Sinergi tersebut menjadi langkah awal agar program dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak.
Pendampingan dilakukan melalui kunjungan langsung ke sejumlah UMKM di Desa Pajaran. Dalam setiap kunjungan, mahasiswa melakukan identifikasi terhadap kondisi usaha, menggali kebutuhan pelaku UMKM, serta memberikan pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing usaha.
Pendekatan secara langsung ini membuka ruang dialog yang konstruktif sehingga solusi yang diberikan dapat menjawab kebutuhan nyata para pelaku usaha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu bentuk pendampingan yang diberikan adalah membantu pelaku UMKM dalam proses pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alternatif sistem pembayaran digital.

Kehadiran QRIS diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi konsumen yang terbiasa menggunakan transaksi non-tunai melalui aplikasi perbankan maupun dompet digital.
Selain meningkatkan efisiensi transaksi, penggunaan QRIS juga mendukung sistem pembayaran yang lebih praktis, aman, dan terdokumentasi dengan baik.
Mahasiswa juga mendampingi pelaku UMKM dalam mendaftarkan lokasi usahanya ke layanan Google Maps. Upaya ini bertujuan agar keberadaan usaha lebih mudah ditemukan oleh masyarakat, baik pelanggan lokal maupun calon konsumen dari luar daerah.
Penulis : Andrean Masrofie
Editor : Wandi Abdullah
Sumber Berita: Okedailycom
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya














![Petugas Disdukcapil Kecamatan Gayam melakukan perekaman KTP-el di SMA Negeri 1 Gayam. Pelayanan jemput bola ini menyasar siswa yang sudah berusia 17 tahun, agar memiliki identitas kependudukan. ©okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260720_195326-360x200.jpg?v=1784552029)

