Erliyati Tegaskan Pentingnya Fasilitas HBOT untuk Keselamatan Warga Kepulauan

- Editorial Team

Senin, 8 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati. ©Okedaily.com/ist

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati. ©Okedaily.com/ist

OkeDailycom Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes., menekankan urgensi penyediaan fasilitas Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura.

Hal ini disampaikannya menyusul kebutuhan mendesak masyarakat kepulauan, khususnya nelayan dan penyelam tradisional, terhadap layanan kesehatan yang memadai dalam menangani gangguan akibat aktivitas bawah laut.

Ia menjelaskan bahwa terapi oksigen hiperbarik tidak hanya dibutuhkan oleh penyelam yang kerap mengalami decompression sickness (penyakit dekompresi).

Namun juga sangat bermanfaat untuk menangani berbagai kondisi medis lain seperti infeksi berat, luka kronis, gangguan peredaran darah, hingga keracunan karbon monoksida.

“Kami menilai kehadiran layanan HBOT sangat penting di Sumenep. Selain sebagai daerah kepulauan dengan aktivitas kelautan yang tinggi, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan khusus masih terbatas,” ujar Erliyati.

Saat ini, fasilitas HBOT yang tersedia di wilayah Jawa Timur masih terpusat di Surabaya, yaitu di Lakesla (Lembaga Kesehatan Kelautan), dan hanya berbentuk ambulans hiperbarik portabel.

Baca Juga :  Debat Kedua Pilkada Sumenep Mengangkat Tema Tata Kelola Pelayanan Publik

Fasilitas ini belum dapat menjangkau kebutuhan masyarakat Sumenep secara luas dan berkelanjutan. Menurutnya, untuk menghadirkan layanan HBOT secara permanen di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dibutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar.

Anggaran tersebut meliputi pengadaan ruang hiperbarik, peralatan penunjang, hingga pelatihan tenaga medis yang kompeten.

“Kami berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap hal ini. Meskipun nilai investasinya cukup besar, manfaat jangka panjangnya jauh lebih besar untuk keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya yang tinggal di kepulauan,” tegas dia.

Baca Juga :  Ra Fahmi Kobarkan Semangat Pemuda Probolinggo: No Drugs, More Dreams!

“Pihak rumah sakit juga tengah menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Kesehatan dan pemerintah provinsi, untuk menjajaki kemungkinan pengadaan fasilitas tersebut melalui skema pendanaan bersama,” pungkasnya.

Dengan fasilitas HBOT permanen, diharapkan masyarakat Sumenep, terutama dari pulau-pulau terluar, tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan penanganan medis yang krusial. (*)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting
KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat
Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian
Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut
Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan
Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51
Hima Persis Jakarta Dorong Polda Metro Jaya Tegakkan Hukum Terhadap Koruptor
RSUD Moh Anwar Siapkan Kompensasi Jika Pelayanan Kesehatan Tak Sesuai SOP

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:37 WIB

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:32 WIB

KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:59 WIB

Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:14 WIB

Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:01 WIB

Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB