Gede Tommy: Apa yang Disampaikan Presiden Prabowo Jadi Alarm Keras Pengelolaan Sampah Bali

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Gege Tommy Sumertha Anggota DPRD Kota Denpasar

I Gege Tommy Sumertha Anggota DPRD Kota Denpasar

DENPASAR, Okedaily.com – Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Partai Gerindra, I Gede Tommy Sumertha, menegaskan bahwa persoalan sampah di pesisir Bali, khususnya Pantai Kuta, bukan sekadar isu musiman, melainkan dampak langsung dari buruknya pengelolaan sampah di wilayah hulu, terutama sungai-sungai yang bermuara ke laut.

Tommy menjelaskan, pada era 1980-an pantai-pantai di Bali, termasuk Kuta, dikenal sangat bersih dan alami. Namun, pesatnya perkembangan pariwisata di kawasan Badung Selatan dan Denpasar telah mendorong pertumbuhan pemukiman, hotel, dan restoran yang sangat padat, bahkan hingga ke bantaran sungai dan pesisir pantai.

“Dengan kepadatan penduduk dan pemukiman yang tinggi, tekanan terhadap lingkungan pesisir dan sungai menjadi sangat besar. Semua sungai di Bali bermuara ke laut, sehingga kebersihan pantai sangat bergantung pada kebersihan sungai,” kata Tommy, Rabu, (4/2).

Sebagai contoh, Tukad Badung yang membelah Kota Denpasar dan bermuara di Waduk Muara Nusa Dua melaksanakan kegiatan pengerukan, hal ini menunjukkan besarnya persoalan sedimentasi. Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida akan mengeruk 30.000 ton endapan, sementara volume sampah yang telah terjaring di mulut waduk mencapai 2 ton per hari.

“Kalau 2 ton sampah per hari itu dilepas ke laut, maka akan mencemari dan mengotori perairan dan saat air laut pasang, sampah tersebut kembali terhempas ke pantai,” ujarnya.

Menurut Tommy, selain Tukad Badung, sungai sungai yang ada di Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Jembrana yang memiliki karakteristik serupa serta kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai, maka puluhan ton sampah berpotensi mengalir ke laut setiap harinya.

Baca Juga :  Ariel Suardana: Kajati Baru Harus Berani Bongkar Kasus Korupsi di Bali

Ia juga menjelaskan, fenomena sampah yang menumpuk di Pantai Kuta terutama terjadi saat musim angin barat (November–Maret). Pada periode ini, angin kencang dan arus permukaan laut mendorong sampah dari muara-muara sungai menuju pesisir barat Bali.

“Kalaupun ada sampah dari luar Bali, volumenya sangat kecil dibandingkan sampah yang berasal dari muara sungai di pesisir selatan Bali,” tegasnya.

Terkait peringatan dari pejabat Korea Selatan yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto pada Pembukaan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, yang digelar di Sentul International Convention Center ( SICC), kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada senin 2 Februari 2026 , Tommy menilai hal tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kebijakan di Bali.

Baca Juga :  Rencana Rilis PlayStation 6 Berpotensi Terungkap, Berkat Microsoft

“Ini tamparan keras. Pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten harus bergerak masif, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, optimalisasi TPS3R dan TPST, hingga ketegasan penegakan aturan terhadap pembuangan sampah ke drainase, sungai, dan pantai,” katanya.

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang harus dijalankan dengan kesadaran dan tanggung jawab penuh, sembari menunggu beroperasinya fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dibangun oleh Danantara dan direncanakan siap pada 2028.

“Kalau tidak dimulai sekarang, persoalan sampah akan terus berulang dan merusak citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia,” tutup Tommy.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dorong Pemerataan Pendidikan, DPRD Denpasar Usulkan Pembangunan SMP Baru di Sanur dan Pemogan
Zulfikar Wijaya Tekankan Kerukunan sebagai Kekuatan Bali saat Hadiri Silaturahim Warga Banjar Sapta Bumi
Kawasan Pariwisata Sanur Perlu Ditata, Gus Yoga Soroti Tiang Reklame dan Kabel Semrawut
Kawasan Pariwisata Sanur Perlu Ditata, Gus Yoga Soroti Tiang Reklame dan Kabel Semrawut
Gus Yoga Sepakat dengan De Gadjah, Dukung Evaluasi MBG Usai Kritik Ni Luh Djelantik
Ni Luh Djelantik Kritik MBG, De Gadjah Sepakat Audit dan Evaluasi, Tolak Program Dihentikan
Bantu Masyarakat Melek Hukum, LBH Ansor Bali Gelar Konsultasi Gratis
Prabowo Copot Kepala BGN, Zulfikar Wijaya Apresiasi Langkah Tegas Presiden Prabowo

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:32 WIB

Dorong Pemerataan Pendidikan, DPRD Denpasar Usulkan Pembangunan SMP Baru di Sanur dan Pemogan

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:26 WIB

Zulfikar Wijaya Tekankan Kerukunan sebagai Kekuatan Bali saat Hadiri Silaturahim Warga Banjar Sapta Bumi

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:21 WIB

Kawasan Pariwisata Sanur Perlu Ditata, Gus Yoga Soroti Tiang Reklame dan Kabel Semrawut

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:02 WIB

Kawasan Pariwisata Sanur Perlu Ditata, Gus Yoga Soroti Tiang Reklame dan Kabel Semrawut

Senin, 8 Juni 2026 - 01:08 WIB

Gus Yoga Sepakat dengan De Gadjah, Dukung Evaluasi MBG Usai Kritik Ni Luh Djelantik

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:10 WIB