acara sosialisasi pengawasan anak putus sekolah di Sumatera Utara. ©Okedaily.com/Malik

MEDAN, OKEDAILY Pemerintah pusat terus berupaya meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang berpotensi putus sekolah. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah kasus putus sekolah di kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menurut data yang dihimpun berdasarkan statistik pendidikan Kemendikbud Tahun 2023, kumulatif nasional anak putus sekolah tingkat sekolah dasar (SD) sebanyak 40.623 anak, sedangkan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) ialah sebanyak 13.716 anak.

Pada tingkat Provinsi Sumatera Utara sendiri, menempati posisi kedua anak putus sekolah dengan jumlah 7,6 ribu anak. Adapun jumlah se-Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang yang menempati posisi pertama dan kedua terbanyak anak putus sekolah tingkat SD dan SMP.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  MPO Pemuda Pancasila Kota Malang Siap Kawal Kasus Pelecehan Anak di Bawah Umur

Berdasarkan data Dinas Pendidikan setempat, angka putus sekolah di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Faktor ekonomi dan sosial menjadi penyebab utama anak-anak terpaksa menghentikan pendidikan mereka.

Maka sudah semestinya, pengawasan dilakukan secara lebih intensif untuk mengidentifikasi anak-anak yang berpotensi putus sekolah dengan memberikan bantuan yang tepat sesuai kebutuhan mereka. Hal ini diharapkan dapat memberikan perlindungan dan dukungan yang lebih baik bagi masa depan pendidikan anak-anak di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian dan solusi agar hak pendidikan bagi anak Indonesia, khususnya di provinsi Sumatera Utara dapat terpenuhi. Dari itu anggota KPAI Pusat, Dr. Aris Adi Leksono. M.Pd. pada 27-31 Mei 2024 sepekan kemarin melakukan pengawasan di Sumatera Utara, khususnya secara langsung di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Baca Juga :  TKA Jadi Tolok Ukur Kematangan Siswa, Bupati Sumenep Ungkap Harapan

Dalam pengawasan tersebut pihaknya melakukan Rapat Koordinasi dengan pemerintah daerah, berkunjung ke sekolah dan madrasah serta berdialog langsung bersama orang tua yang anaknya putus sekolah.

Dari hasil pengawasan KPAI Pusat tersebut mendapati beberapa hal sebagai berikut:

  1. Bantuan pemerintah pusat berupa PIP/KIP masih belum menyasar anak putus sekolah, bahkan untuk siswa madrasah masih sangat kurang. Hal tersebut bisa jadi penyaluran PIP tidak tepat sasaran,
  2. Pemerintah Daerah dalam mengatasi anak putus sekolah, tidak memperhatikan data base statistik pendidikan, sehingga setiap tahun tidak terukur capaian menyelesaikan anak putus sekolah,
  3. Faktor anak putus sekolah bukan kendala ekonomi saja, tapi terkait sosial budaya, trauma kekerasan, hingga kecanduan game,
  4. Pemerintah daerah belum memiliki tahapan strategi untuk menyelesaikan secara bertahap terkait anak putus sekolah,
  5. Mengatasi anak putus sekolah hanya bertumpu pada dinas pendidikan dan satuan pendidikan, belum melibatkan OPD lain, yang memiliki tusi pendampingan psikososial anak.
Baca Juga :  UIN Madura Gelar Workshop Proposal MoRA The Air Funds 2026

“Walaupun masih banyak tantangan yang dihadapi, namun pemerintah pusat dan pemerintah setempat optimis bahwa dengan kerjasama yang kuat antara berbagai pihak, maka angka putus sekolah di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang dapat dikurangi secara signifikan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” Tandasnya, Senin (7/6).

Sementara itu, Ketua Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Sumatera Utara, Dr. Aminuddin, S.Sos., MA. juga berharap kepada semua pihak baik pemerintah, ormas, orang tua dan masyarakat dapat mendukung dan berkontribusi langsung dalam penurunan angka putus sekolah ini secara kolektif guna menuju Indonesia Emas Tahun 2045.

Simak berita update kami langsung di ponsel anda melalui saluran OKEDAILY Channel, KLIK DISINI.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Pendidikan Seks Perlu Diajarkan di SMP dan SMA, Gus Yoga: Langkah Preventif Cegah HIV/AIDS dan Pernikahan Dini
Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Pajaran
Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Bangun Insinerator, Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Pajaran
Pelayanan Prima Dukcapil Gayam Sasar Siswa SMA Layak KTP
Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51
Dorong Pramuka Cetak Generasi Berintegritas dan Berjiwa Pengabdi, Ini Kata Bupati Sumenep
Dorong Pemerataan Pendidikan, DPRD Denpasar Usulkan Pembangunan SMP Baru di Sanur dan Pemogan
FKM UIN Sumut Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mitigasi Risiko

Related News

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Pendidikan Seks Perlu Diajarkan di SMP dan SMA, Gus Yoga: Langkah Preventif Cegah HIV/AIDS dan Pernikahan Dini

Senin, 27 Juli 2026 - 18:56 WIB

Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Pajaran

Senin, 27 Juli 2026 - 18:35 WIB

Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Bangun Insinerator, Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Pajaran

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pelayanan Prima Dukcapil Gayam Sasar Siswa SMA Layak KTP

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:59 WIB

Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51

Latest News