Hashim Djojohadikusumo: Pers Harus Jadi Benteng Lawan Hoaks di Era Media Sosial

- Editorial Team

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Ketua Dewan Pembina Formas, Hashim Djojohadikusumo foto bersama dalam Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI dan Dialog Nasional di Hall Dewan Pers, Jakarta. ®okedaily.com [Foto: Dokumentasi SMSI]

Ketua Dewan Pembina Formas, Hashim Djojohadikusumo foto bersama dalam Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI dan Dialog Nasional di Hall Dewan Pers, Jakarta. ®okedaily.com [Foto: Dokumentasi SMSI]

Ia mencontohkan bagaimana pers harus melakukan verifikasi terhadap sebuah informasi sebelum menjadikannya berita hingga disuguhkan kepada khalayak.

Hashim menyinggung informasi mengenai mahasiswa dari Pati yang datang ke Jakarta. Jika muncul klaim bahwa mereka menggunakan sekitar 1.200 bus, menurut dia, angka tersebut harus diverifikasi terlebih dahulu. “Ini pers harus cek dan ricek,” katanya.

Baca Juga :  Resmi Dikukuhkan, Zulfikar Pimpin Tani Merdeka Indonesia Prov. Bali

Kritik terhadap Pola Informasi di Media Sosial

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hashim juga menyoroti pola distribusi konten di media sosial yang menurutnya sering kali lebih berorientasi pada jumlah penonton, tanda suka, dan jangkauan dibandingkan akurasi informasi.

Baca Juga :  Terpilih Korda DKI Jakarta, Begini Program Muksin Mahu di Temu Daerah BEM Nusantara

Ia mengaku baru mengetahui adanya pemberian hadiah atau insentif dalam aktivitas siaran langsung ketika aksi demonstrasi berlangsung di media sosial. “Hadiah itu dari sponsor. Sponsor juga tidak jelas identitasnya. Ini berbahaya,” ujar Hashim.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya literasi media dan penguatan peran pers profesional agar masyarakat memiliki sumber informasi pembanding yang dapat dipercaya.

Baca Juga :  Anjuran WHO Bagi Penerima Vaksin Sinovac RI

Hashim juga menegaskan bahwa Formas tidak selalu berada pada posisi membenarkan pemerintah. Sebagai organisasi yang disebutnya memiliki posisi sebagai penasehat presiden, Formas tetap melakukan kritik ketika menemukan kekurangan.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Wandi Abdullah

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar
Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Latest News