Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan

- Editorial Team

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyoroti pergantian Kapolri dan meminta Polri memperkuat profesionalitas, netralitas, serta integritas. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyoroti pergantian Kapolri dan meminta Polri memperkuat profesionalitas, netralitas, serta integritas. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

JAKARTA – Pergantian pucuk pimpinan Polri menjadi perhatian politik nasional. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menilai pergantian Kapolri tidak boleh dimaknai sebatas perubahan figur di tubuh Korps Bhayangkara.

Menurut Hasto, momentum tersebut harus menjadi bagian dari pembenahan institusi kepolisian agar semakin profesional, berintegritas, dan netral dalam menjalankan tugasnya sebagai alat negara.

Pernyataan itu disampaikan Hasto menyusul proses pergantian Kapolri yang mengarah kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Komisi III DPR RI, kemudian menyetujui Komjen Suyudi sebagai Kapolri secara aklamasi. Keputusan tersebut selanjutnya dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI.

“PDI Perjuangan memberikan dukungan terhadap keputusan Presiden Prabowo yang telah mengeluarkan Surat Presiden dengan menetapkan Komjen Suyudi sebagai calon Kapolri,” kata Hasto dalam keterangannya, Kamis (1/10).

Namun, dukungan Hasto tersebut disertai penekanan agar perubahan kepemimpinan Polri diikuti pembenahan institusi.

“Polri harus menjadi alat negara, bukan alat kekuasaan. Netralitas, profesionalitas, dan integritas Polri harus diperkuat kembali,” ujar Hasto.

Hasto Soroti Kesetaraan di Hadapan Hukum

Baca Juga :  Universitas Paramadina Bersama ILO Bahas Responsible Business Conduct dan Kerja Layak

Hasto mencermati sejumlah gagasan yang disampaikan Komjen Suyudi, ketika menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI.

Salah satu yang menjadi perhatian Hasto, adalah komitmen Komjen Suyudi terhadap kesetaraan setiap warga negara di hadapan hukum.

Selain itu, Hasto menyoroti transparansi dalam penanganan perkara, serta fenomena yang selama ini dikenal dengan istilah no viral no justice.

Menurutnya, gagasan tersebut tidak cukup berhenti sebagai pernyataan dalam forum uji kelayakan. Prinsip ini harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan mekanisme kerja yang dapat dirasakan masyarakat.

Baca Juga :  Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok, Sumenep Gelar Operasi Pasar Ramadhan 2025

“Apa yang disampaikan Komjen Suyudi tentang kesetaraan di hadapan hukum, transparansi perkara, dan no viral no justice, perlu diterjemahkan secara konkret,” kata Hasto.

“Bahkan, prinsip-prinsip tersebut harus menjadi kultur Polri dalam memberikan pelayanan dan keadilan kepada masyarakat, tambah Hasto.

Dalam uji kelayakan di DPR RI, Komjen Suyudi memang menempatkan istilah no viral no justice sebagai salah satu persoalan yang perlu dibenahi.

Ia menyatakan masyarakat yang membuat laporan kepada polisi, semestinya mendapatkan kepastian dan informasi mengenai perkembangan penanganan perkara tanpa harus mencari akses informal kepada penyidik.

Facebook Comments Box

Penulis : Habi JR

Editor : Mashudi Surahman

Sumber Berita: OkeDaily

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar
Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas
GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan
Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan
Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!
Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam
Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal
Dorong Pemerataan Kompetensi, SMSI Sumenep Minta SKK Migas Jabanusa Gelar UKW di Madura

Related News

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan

Senin, 28 September 2026 - 20:49 WIB

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

Jumat, 25 September 2026 - 19:29 WIB

GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan

Latest News

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi AS ingatkan pentingnya kedaulatan AI sebagai kedaulatan negara. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Kopini

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing

Kamis, 1 Okt 2026 - 16:38 WIB