BEM Unisma Gelar Call For Papers International Conference

- Editorial Team

Rabu, 29 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. (c)okedaily.com

Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. (c)okedaily.com

Malang Raya – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Malang (Unisma), gelar call for papers international conference melalui Zoom Meeting, dengan tema “Student Innovation In Realizing Sustainable Development (SDGs) 2030”. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Islam Malang Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan ini dihadiri langsung, Mr. Jeroen Rijnenberg as (board member SDBI Foundation), Mr. Al Busyra Basnur as (LBBP Ambassador of the Republic of Indonesia to Ethiopia, Djibouti and the African Union), Prof. Aris Junaidi, Ph.D. (Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) serta mahasiswa dari mancanegara seperti Malaysia, Mesir dan lain-lain.

Baca Juga :  Bupati Wongsojudo: Penanaman Pohon Bukan Seremonial tapi Investasi Masa Depan

Rahman, selaku Wakil Presiden Mahasiswa Unisma dalam sambutannya mengatakan bahwa, acara ini merupakan program kerja terakhir dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Malang periode 2021-2022, yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

BEM Unisma Gelar Call For Papers International Conference

“Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memperkuat peran Mahasiswa di era yang terus berkembang melalui lingkup penelitian, yaitu call for paper dan international conference dengan tema Inovasi Mahasiswa dalam mewujudkan Sustainable Development Goal’s 203,” kata Wapres Unisma, Rabu (29/12).

Wamendikbud Fahri turut menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran Mahasiswa dalam pembangunan berkelanjutan / SDGs dalam upaya transformasi peradaban global yang lebih adil, damai dan sejahtera.

Lanjutnya fahri, “The era of globalization perkembangan teknologi semakin pesat, rata-rata Manusia beraktifitas dan ber-peran dalam prespektif Antonio Gramsci sebagai intelektual organik yang harus berintergritas berwawasan luas serta bertanggung jawab dalam perubahan dan pembangunan bangsa In addition, the disruption of technology, education and the economy menjadi tantangan yang harus kita hadapi, Mahasiswa sebagai pioner and role model harus berperan aktif dalam mencapai pelaksanaan TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan),” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting
KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat
Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian
Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut
Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan
Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51
Hima Persis Jakarta Dorong Polda Metro Jaya Tegakkan Hukum Terhadap Koruptor
RSUD Moh Anwar Siapkan Kompensasi Jika Pelayanan Kesehatan Tak Sesuai SOP

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:37 WIB

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:32 WIB

KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:59 WIB

Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:14 WIB

Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:01 WIB

Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB