Minim Anggaran Bukan Alasan Damkar Sumenep Berpangku Tangan

Avatar of Okedaily

- Redaksi

Sabtu, 22 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua mobil pemadam kebakaran parkir di depan rumah dinas Bupati Sumenep. (c)okedailycom

Dua mobil pemadam kebakaran parkir di depan rumah dinas Bupati Sumenep. (c)okedailycom

Sumenep – Mutasi di jajaran Pemkab yang dilakukan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Jumat 31 Desember 2021 di Bandara Trunojoyo Sumenep, Jawa Timur, menghasilkan beberapa nomenklatur baru.

Diantaranya Bidang Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran atau lebih dikenal dengan nama Damkar di bawah naungan OPD Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep.

Gudang data Okedailycom membuka, sebelumnya Damkar menjadi satu kesatuan dengan Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Tramtibum) Satpol PP Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bidang Damkar yang kini berdiri sendiri dan mempunyai segudang pekerjaan rumah, dipercayakan kepada Subiyakto, SH. MH. sebagai kepala yang membidanginya.

Total armada mobil Damkar yang dimiliki Pemkab Kota Keris sebanyak 6 unit. Tiga unit diketahui sedang dalam kondisi rusak, 2 diantaranya terparkir di halaman Rumah Dinas Bupati Sumenep.

Berlokasi tepat di tengah pusat Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, Okedaily.com berkesempatan mengunjungi Kantor Bidang Damkar Satpol PP Kota Keris, yang diapit bangunan Polsek Kota dan Gedung DPRD. Kamis, (20/01).

Ruangan berukuran 3×6 meter tersebut adalah tempat Kabid, Kasi dan para petugas Damkar Kabupaten Sumenep yang berjumlah total 34 orang standby menerima panggilan tugas.

Dengan suguhan secangkir kopi dan sebungkus kacang sembari berbincang santai, perbincangan dengan Kabid Damkar dimulai tentang, seorang ASN yang harus siap ditempatkan dimanapun. Termasuk di Bidang Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran Satpol PP Sumenep

“Sebagai Abdi Negara saya diberi jabatan itu gratis alias tidak bayar. Jadi, saya siap ditempatkan dimana saja. Mensyukuri jadi kuncinya,” tutur Kabid Damkar Satpol PP Sumenep.

Kemudian, Subiyakto menjelaskan anggaran pendukung yang disediakan oleh Pemkab Sumenep di Bidang Damkar ternyata sangat minim, kalau tidak mau dikatakan nihil.

“Saya merasa berterimakasih ditempatkan di Damkar, walaupun dengan nol APBD siap bersinergi dengan masyarakat Sumenep dalam pencegahan dan pemadaman kebakaran,” jelasnya.

Bahkan selama ini, saat terjadi kebakaran, petugas Damkar Kabupaten Sumenep, kata Subiyakto, tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang mana hal itu wajib hukumnya dikenakan, ketika menjalankan tugas pemadaman.

Baca Juga :  Kasat Reskrim Polres Sumenep Pimpin Pengecekan Stock Minyak Goreng Curah

Minim Anggaran Bukan Alasan Damkar Sumenep Berpangku Tangan

Walaupun begitu, dengan penuh keyakinan, Subiyakto menyampaikan harapan kepada Bupati dan Sekda Sumenep,agar kiranya dapat mengalokasikan anggaran untuk peralatan penunjang Damkar Kota Keris, yang dari penjelasannya memang cukup mahal harganya.

“Harapannya kepada bapak Bupati atau pak Sekda Sumenep untuk dapatnya nanti sebagai Timgar dapat menganggarkan untuk peralatan demi keselamatan para petugas Damkar,” pintanya.

Tidak hanya berharap dan berpangku tangan menunggu perhatian Pemkab Sumenep. Dari dokumentasi yang tersebar di beberapa WhatsApp group di Sumenep, Subiyakto bersama para petugas Damkar, rutin melaksanakan kegiatan mengenai pemadaman kebakaran di beberapa tempat.

Baca Juga :  RSUD Moh Anwar Sumenep Tambah Mesin Ini, Berikut Tujuannya

“Kami melakukan pengecekan kesiapan tabung pemadam di tempat-tempat layanan publik. Sosialisasi kepada siswa TK/PAUD. Kita juga sudah mencetak stiker yang berisi informasi call center bila terjadi kebakaran maupun kegawat daruratan lainnya,” urai Subiyakto.

Minim Anggaran Bukan Alasan Damkar Sumenep Berpangku Tangan

Anggaran Damkar yang katanya langka itu, membuat awak media menyindir Subiyakto. Dikarenakan rutinnya sosialisasi yang dilakukan, hingga mampu mencetak stiker dalam jumlah yang tidak sedikit.

“Alhamdulillah semuanya saya gunakan dari kantong pribadi mulai dari sosialisasi, pengecekan tabung pemadam, sampai nyetak stiker. Saya ingin mereka (petugas Damkar Sumenep, red) tetap semangat bertugas,” ungkap Subiyakto.

Jika saja ada sumber anggaran, kata Subiyakto, ia dan rekan-rekan petugas Damkar ingin sekali memberikan sosialisasi hingga menyeberangi lautan ke wilayah Kepulauan Sumenep.

“Sudah ada pembicaraan awal dengan beberapa kecamatan dan desa, termasuk di Kepulauan Sumenep, yang menghendaki sosialisasi tentang pemadaman kebakaran dapat dilakukan di daerahnya,” terangnya.

Penjelasan yang sedikit memancing emosi awak media keluar dari Kabid Damkar Sumenep, tentang pelatihan-pelatihan seputar pemadaman kebakaran yang keluar dari kocek pribadi para petugasnya.

“Mayoritas petugas Damkar PHL, non-ASN dengan honor minim. Meski begitu mereka sering ikut berbagai pelatihan penting seputar pemadam kebakaran,” tukas Subiyakto yang enggan merinci berapa honor petugas Damkar, dan juga berapa besaran biaya yang dikeluarkan untuk sebuah pelatihan.

Terakhir, Kabid Damkar Satpol PP pertama yang dipunyai Sumenep mengungkapkan bahwasanya ia sudah membuka komunikasi dengan beberapa perbankan serta sejumlah pengusaha, yang diharapkan dapat mendukung Damkar Sumenep.

“Saya sudah meminta price list peralatan pemadam kebakaran ke distributor resmi, sebagai bahan pihak instansi seperti bank dan pengusaha yang mau berpartisipasi melalui dana sosial Kemasyarakatan yang dimiliki,” ujarnya.

Penelusuran Okedaily.com, kebakaran terbesar yamg pernah dialami Kabupaten Sumenep terjadi pada tanggal 6 Maret 2014 silam, ketika lebih dari 600 kios di Pasar Anom ludes dilahap si jago merah.

Baca Juga :  HMI Cabang Medan Mati Suri, Revitalisasi Hanya Seremonial?

Hendaknya kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran Pemkab Sumenep, agar dapat lebih memperhatikan kesiapan sarana dan prasarana petugas Damkar yang memiliki semboyan ‘Pantang Pulang Sebelum Padam’.

Sebelum, ada petugas Damkar Sumenep yang tidak pulang, akibat minimnya fasilitas penunjang keselamatan yang disediakan oleh kabupaten penghasil migas di ujung timur Pulau Madura.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

STAI Al-Hikmah Medan Sosialisasi PMB di Aceh Singkil
Lamsiang Sitompul Apresiasi Doa Kapolrestabes Medan Saat Demo Berlangsung
Aktivis Mahasiswa Kepung Kantor Walikota Medan, Rico Waas Menghindar
Bukan Sekadar Administrasi, UIN Madura Jadi Pionir Digital Governance
Profil Imran Harahap: Suara Muda, Arah Baru
Oknum Brimob Aniaya Bocah hingga Tewas, Ini Sikap Sakinah
Rayakan Anniversary KanalNews, Ribuan Warga Padati Somber Rajeh
Malam Resepsi HPN 2026, SMSI Sumenep Hadirkan Kominfo Jawa Timur

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 18:26 WIB

STAI Al-Hikmah Medan Sosialisasi PMB di Aceh Singkil

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:20 WIB

Lamsiang Sitompul Apresiasi Doa Kapolrestabes Medan Saat Demo Berlangsung

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:53 WIB

Aktivis Mahasiswa Kepung Kantor Walikota Medan, Rico Waas Menghindar

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:54 WIB

Bukan Sekadar Administrasi, UIN Madura Jadi Pionir Digital Governance

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:32 WIB

Profil Imran Harahap: Suara Muda, Arah Baru

Berita Terbaru

Sosialisasi PMB STAI Al-Hikmah Medan di SMA Negeri 2 Simpang Kiri Subulussalam, dan Pesantren Babussalam Aceh Singkil. ©okedaily.com/Ilham HB

Nasional

STAI Al-Hikmah Medan Sosialisasi PMB di Aceh Singkil

Senin, 9 Mar 2026 - 18:26 WIB