Kenaikan Beras di NTT, Pemerintah Harus Cepat Menstabilkan

- Editorial Team

Selasa, 7 Maret 2023 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Putra Umbu Toku Ngudang. ©Okedaily.com

Dok. Putra Umbu Toku Ngudang. ©Okedaily.com

OKEDAILY.COM – Beras merupakan bahan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, dengan harga yang tinggi tentu dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Adapun harga beras naik karena beberapa faktor, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak, perusahaan cuaca yang tidak menentu, peningkatan permintaan beras dari negara lain, dan musim kemarau.

Tentunya dampak yang terjadi akibat naiknya harga beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan  kenaikan harga barang dan jasa lainnya, akan mempengaruhi tingkat inflasi yang meningkat, dan peningkatan tingkat kemiskinan yang semakin tajam.

Baca Juga :  Catatan Aktivis, Fauzi AS: Demokrasi Junub

Dengan melihat rata-rata harga di Kabupaten/Kota se-NTT, eceran beras sudah menembus Rp 15.000 per kilogram. Kemungkinan bisa lebih dan tak terkendali akan kenaikannya.

Dengan ini perlu gerak cepat dari pemerintah untuk mengendalikan harga pasaran dengan melakukan pengawasan terhadap penetapan harga/kilo, agar tidak ada oknum-oknum yang memanfaatkan krisis ini dengan menaikkan harga tak wajar dengan semaunya.

Pemerintah Provinsi, dan Kabupaten/Kota di NTT perlu mengambil beberapa tindakan cepat untuk mengatasi naiknya harga beras untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya, memberikan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga :  10 Bus Disiapkan, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Seputar Jatim

Momentum kelangkaan ini harus kita pikirkan bersama agar menjadi dorongan petani dapat meningkatkan produksi beras, dengan bantuan teknis dan modal yang diberikan oleh pemerintah atau pihak swasta.

Mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada seperti pejabat pemerintah, ahli ekonomi, atau petani yang menjelaskan mengenai dampak naiknya harga beras, dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Naiknya harga beras merupakan masalah yang kompleks dan memerlukan tindakan yang tepat dari pemerintah dan semua pihak terkait untuk mengatasinya. Sebagai masyarakat Indonesia, kita juga dapat membantu dengan mengurangi konsumsi beras yang berlebihan dan membeli beras dengan harga yang wajar.

Baca Juga :  Kritik Program Upland Hadiah Amplop

Ketersediaan beras yang cukup dan harga yang stabil sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan dan keamanan nasional. Maka pemerintah dan semua pihak terkait harus bekerja sama untuk memastikan ketersediaan beras yang cukup dan harga yang stabil.

Penulis : Putra Umbu Toku Ngudang
Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, dan Ketua BEMPT Undana

Tulisan opini ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi media okedaily.com.

Kanal opini media okedaily.com terbuka untuk umum. Maksimal panjang naskah 4.000 karakter, atau sekitar 600 kata.

Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri anda dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kirim ke alamat e-mail: opini@okedaily.com.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi
Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa
Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik
Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Related News

Minggu, 6 September 2026 - 15:37 WIB

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi

Jumat, 4 September 2026 - 10:27 WIB

Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Latest News