Kenaikan Beras di NTT, Pemerintah Harus Cepat Menstabilkan

- Redaksi

Selasa, 7 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Putra Umbu Toku Ngudang. ©Okedaily.com

Dok. Putra Umbu Toku Ngudang. ©Okedaily.com

OKEDAILY.COM Beras merupakan bahan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, dengan harga yang tinggi tentu dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Adapun harga beras naik karena beberapa faktor, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak, perusahaan cuaca yang tidak menentu, peningkatan permintaan beras dari negara lain, dan musim kemarau.

Tentunya dampak yang terjadi akibat naiknya harga beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan  kenaikan harga barang dan jasa lainnya, akan mempengaruhi tingkat inflasi yang meningkat, dan peningkatan tingkat kemiskinan yang semakin tajam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Satu Abad Nahdlatul Ulama

Dengan melihat rata-rata harga di Kabupaten/Kota se-NTT, eceran beras sudah menembus Rp 15.000 per kilogram. Kemungkinan bisa lebih dan tak terkendali akan kenaikannya.

Dengan ini perlu gerak cepat dari pemerintah untuk mengendalikan harga pasaran dengan melakukan pengawasan terhadap penetapan harga/kilo, agar tidak ada oknum-oknum yang memanfaatkan krisis ini dengan menaikkan harga tak wajar dengan semaunya.

Pemerintah Provinsi, dan Kabupaten/Kota di NTT perlu mengambil beberapa tindakan cepat untuk mengatasi naiknya harga beras untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya, memberikan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga :  Gelombang Isu Korupsi Negeri

Momentum kelangkaan ini harus kita pikirkan bersama agar menjadi dorongan petani dapat meningkatkan produksi beras, dengan bantuan teknis dan modal yang diberikan oleh pemerintah atau pihak swasta.

Mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada seperti pejabat pemerintah, ahli ekonomi, atau petani yang menjelaskan mengenai dampak naiknya harga beras, dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Naiknya harga beras merupakan masalah yang kompleks dan memerlukan tindakan yang tepat dari pemerintah dan semua pihak terkait untuk mengatasinya. Sebagai masyarakat Indonesia, kita juga dapat membantu dengan mengurangi konsumsi beras yang berlebihan dan membeli beras dengan harga yang wajar.

Baca Juga :  Resmi Dikukuhkan, Zulfikar Pimpin Tani Merdeka Indonesia Prov. Bali

Ketersediaan beras yang cukup dan harga yang stabil sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan dan keamanan nasional. Maka pemerintah dan semua pihak terkait harus bekerja sama untuk memastikan ketersediaan beras yang cukup dan harga yang stabil.

Penulis : Putra Umbu Toku Ngudang
Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, dan Ketua BEMPT Undana

Tulisan opini ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi media okedaily.com.

Kanal opini media okedaily.com terbuka untuk umum. Maksimal panjang naskah 4.000 karakter, atau sekitar 600 kata.

Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri anda dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kirim ke alamat e-mail: opini@okedaily.com.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo
Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz
Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?
Aktivis Pembunuh Petani Tembakau
Dua Wajah Negara: Keadilan dalam 6 Hari dan 990 Hari
Catatan Fauzi AS: Kejujuran Memerlukan Ketulusan Hati
Teka-Teki PR Fiktif, Obrolan Warung Kopi Menuju Kebijakan Bupati Suka-Suka

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:10 WIB

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Senin, 18 Mei 2026 - 21:00 WIB

Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

Kamis, 9 April 2026 - 16:11 WIB

Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz

Rabu, 8 April 2026 - 19:58 WIB

Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?

Senin, 6 April 2026 - 19:49 WIB

Aktivis Pembunuh Petani Tembakau

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:10 WIB