Langkah Kecil Mehdi di Tanah Ulama

Catatan Seorang Ayah yang Melepas Anak Sulungnya ke Pondok Pesantren Dalwa

- Redaksi

Minggu, 13 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mehdi (kopyah putih) diapit keluarga kecilnya. ©Okedaily.com/Istimewa

Mehdi (kopyah putih) diapit keluarga kecilnya. ©Okedaily.com/Istimewa

OkeDaily.com Hari ini, Minggu 13 Juli 2025. Pelukan saya terasa lebih panjang dari biasanya. Tangan saya menggenggam erat tubuh mungil yang mulai menjelma lelaki.

Anak sulung saya, Mehdi Achmadinejad, (Dino) nama panggilannya, berdiri di depan gapura besar bertuliskan “Darullughah Wadda’wah”- tempat yang bukan sekadar pondok, tapi miniatur kehidupan yang sesungguhnya.

Sebagai ayah yang tak pernah mudah melepaskan. Apalagi anak pertama. Apalagi ke tempat jauh yang tidak setiap hari bisa saya jenguk, tidak setiap malam bisa didekap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Seragam, Merah, Bernilai Belasan Milyar Rupiah

Namun hati ini perlahan luruh, berganti dengan haru dan harap, ketika saya melihat Dino, seketika dia berpaling dengan wajah sedih yang Ia sembunyikan.

Dalwa bukan sekadar bangku-bangku belajar atau kamar-kamar asrama, tapi tempat tempaan. Tapak awal bagi anak saya untuk menjadi manusia yang kuat iman, luas wawasan, dan lapang hatinya.

Bukan sembarang pondok. Didirikan oleh Al-Habib Hasan Baharun sejak 1981, pesantren ini tumbuh dari rumah kontrakan menjadi mercusuar ilmu dan akhlak dengan ribuan santri dan empat kampus.

Di sini Dino akan belajar, bukan hanya tentang fiqh dan nahwu, tetapi juga tentang bagaimana hidup sebagai seorang mukmin sejati: mandiri, jujur, dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Fraksi Gerindra DPRD Bali Salurkan Bantuan Kursi Roda dan Sembako

Saya tahu, suatu hari nanti, saya tidak lagi bisa menjadi jawaban atas semua tanya Dino. Maka biarlah Dalwa menjadi tempatnya mencari.

Di sini, ia akan mengenal artinya menunggu giliran, artinya bangun malam dalam dingin, artinya bersyukur atas nasi dan tempe, dan artinya bersahabat dengan kesabaran.

Saya percaya, yang diajarkan Dalwa bukan hanya kitab kuning, tapi kitab kehidupan. Di sinilah ia akan belajar memanusiakan waktu.

Dari Tsanawiyah, sampai Aliyah, yang setiap jenjang akan menempa, bukan memanjakan.

Baca Juga :  Cerita Imajinatif dari Negeri Tembakau, Izin Bisnis Tunggu Wangsit

Saya bukan ayah yang sempurna. Tapi saya ingin Dino menjadi insan yang mendekati ridha-Nya. Maka saya titipkan dia, bukan hanya pada guru-gurunya, tapi pada setiap doa di langit Dalwa yang dihuni para pecinta ilmu.

Saya berbisik pelan sebelum berpisah: “Nak, ayah mencintaimu, tapi Allah lebih mencintaimu. Ayah mendidik mu sebisanya, tapi para ulama akan membimbing mu dengan do’a-do’anya”.

Dan jika nanti engkau rindu, ingatlah…, Bundamu juga sedang merindukanmu, sambil mendoakan mu dalam setiap sujud malam.”

Mungkin nanti Dino akan berubah. Tidak lagi merengek minta dibelikan mainan. Tidak lagi memeluk saya di pagi hari.

Baca Juga :  Begini Cara Ganti Foto dan Tanda Tangan E-KTP

Tapi jika suatu hari ia memeluk Qur’an dengan hati yang teduh dan akhlak yang lembut, maka itulah pelukan paling erat yang pernah saya impikan dalam hidup saya.

Selamat menapaki tapak-tapak awal, anakku. Di Dalwa, tempat para pecinta ilmu menulis takdirnya.

Di Dalwa, ayah melepasmu… untuk didekap lebih erat oleh Tuhan. Dari Ayahmu, yang hari ini belajar ikhlas.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zulfikar Wijaya Ajak Pemuda Perkuat Ibadah dan Tebar Islam Damai di Media Sosial
Tommy Sumertha DPRD Denpasar Rayakan Idul Adha Bersama Mushalla Nur Baety
Anggota DPRD Bali Zulfikar Dorong Pelayanan Maksimal bagi Jemaah Haji Bali
IPTU Iskandar Santuni Anak Yatim, Wujud Kepedulian Polri
Kanwil ImiPas Sumut Gandeng HBB Medan Bagikan Ribuan Paket Sembako
Di Bulan Suci RSUD Moh Anwar Sumenep Layani dengan Hati
Aziz Shabibi Berbagi Berkah, Bukber dan Santunan Anak Yatim di Myze Hotel
Jelang Buka Puasa, Gede Tommy Sumertha Bersama Relawan Bagi Ratusan Takjil di Denpasar

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:58 WIB

Zulfikar Wijaya Ajak Pemuda Perkuat Ibadah dan Tebar Islam Damai di Media Sosial

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:16 WIB

Tommy Sumertha DPRD Denpasar Rayakan Idul Adha Bersama Mushalla Nur Baety

Minggu, 26 April 2026 - 21:12 WIB

Anggota DPRD Bali Zulfikar Dorong Pelayanan Maksimal bagi Jemaah Haji Bali

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:26 WIB

IPTU Iskandar Santuni Anak Yatim, Wujud Kepedulian Polri

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:17 WIB

Kanwil ImiPas Sumut Gandeng HBB Medan Bagikan Ribuan Paket Sembako

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:10 WIB