De Gadjah Kunjungi Warga Kanorayang Nusa Penida, Harapkan Kepastian dan Keadilan

- Editorial Team

Minggu, 8 Juni 2025 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

De Gadjah saat memberikan bantuan ke warga Sental Kangin yang terkena sanksi adat Kanoryang yang diungsikan ke SKB, Banjarangkan, Klungkung, 7/6/2025

De Gadjah saat memberikan bantuan ke warga Sental Kangin yang terkena sanksi adat Kanoryang yang diungsikan ke SKB, Banjarangkan, Klungkung, 7/6/2025

OkeDaily.comKetua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah mengunjungi 35 warga Banjar Sental Kangin, Nusa Penida yang hingga kini berstatus kanorayang atau sanksi adat dan diusir dari kampung halamannya.

De Gadjah mendatangi lokasi pengungsian mereka di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jalan Raya Banjarangkan, Tusan, Klungkung, Bali, pada Sabtu (7/6/2025).

Sejak 21 Maret lalu, ketujuh KK yang berjumlah 35 jiwa, terdiri dari 7 anak-anak, lansia, hingga perempuan, terpaksa meninggalkan rumah dan tanah leluhur mereka akibat perselisihan antar warga yang belum terselesaikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama dua bulan lebih, mereka bertahan di tempat penampungan sementara dengan segala keterbatasan.

Baca Juga :  Kakek Atlawan Viral, Kapus Gayam Berikan Klarifikasi Mengejutkan

De Gadjah hadir tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga bantuan berupa kursi roda, tongkat, alat-alat sanitasi bagi lansia, serta kebutuhan pokok. Ia menyatakan keprihatinannya atas situasi ini dan berharap persoalan segera tuntas.

“Saya berharap bapak ibu di sini tetap sabar, berdoa agar masalah ini cepat selesai dan bisa kembali ke rumah masing-masing,” ujar De Gadjah di hadapan warga.

Perwakilan warga, Made Sudiarta menyampaikan terima kasih atas perhatian tersebut. “Kami warga di sini berterima kasih banyak kepada beliau karena telah berkenan hadir untuk melihat keadaan kami di sini memberikan bantuan beserta jajaran DPRD dan Gerindra Klungkung,” katanya.

Baca Juga :  Agum Gumelar Kukuhkan Rachmat-Nuning Pimpin IKAL-Lemhannas Jatim

Selama mengungsi, kebutuhan konsumsi memang ditangani Dinas Sosial, namun anak-anak masih mengalami trauma. Mereka sulit bergerak bebas dan bahkan terpaksa mendaftar sekolah sementara di dekat lokasi penampungan.

“Kami juga merasa khawatir karena terbatasnya ruang gerak dan tidak bisa kerja secara leluasa,” ujarnya.

Terkait kepastian kapan bisa kembali belum ada, karena hingga saat ini keputusan dari pihak terkait, termasuk Bupati Klungkung, belum turun.

Sudiarta menegaskan, sejak awal pihaknya tidak pernah melanggar adat. Permasalahan bermula dari persoalan pemanfaatan tanah negara untuk usaha, yang sebenarnya di luar ranah adat.

Namun keputusan sepihak dari bendesa adat menyebabkan mereka dinyatakan kanorayang, sesuatu yang dinilai warga tidak adil.

Baca Juga :  Mangkir di RDP, Mahasiswa Nilai PT HPP Pengecut

“Kami hanya ingin kepastian keamanan dari aparat hukum. Karena selama ini kejadian yang membuat anak-anak trauma itu yang jadi beban kami,” ujar Putu Suardika, warga lainnya.

Warga pun menolak jika dipindah ke tempat lain, karena di sana merupakan tanah leluhur mereka sejak sebelum Indonesia merdeka. “Orang tua kami pendiri banjar itu. Kami tidak mau pindah, hanya ingin jaminan keamanan dan bisa pulang,” tambahnya.

De Gadjah berjanji akan terus mendorong agar permasalahan ini mendapat perhatian serius dari pihak berwenang, sekaligus mencari jalan keluar terbaik agar warga bisa kembali ke rumah masing-masing dengan tenang dan aman.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Prengki Wirananda Lulus UKW Utama, SMSI Sumenep Apresiasi Capaian Pengurusnya
Kabar Gembira! Pemkab Sumenep Ringankan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen
Agar Akses Lancar, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda
DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan
Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan
Rancang Masa Depan Gunggung: Musdes Matangkan Program 2027 di 4 Sektor
Stand Bappeda Sumenep Juara MCF 2026, Arif: Ini Buah Kekompakan dan Semangat Pengabdian
Rakor DPW AWDI Jakarta, Matangkan Persiapan Pelantikan pada Oktober 2026

Related News

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Prengki Wirananda Lulus UKW Utama, SMSI Sumenep Apresiasi Capaian Pengurusnya

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

Kabar Gembira! Pemkab Sumenep Ringankan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen

Senin, 7 September 2026 - 19:38 WIB

Agar Akses Lancar, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda

Minggu, 6 September 2026 - 09:34 WIB

DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan

Minggu, 6 September 2026 - 06:47 WIB

Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB